facebook

Pertamina Kurangi Kuota Pertalite di Jayawijaya, Stok Pertamax Ditambah

M Nurhadi
Pertamina Kurangi Kuota Pertalite di Jayawijaya, Stok Pertamax Ditambah
syarat beli pertalite (Pinterest)

Kuota pertalite di APMS Anwarudin sebelumnya adalah 325 kilo liter, namun ada pengurangan 50 kiloliter sehingga yang diterima hanya 272 kiloliter.

Suara.com - Pertamina kurangi kuota BBM jenis pertalite untuk dua Agen Penyalur Premium dan Minyak Solar (APMS) di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua hingga 60 kiloliter.

Disampaikan Pj APMS Anwarudin dan Lasminingsih, Yono di Wamen, pengurangan ini membuat isu di tengah masyarakat Jayawijaya yang menuduh adanya pembatasan yang diberlakukan pihak APMS dalam pembelian pertalite.

"Sebenarnya kami tidak pernah melakukan pembatasan. Hanya saja pendistribusian harus dilakukan seimbang," katanya.

Ia melanjutkan, kuota pertalite di APMS Anwarudin sebelumnya adalah 325 kilo liter, namun ada pengurangan 50 kiloliter sehingga yang diterima hanya 272 kiloliter.

Baca Juga: Soal Pengesahan RUU DOB Papua, Hidayat Nur Wahid Harap Tak Ada Celah Hadirnya Kelompok Separatis

"Sedangkan untuk solar, kuota tetap 90 Kl," ungkap dia, dikutip dari Antara.

Sementara untuk APMS Lasminingsih, kuota pertalite sebelumnya 360 kiloliter, dikurangi 60 kiloliter sehingga menjadi 300 kiloliter. Solar alokasinya tetap 120 kl, katanya.

Meski demikian, ia memastikan pihak Pertamina menambah BBM jenis Pertamax dan Dextalite.

"Di APMS Anwarudin, untuk oertamax ada tambahan 65 kl dan dextalite 110 kl. Kalau di Lasminingsih, produk pertamax ada tambahan 50 kl dan dextalite 100 kl. Ini harus didistribusikan semua sehingga memang harus seimbang," katanya.

Yono menjelaskan bahwa banyak warga memilih pertalite dan solar ketimbang pertamax dan dextalite, sebab selisih harganya cukup besar.

Baca Juga: Ini Link Daftar MyPertamina, Beli Pertalite dan Solar Isi Pendaftaran Dulu!

"Contoh pertalite ke pertamax, itu punya selisih harga Rp5.100, sedangkan solar ke dextalite selisih harganya Rp8.100 per liter," pungkasnya.

Komentar