facebook

Guru Besar Universitas Berkeley Sebut Kripto Sebagai 'Sampah' Berkedok Skema Piramida

M Nurhadi
Guru Besar Universitas Berkeley Sebut Kripto Sebagai 'Sampah' Berkedok Skema Piramida
Ilustrasi (Quantitatives via Unsplash)

Menurut dia, kripto tidak lain adalah permainan zero-sum dan bukan termasuk investasi sehingga hanya berdasar pada pertaruhan atau judi.

Suara.com - Guru besar dari Universitas Berkeley mengatakan, pasar kripto adalah bentuk penipuan berupa skema piramida. Hal ini ia ungkapkan dengan alasan, saat ini bursa kripto tengah terpuruk dan sulit bangkit.

“Kripto adalah sampah sehingga saya hanya mengajar tentang kripto untuk mengoloknya,” kata dia dalam podcast Cryptonite.

Menurut dia, kripto tidak lain adalah permainan zero-sum dan bukan termasuk investasi sehingga hanya berdasar pada pertaruhan atau judi.

Menurut dia, kripto tidak bisa berfungsi sebagai alat bayar karena ada fitur negative sum di dalam sistemnya. Alasannya, tiap pemilik aset ini mendapatkan untung dari investor lain yang merugi.

Baca Juga: Bearish Pasar Kripto Tahun 2022 Jadi yang Terburuk Sepanjang Masa

Selain itu, Weaver menyebut, sistem kripto tidak efisien sehingga membakar uang senilai milyaran dolar setiap tahun.

“Setiap dolar yang masuk disedot dari investor lain. Anda tidak mendapat uang di kripto, tetapi Anda meraupnya dari hasil orang lain,” kritik Weaver, dikutip dari Finbold via Blockchain media.

Mengomentari isu kripto yang semakin banyak diadopsi sebagai alat pembayaran, ia kekeuh menganggap nilai kripto yang tidak stabil berlawanan dengan ini.

Terlebih, kripto tidak memiliki pihak sentral seperti bank dan batas tiga hingga tujuh transaksi per detik secara global bagi Bitcoin, maka Bitcoin tidak bisa dipakai untuk pembayaran legal dan hanya berguna bagi pelaku kriminal.

Selain itu, transaksi Bitcoin dibutuhkan untuk menciptakan kanal di Lightning Network dan mengisi saldo. Bila dana di dalam kanal menjadi nol, pengguna harus mengisi ulang.

Baca Juga: Trader Senior Sebut Bitcoin Tak Layak Disebut Investasi: Lebih Mirip Aset Spekulasi

Kondisi pasar kripto yang bearish membuat kritikus lain mulai kembali buka suara. Bank for International Settlement (BIS) mengingatkan tentang bahaya kripto di tengah krisis kripto saat ini.

Komentar