Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Ultimatum AS ke Iran Terkait Nuklir Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 20 Februari 2026 | 11:06 WIB
Ultimatum AS ke Iran Terkait Nuklir Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
Ilustrasi nuklir. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Harga minyak naik pada Jumat, 20 Februari 2026, dipicu peringatan AS kepada Iran mengenai kesepakatan nuklir.
  • Kenaikan harga mencapai puncak enam bulan setelah AS memberi tenggat waktu 10-15 hari kepada Iran.
  • Faktor lain kenaikan harga adalah penyusutan stok minyak AS dan penurunan signifikan ekspor minyak Arab Saudi.

Suara.com - Harga minyak mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. Kenaikan harga dipicu peringatan keras dari pihak Amerika Serikat yang mendesak Iran untuk segera mencapai kesepakatan nuklir dalam waktu singkat guna menghindari sanksi atau tindakan lebih lanjut.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka naik 21 sen, atau 0,3 persen, menjadi 71,87 dolar AS, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 23 sen, atau 0,4 persen menjadi 66,66 dolar AS.

Harga minyak mencapai puncaknya dalam enam bulan menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. AS memberikan waktu sekitar 10 sampai 15 hari bagi Teheran untuk tunduk pada tuntutan nuklir, guna merespons kekhawatiran bahwa program yang diklaim damai tersebut sebenarnya memiliki tujuan militer.

Ketegangan di jalur logistik vital meningkat setelah Iran mengumumkan latihan militer bersama Rusia tak lama setelah memblokade sementara Selat Hormuz.

Mengingat seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur sempit ini, potensi gesekan bersenjata menjadi ancaman bagi stabilitas harga energi global.

Kondisi ini diperparah oleh data dari EIA yang menunjukkan penyusutan drastis stok minyak mentah Amerika Serikat sebesar 9 juta barel.

Berdasarkan data terbaru dari Joint Organizations Data Initiative, volume pengiriman minyak mentah Arab Saudi mengalami penurunan ke angka 6,988 juta barel per hari di bulan Desember.

Angka ini mencatatkan titik terendah bagi eksportir minyak mentah utama dunia tersebut dalam tiga bulan terakhir.

Di saat yang sama, melambatnya inflasi inti di Jepang ke angka 2,0 persen pada Januari memberikan tekanan bagi Bank Sentral Jepang dalam rencana pengetatan moneter.

baca juga

Bagi pasar energi, kebijakan suku bunga rendah di negara pengimpor besar seperti Jepang merupakan sinyal positif, karena biaya pinjaman yang murah cenderung menjaga permintaan minyak tetap stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menanti Hasil Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis

Menanti Hasil Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 11:39 WIB

Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN

Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 20:42 WIB

Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela

Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:06 WIB

Sentimen Geopolitik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Sentimen Geopolitik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Tekno | Kamis, 12 Februari 2026 | 11:04 WIB

Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran

Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 11:52 WIB

Dialog AS - Iran Redam Harga Minyak Dunia

Dialog AS - Iran Redam Harga Minyak Dunia

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:35 WIB

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:29 WIB

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:25 WIB

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:20 WIB

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:19 WIB

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:13 WIB

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09 WIB

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:08 WIB

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:02 WIB

×