Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.285

Harga TBS di Malaysia Lebih Mahal, Petani Sawit Akui Rugi Jual di Indonesia

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 01 Juli 2022 | 11:34 WIB
Harga TBS di Malaysia Lebih Mahal, Petani Sawit Akui Rugi Jual di Indonesia
Petani di Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko sedang memanen tandan buah segar kelapa sawit, Jumat (27/8/2021). [ANTARA/Ferr]

Suara.com - Asosiasi petani kelapa sawit meminta pemerintah atur harga tandan buah segar (TBS) dari pabrik kelapa sawit kepada petani lantaran harganya yang sangat merugikan petani saat ini.

Ketua Umum Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (Popsi) Pahala Sibuea mengatakan saat ini petani sawit mengalami kesulitan karena tingginya harga pupuk dan jatuhnya harga TBS yang disebabkan penurunan permintaan pabrik.

"Sekarang petani sangat dalam kesulitan untuk mempertahankan kebun dan kehidupannya karena harga TBS terus turun di bawah Rp1.000 per kilogram, di beberapa tempat bahkan sampai Rp400 per kilogram, dengan harga TBS sekarang ini petani sangat sulit untuk bertahan," kata Pahala, Jumat (1/7/2022).

Ia menjelaskan, saat ini tidak sedikit TBS petani tidak terbeli karena banyak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang tidak lagi mengolah TBS akibat tangki CPO penuh.

Menurut dia, pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang mengatakan pabrik kelapa sawit diharuskan membeli TBS dari petani minimal Rp1.600 per kilogram dinilai masih belum cukup ideal.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Perjuangan Alvian Arahman mengatakan, pembelian TBS idealnya pada harga Rp3.000 per kilogram, dilihat dari harga CPO saat ini dan harga pupuk yang masih tinggi.

Dia menyebutkan harga di Malaysia harga TBS petani RM 880 per kilogram, atau sekira Rp3.000 per kilogram.

Menurut dia, pemerintah saat ini juga perlu mengevaluasi kembali pajak ekspor CPO dan pajak bea keluar yang dinilainya sangat tinggi yaitu sampai 600 dolar AS per ton.

"Artinya contoh kalau harga CPO 1.100 dolar AS per ton, maka pungutan sekitar 600 dolar AS, artinya ini sekitar 50 persen untuk pungutan saja," kata dia.

Terpisah, Kepala Bidang Organisasi dan Anggota Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sabarudin berharap Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bisa mempermudah ekspor CPO. Dia mengatakan saat ini banyak pabrik yang tutup dan tidak membeli TBS petani karena tangki penuh yang mengakibatkan harga TBS petani turun drastis.

"Catatan kami di 10 provinsi wilayah anggota SPKS berkisar harga TBS saat ini Rp500 sampai Rp1.070 per kilogram," katanya.

Dia memperhitungkan dampak penurunan harga TBS tersebut menyebabkan petani sawit merugi sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per hektare per bulan.

"Kami juga menerima laporan dari anggota kami misalnya di Kabupaten Paser Kalimantan Timur dan Kabupaten Rokan Hulu Riau petani sawit sudah tidak panen karena kalau panen saat ini sudah tidak menutupi biaya produksi, harga TBS di bawah Rp1.000 per kilogram, sementara untuk harga pokok produksi itu sudah diatas Rp2.000 per kilogram," katanya, dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan  menyebutkan bahwa perusahaan produsen minyak goreng untuk membeli TBS kelapa sawit dari petani minimal Rp1.600 per kilogram. Dia mengatakan penetapan harga tersebut bersifat jangka pendek, sementara penetapan harga TBS akan naik menjadi Rp3.000 per kilogram dalam jangka menengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malaysia Memuji ISWAMI Bisa Jadi Saluran Diplomasi Jurnalis Indonesia-Malaysia

Malaysia Memuji ISWAMI Bisa Jadi Saluran Diplomasi Jurnalis Indonesia-Malaysia

News | Jum'at, 01 Juli 2022 | 10:36 WIB

Top 5 Sport: Tumbangkan Wakil Tuan Rumah di Malaysia Open 2022, Shesar Hiren Rhustavito Girang

Top 5 Sport: Tumbangkan Wakil Tuan Rumah di Malaysia Open 2022, Shesar Hiren Rhustavito Girang

Sport | Jum'at, 01 Juli 2022 | 09:38 WIB

Jadwal Wakil Indonesia di Perempat Final Malaysia Open 2022, Ganda Putra Bertemu Wakil Tuan Rumah

Jadwal Wakil Indonesia di Perempat Final Malaysia Open 2022, Ganda Putra Bertemu Wakil Tuan Rumah

Lampung | Jum'at, 01 Juli 2022 | 08:41 WIB

Indonesia Tembus Perempat Final Malaysia Open, Jonatan Christie Tampil Memukau

Indonesia Tembus Perempat Final Malaysia Open, Jonatan Christie Tampil Memukau

| Jum'at, 01 Juli 2022 | 08:07 WIB

Fans Malaysia Tuduh Bali United Sengaja Kalah di Piala AFC 2022

Fans Malaysia Tuduh Bali United Sengaja Kalah di Piala AFC 2022

Bola | Jum'at, 01 Juli 2022 | 08:30 WIB

Petani Sawit Kaltim Mengaku Putus Asa Karena Harga TBS Anjlok: Banyak Petani Stres

Petani Sawit Kaltim Mengaku Putus Asa Karena Harga TBS Anjlok: Banyak Petani Stres

Kaltim | Jum'at, 01 Juli 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 20:09 WIB

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:34 WIB

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:14 WIB

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:20 WIB

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:16 WIB

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:09 WIB

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:59 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:44 WIB