Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Pupuk Indonesia Grup Dukung Teknologi Pertanian Presisi

Iwan Supriyatna

Senin, 18 Juli 2022 | 09:54 WIB
Pupuk Indonesia Grup Dukung Teknologi Pertanian Presisi
PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mengembangkan teknologi pertanian presisi, khususnya dalam pemanfaatan drone untuk pemupukan.

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mengembangkan teknologi pertanian presisi, khususnya dalam pemanfaatan drone untuk pemupukan. Anak perusahaan Pupuk Indonesia, PT Petrokimia Gresik bersama Markplus menggelar uji coba penggunaan drone untuk melakukan pemupukan.

Pemanfaatan teknologi ini turut mendukung efektifitas pemupukan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian.

SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, menyebutkan bahwa pemanfaatan drone adalah upaya untuk melakukan pertanian presisi (precission farming). Adapun uji coba ini dilakukan di salah satu anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu di Kebun Percobaan milik PT Petrokimia Gresik di Jawa Timur.

“Drone ini melakukan pemupukan menggunakan pupuk dalam bentuk granul. Ini menjadi hal pertama bagi kami, karena selama ini Pupuk Indonesia Grup menggunakan drone untuk pupuk jenis cair,” jelas Wijaya ditulis Senin (18/7/2022).

Pemanfaatan drone untuk pemupukan akan menghemat biaya produksi bagi petani. Karena salah satu biaya terbesar dalam budidaya pertanian adalah tenaga kerja. Sedangkan drone dapat dioperasikan oleh satu orang dan mampu melakukan pemupukan antara 40-60 Ha/hari dengan hasil penyebaran pupuk yang lebih presisi.

Adapun drone penebar pupuk granul ini merupakan milik NAC Thailand yang bekerjasama dengan Markplus. Ke depan, penggunaan drone seperti ini diharapkan dapat melengkapi program Makmur yang selama ini dijalankan oleh Pupuk Indonesia dan anak usahanya untuk membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi.

Pupuk Indonesia sendiri juga memiliki inovasi terkait penggunaan drone. Inovasi ini memanfaatkan kamera multispektral pada drone yang dapat memberikan data detail untuk menghasilkan rekomendasi pemupukan presisi untuk suatu lahan. Dengan demikian, petani dapat melakukan pemupukan lebih efisien dengan hasil produktivitas yang baik.

Penggunaan kamera multispektral pada drone terbukti memiliki banyak manfaat. Diantaranya dapat menghemat biaya analisis tanah yang biasa dilakukan pada laboratorium, mampu memprediksi unsur hara tanah dan rekomendasi pemupukan secara real time, mengurangi emisi gas rumah kaca akibat pemupukan yang berlebihan, dan sebagainya.

Selain uji coba drone, Petrokimia Gresik, juga menggelar Stadium Generale di Surabaya. Kegiatan ini dihadiri 128 peserta yang terdiri dari mahasiswa pertanian, petani muda, dinas pertanian, dan perusahaan BUMN. Adapun tujuan seminar adalah untuk menyampaikan hasil penelitian Markplus terkait kreativitas dan inovasi perusahaan BUMN.

Dalam kesempatan tersebut, founder sekaligus chairman Markplus, Hermawan Kartajaya, mengajak stakeholder pertanian di Indonesia untuk belajar teknologi pertanian dari Thailand. Hermawan pun mengapresiasi langkah Pupuk Indonesia yang menugaskan Petrokimia Gresik untuk menjadi percontohan perdana penggunaan drone untuk pupuk jenis granul. Karena ia berharap ada alih teknologi untuk kemajuan pertanian di tanah air.

“Di bidang pupuk tanah air, Pupuk Indonesia Grup ini adalah yang terbesar. Jadi kita memang mengutamakan Pupuk Indonesia Grup untuk kolaborasi ini,” jelas Hermawan.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyebutkan bahwa pengenalan teknologi digital pertanian mampu menarik minat generasi muda. Mengingat generasi muda sangat identic dengan teknologi dan segala sesuatu yang bersifat praktis.

“Sejak pandemi Covid-19, terdapat kenaikan angkatan kerja muda untuk sektor pertanian, dari 18 persen menjadi 20 persen lebih. Ini adalah angin segar bagi sektor pertanian Indonesia yang harus terus kita dorong dengan kemajuan teknologi,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemberian Subsidi Pupuk Kini Hanya untuk 9 Komoditas, Mulai Padi Hingga Cabai

Pemberian Subsidi Pupuk Kini Hanya untuk 9 Komoditas, Mulai Padi Hingga Cabai

Bisnis | Senin, 18 Juli 2022 | 09:38 WIB

Pemerintah Alokasikan Anggaran 25 Triliun untuk Subsidi Pupuk 16 Juta Petani

Pemerintah Alokasikan Anggaran 25 Triliun untuk Subsidi Pupuk 16 Juta Petani

Foto | Senin, 18 Juli 2022 | 09:00 WIB

Berbicara di Depan Delegasi G20, Menko Airlangga Jelaskan Tiga Upaya Menguatkan Ketahanan Pangan

Berbicara di Depan Delegasi G20, Menko Airlangga Jelaskan Tiga Upaya Menguatkan Ketahanan Pangan

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2022 | 19:55 WIB

Terkini

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:40 WIB

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:39 WIB

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:55 WIB