Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Produsen Mie Instan Diminta Ganti Bahan Baku Gandum Jadi Singkong Imbas Perang Ukraina

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 27 Juli 2022 | 08:07 WIB
Produsen Mie Instan Diminta Ganti Bahan Baku Gandum Jadi Singkong Imbas Perang Ukraina
Rahmat Gobel mencoba mie berbahan singkong (Antara)

Suara.com - Inovasi penggunaan singkong sebagai bahan utama pengganti gandum dalam pembuatan mie belakangan semakin banyak direkomendasikan seiring konflik Rusia dan Ukraina yang belum membaik. 

"Rasanya enak, lembut, dan juga sehat. Nyaman di perut," kata Wakil Ketua DPR RI Koordinasi Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel usai usai menikmati dua sajian mi berbahan baku singkong di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/7/2022).

Dalam laporan Antara, Rachmat Gobel menikmati satu sajian mi cup dan kemudian ia menikmati satu sajian mi saset. 

Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansyah dan Anggota Komisi VI DPR RI Subardi juga ikut menikmati hidangan mi berbahan baku singkong tersebut.

Mereka menerima pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) yang dipimpin Ismed Hasan Putro, yang memproduksi mi berbahan baku singkong dengan nama merek Mie Haji.

"Inovasi ini patut disambut dengan gembira. Apalagi dipromosikan sebagai mi sehat," kata mantan Menteri Perdagangan itu.

Menurut Gobel, selama ini masyarakat sudah biasa dengan mie berbahan bau gandum. Padahal, gandum adalah salah satu komoditas dari Rusia dan Ukraina serta Indonesia masih mengimpor. Konflik keduanya jelas berpotensi mengganggu pasokan sekaligus meningkatkan harganya.

"Di tengah perubahan iklim dan konflik Rusia-Ukraina, inovasi mi berbahan lokal ini menjadi bermakna strategis. Karena dunia sedang dihadapkan pada masalah ketersediaan pangan," katanya.

Penggunaan bahan baku lokal ini, lanjutnya, akan bagus untuk para petani dan memiliki dampak pada ekonomi nasional,serta berpengaruh terhadap pemerataan ekonomi, dan akan membantu UMKM untuk memasok beragam bahan pendukung lainnya.

"Saya harap ini bisa ditiru oleh produsen mi instan lain agar beralih ke penggunaan bahan baku lokal," ujar Rachmat Gobel.

Menurutnya, ke depan pangan akan menghadapi masalah akibat perubahan iklim dan juga akibat konflik global. Saat ini saja, lanjutnya, harga-harga kebutuhan pangan melonjak akibat kekurangan pasokan karena gagal panen dan kesulitan distribusi akibat konflik antarnegara.

Karena itu, kata dia, kemandirian penyediaan bahan pangan merupakan suatu keharusan. "Masalah kedaulatan pangan merupakan masalah strategis yang harus menjadi kepedulian kita semua," kata Rachmat Gobel.

Indonesia adalah negeri pengonsumsi mi instan terbesar kedua di dunia setelah China. Berdasarkan data World Instant Noodles Association, pada 2021 konsumsi mi instan di Indonesia mencapai 13,27 miliar bungkus. Sedangkan berdasarkan data BPS, secara rata-rata dalam setahun tiap penduduk Indonesia mengkonsumsi 48 bungkus mi instan. Hal ini menunjukkan pangsa pasar mi instan di Indonesia sangat besar.

Pada kesempatan itu Rachmat Gobel menyarankan untuk menyertakan koperasi agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi sebagai investor. "Biasakan libatkan masyarakat dalam bentuk koperasi," katanya. Selain itu, ia menyatakan agar tumbuh perlahan saja dan tidak terburu-buru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tajir Melintir Sejak Lahir, Ternyata Tasyi Athasyia Punya Utang Rp 2 Juta di Ibu Kantin SD

Tajir Melintir Sejak Lahir, Ternyata Tasyi Athasyia Punya Utang Rp 2 Juta di Ibu Kantin SD

Entertainment | Sabtu, 23 Juli 2022 | 17:36 WIB

Penikmat Mi Instan Dibikin Ketar-ketir karena Perang Rusia-Ukraina, Ini Sebabnya

Penikmat Mi Instan Dibikin Ketar-ketir karena Perang Rusia-Ukraina, Ini Sebabnya

| Jum'at, 22 Juli 2022 | 07:55 WIB

Tak Makan Mie Instan Bertahun-tahun, 5 Fakta Menarik Axel Matthew Thomas

Tak Makan Mie Instan Bertahun-tahun, 5 Fakta Menarik Axel Matthew Thomas

Bogor | Jum'at, 22 Juli 2022 | 08:19 WIB

8 Fakta Menarik Axel Matthew Thomas, Sudah Tidak Makan Mie Instan demi Hidup Sehat

8 Fakta Menarik Axel Matthew Thomas, Sudah Tidak Makan Mie Instan demi Hidup Sehat

Entertainment | Kamis, 21 Juli 2022 | 18:05 WIB

Viral Tips Anak Kos Makan Irit Rp 150 Ribu Sebulan, Resepnya Bikin Publik Tepuk Jidat: Tutorial Masuk RS

Viral Tips Anak Kos Makan Irit Rp 150 Ribu Sebulan, Resepnya Bikin Publik Tepuk Jidat: Tutorial Masuk RS

Hits | Kamis, 21 Juli 2022 | 18:20 WIB

Harga Mie Instan Makin Mahal Efek Perang Rusia dan Ukraina

Harga Mie Instan Makin Mahal Efek Perang Rusia dan Ukraina

Your Say | Kamis, 21 Juli 2022 | 15:49 WIB

Terkini

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:03 WIB

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:49 WIB

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:48 WIB

AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100

AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:39 WIB

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:29 WIB

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:59 WIB

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB