Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Siasat Pedagang Warteg Saat Cabai Mahal: Porsinya Dikurangi

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 13 Juli 2022 | 18:17 WIB
Siasat Pedagang Warteg Saat Cabai Mahal: Porsinya Dikurangi
Pekerja menyiapkan lauk pauk di Warteg Subsidi Bahari, Pejaten, Jakarta.ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Suara.com - Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengungkapkan banyak pedagang warteg yang mencari siasat agar tetap bisa bertahan di saat harga bahan pokok alami kenaikan, terutama cabai merah.

Salah satunya, mengurangi porsi makanan hingga sambal yang disajikan ke pelanggan.

"Kita paling kurangi porsi sambel tadinya royal, kita atur. Biar pelanggan bisa menikmati," ujar Mukroni saat dihubungi pada Rabu (13/7/2022).

Menurutnya, saat ini pedagang pasar tidak mau menaikkan harga makanannya. Pertimbangannya, bilang Mukroni, daya beli masyarakat yang belum pulih. Sementara, banyak masyarakat yang masih membawa bekal sendiri di masa pandemi, maka dari itu, pedagang pasar masih mempertahankan harga-harga makanannya.

"Ini memang benar pergerakan sudah lumayan banyak, cuma kan mereka belum tentu makan, mungkin mereka menghemat, mereka bawa bekal, nah itu sehingga kita kalau menaikkan takut juga," ucap dia.

Selain itu, tambah Mukroni, para pedagang juga saat ini mulai kreatif dengan membeli bahan-bahan pokok secara online.

"Biasanya kan lebih murah dan banyak yang banting harga. Ya sebenarnya sama sih, ini juga nggak menyelesaikan hanya satu dua yang online," kata dia.

Sebelumnya, Mukroni merasa tidak habis pikir terkait dengan harga-harga pangan. Pasalnya, setelah Idul Adha bukannya turun justru harga-harga pangan yang terus melambung tinggi.

Terutama, harga cabai rawit merah yang bisa mencapai di atas Rp150.000/kilogram. Menurut Mukroni, beban pedagang warteg jadi bertambah dengan kenaikan harga cabai ini.

"Ini anomali, sebeneranya setelah lebaran itu idul fitri kan melandai, ternyata malah naik, ini juga setelah idul adha juga harganya naik lagi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pedagang Warteg Menjerit Harga Cabai Hingga Bawang Merah Masih Mahal Setelah Idul Adha

Pedagang Warteg Menjerit Harga Cabai Hingga Bawang Merah Masih Mahal Setelah Idul Adha

News | Rabu, 13 Juli 2022 | 17:10 WIB

Makin Pedas, Harga Cabai di Pasar Jakarta Tembus Rp128.350 per Kg

Makin Pedas, Harga Cabai di Pasar Jakarta Tembus Rp128.350 per Kg

Foto | Rabu, 13 Juli 2022 | 16:21 WIB

Harga Cabai Rawit Meroket, Emak-emak di Jakbar Tak Bisa Bikin Sambel

Harga Cabai Rawit Meroket, Emak-emak di Jakbar Tak Bisa Bikin Sambel

| Rabu, 13 Juli 2022 | 14:48 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB