Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Harga Emas Jatuh Lebih dari 1 Persen Dihantam Dolar AS

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:23 WIB
Harga Emas Jatuh Lebih dari 1 Persen Dihantam Dolar AS
Ilustrasi emas - cara jual emas agar untung (Pixabay)

Suara.com - Harga emas jatuh lebih dari 1 persen ke level terendah dalam seminggu pada Senin, di tengah penurunan tajam pada logam mulia karena penguatan dolar.

Selain itu kekhawatiran atas kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve menambah tekanan pada logam kuning tersebut.

Mengutip CNBC, Selasa (16/8/2022) harga emas di pasar spot merosot 1,2 persen menjadi USD1.780,99 per ounce, setelah mencapai titik terendah sejak 8 Agustus di awal sesi.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup hampir 1 persen lebih rendah menjadi USD1.798,10 per ounce.

Indeks Dolar (Indeks DXY) naik 0,8 persen membuat emas dan komoditas lain yang dihargai dalam greenback lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

"Emas tertahan di sekitar USD1.800, dan hari ini (Senin) dolar yang lebih kuat mendorong logam kuning dan seluruh kompleks komoditas lebih rendah," kata analis RJO Futures, Bob Haberkorn.

"Itu adalah perdagangan emas yang hati-hati saat ini, karena The Fed akan terus menaikkan suku bunga. Investor melihat kenaikan suku bunga di cakrawala." Tambah Haberkorn.

Investor menunggu risalah dari pertemuan Juli The Fed pada Rabu untuk isyarat tentang kemungkinan besarnya kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan yield obligasi, mendorong opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga emas dan perak juga lebih rendah karena kekhawatiran permintaan setelah data ekonomi yang suram dari China, kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.

Output industri di China, konsumen emas terbesar dunia, meningkat 3,8 persem pada Juli dari tahun sebelumnya, melambat dari kenaikan 3,9 persen pada Juni.

Logam kuning menarik arus safe-haven selama kekhawatiran resesi, tetapi ekonomi yang melambat berpotensi menyebabkan rendahnya permintaan emas fisik.

Sementara harga logam lainnya perak di pasar spot melorot 2,5 persen menjadi USD20,29 per ounce, platinum tergelincir lebih dari 2,9 persen menjadi USD934,16, sementara paladium anjlok 3,1 persen menjadi USD2.153,26.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas di Banda Aceh Turun, Masyarakat Ramai Menjual

Harga Emas di Banda Aceh Turun, Masyarakat Ramai Menjual

Sumut | Senin, 15 Agustus 2022 | 13:07 WIB

Turun Rp 2.000, Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Rp 988.000/Gram

Turun Rp 2.000, Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Rp 988.000/Gram

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2022 | 09:13 WIB

Emas Dunia Posisikan Kenaikan Empat Minggu Beruntun

Emas Dunia Posisikan Kenaikan Empat Minggu Beruntun

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2022 | 08:11 WIB

Terkini

Lebaran Berkah! BI Ramal Penjualan Eceran Maret 2026 Melesat 9,3 Persen

Lebaran Berkah! BI Ramal Penjualan Eceran Maret 2026 Melesat 9,3 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:21 WIB

Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya

Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:15 WIB

Rosan Optimistis Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp497 Triliun

Rosan Optimistis Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp497 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:14 WIB

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:21 WIB

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:05 WIB

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:12 WIB

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:11 WIB

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB