Ancaman Resesi Global, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen

Selasa, 05 Juli 2022 | 07:48 WIB
Ancaman Resesi Global, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan hari Senin, karena kekhawatiran pasokan yang didorong penurunan output OPEC, selain itu gonjang-ganjing di Libya dan sanksi terhadap Rusia menambah ketakutan ancaman resesi global yang memukul permintaan.

Disisi lain inflasi zona euro mencapai rekor tertinggi lagi pada Juni, memperkuat kasus kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa yang agresif, sementara sentimen konsumen Amerika Serikat mencapai rekor terendah.

Mengutip CNBC, Selasa (5/7/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, melesat USD2,26, atau 2 persen menjadi USD113,89 per barel setelah jatuh lebih dari USD1 di awal perdagangan.

Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melejit USD2,20, atau 2 persen menjadi USD110,63 per barel, dalam volume yang tipis selama liburan Hari Kemerdekaan Amerika.

Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) gagal memenuhi target untuk meningkatkan output pada Juni.

Di Libya, salah satu anggota OPEC mengatakan pihak berwenang menyatakan force majeure di pelabuhan Es Sidr dan Ras Lanuf serta ladang minyak El Feel, Kamis, mengatakan output minyak turun 865.000 barel per hari.

Sementara itu, produksi Ekuador terpukul kerusuhan lebih dari dua minggu yang menyebabkan negara itu kehilangan hampir 2 juta barel produksi.

Menambah potensi tekanan pada pasokan, aksi mogok minggu ini di Norwegia dapat memotong pasokan dari produsen minyak terbesar di Eropa Barat itu, dan mengurangi output minyak secara keseluruhan sekitar 8 persen.

"Latar belakang penurunan pasokan yang meningkat ini bertabrakan dengan kemungkinan kekurangan kapasitas produksi cadangan di antara produsen minyak Timur Tengah," kata Stephen Brennock, analis PVM, merujuk pada kemampuan terbatas produsen untuk memompa lebih banyak minyak.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Lompat Lebih dari 2 Persen Akibat Kurangnya Pasokan

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Senin, meminta kelompok produsen OPEC Plus untuk memproduksi lebih banyak minyak guna mengatasi krisis biaya hidup.

Tahun ini, Brent mendekati rekor tertinggi 2008 sebesar USD147 per barel setelah invasi Rusia ke Ukraina menambah kekhawatiran pasokan.

Melonjaknya harga energi di balik larangan minyak Rusia dan berkurangnya pasokan gas mendorong inflasi ke level tertinggi selama beberapa dekade di sejumlah negara dan memicu kekhawatiran resesi.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI