Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

PTPN Group Dukung Pasar Kopi Indonesia di Amsterdam

Iwan Supriyatna

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:04 WIB
PTPN Group Dukung Pasar Kopi Indonesia di Amsterdam
Ilustrasi kopi. (Pexels)

Suara.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus bergerak dan berdaya upaya mewujudkan visi “Kebanggaan Baru Indonesia”. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perkebunan terintegrasi ini, mendukung upaya untuk meningkatkan citra dan perluasan pasar kopi nusantara di dunia.

PTPN Group melalui Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara turut berkontribusi dalam gelaran Pasar Kopi. Rencananya, acara ini akan berlangsung pada 1-7 September 2022, di Posthoornkerk, Amsterdam.

Penyelenggara Acara Pasar Kopi, mengusung tema “Indonesian Coffee Market; Coffee Revolution.” Sesuai dengan tema, dalam acara ini penyelenggara akan mengenalkan untaian perjalanan perkebunan dan industri kopi di Indonesia, mulai pameran sejarah produksi, serta berbagai jenis kopi dan produk turunannya.

Pengunjung Pasar Kopi, juga berkesempatan mencoba beragam kopi asli hasil perkebunan Indonesia.

“Pasar Kopi di Amsterdam ini memang sejalan dengan misi PMO Kopi Nusantara, yaitu memperbaiki ekosistem supply chain industri kopi dalam negeri,” kata Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) sekaligus Ketua PMO Kopi Nusantara, Dwi Sutoro.

Dwi menambahkan, dalam acara ini, PMO Kopi Nusantara akan membawa kopi-kopi terbaik Indonesia dari lokasi pilot project, salah satunya adalah Kopi Ijen dari Jawa Timur yang memiliki nilai historis dan indikasi geografis yang akan menarik perhatian konsumen global.

Sebagaimana diketahui bahwa pada awal tahun 2022, Menteri BUMN Erick Thohir telah meluncurkan inisiatif PMO Kopi Nusantara untuk meningkatkan produktivitas kopi dalam negeri dengan skema program Makmur yang selama ini telah diterapkan di komoditas lain seperti padi, tebu, dan jagung. Tujuan dari PMO Kopi Nusantara ini adalah memperbaiki ekosistem bisnis kopi dari hulu hingga hilir.

“Kenapa BUMN terketuk, karena 96% dari industri kopi adalah perkebunan rakyat. Tujuan akhir kita adalah kesejahteraan para petani,” ungkap Erick Thohir pada saat peluncuran inisiatif tersebut.

Penyelenggara utama Pasar Kopi Indonesia di Amsterdam, Belanda ini adalah Roemah Indonesia BV, berkolaborasi dengan PMO Kopi Nusantara. Selain kedua institusi tersebut, beberapa perusahaan BUMN, pegiat lingkungan dan pelaku bisnis turut terlibat dalam penyelenggaraan Pasar Kopi Indonesia, antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Telkom Indonesia, Pertamina, Bank Mandiri, Bank Nasional Indonesia (BNI), ID Food, Pupuk Indonesia, SCOPI, SCAI, NUSA Indonesia Gastronomy, Koperasi Klasik Beans, Toko Kopi Tuku dan Dua Coffee.

baca juga

Keterlibatan banyak pihak ini menunjukkan kekuatan sinergi pemangku kebijakan (stakeholder) dengan pemangku kepentingan (shareholder) dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor kopi Indonesia di pasar internasional.

Menteri BUMN Erick Thohir, berencana hadir dan membuka pameran Pasar Kopi ini. Demi menambah kemeriahan dan antusiasme pengunjung, penyelenggara turut mengundang Amir Sidharta dan Bonnie Triyana. Keduanya akan berpartisipasi aktif dalam talk show yang mengupas sejarah dan perjalanan perkebunan dan industri kopi di Indonesia.

Selain talk show bersama para tokoh kopi ternama dunia, para pecinta kopi juga menyaksikan secara langsung sesi penilaian kualitas dan cita rasa kopi (coffee cupping) dan proses perbandingan untuk menemukan keunikan dan kekhasan masing-masing jenis kopi (coffee pairing), serta menikmati kopi khas Indonesia pada area unlimited brewing session.

Perkembangan dan tren industri kopi nasional berada pada jalur dan trek positif. Dalam 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia tumbuh signifikan hingga 250%. Saat ini, Indonesia berada di posisi ke empat sebagai produsen kopi terbesar di dunia. Kopi telah menjadi komoditas ekspor unggulan, dan penghasil devisa terbesar ketiga setelah penjualan kelapa sawit dan karet.

“Pelaksanaan Pasar Kopi di Amsterdam diharapkan dapat mempertemukan konsumen mancanegara, khususnya Uni Eropa, dalam menikmati ragam kopi dari Indonesia. Kami juga berharap terjadinya business expansion yang lebih luas, sehingga Indonesia dapat menjadi eksportir utama produk kopi olahan untuk pasar dunia,” jelas Suryo Tutuko, CEO Roemah Indonesia BV.

Roemah Indonesia BV sejak awal dirancang sebagai tempat produk-produk unggulan Indonesia untuk menembus pasar dunia. Gelaran Pasar Kopi ini bisa menjadi titik kontak yang ideal bagi para petani dan pelaku usaha kopi Indonesia untuk berkiprah di Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minum di Rumah Raffi Ahmad, Netizen Salfok Sama Cangkirnya

Minum di Rumah Raffi Ahmad, Netizen Salfok Sama Cangkirnya

Poptren | Senin, 15 Agustus 2022 | 15:23 WIB

Kata Erick Thohir, Anak Muda Berperan Jadikan Indonesia Produsen Kopi Ke-4 Terbesar Dunia

Kata Erick Thohir, Anak Muda Berperan Jadikan Indonesia Produsen Kopi Ke-4 Terbesar Dunia

Lifestyle | Senin, 15 Agustus 2022 | 14:52 WIB

Halo Wibu! Ini 7 Coffee Shop ala Jepang di Jakarta

Halo Wibu! Ini 7 Coffee Shop ala Jepang di Jakarta

Lifestyle | Senin, 15 Agustus 2022 | 09:29 WIB

Terkini

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:39 WIB

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:03 WIB

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:43 WIB

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:32 WIB

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:08 WIB

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:05 WIB

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:01 WIB

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:21 WIB

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:16 WIB

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:10 WIB

×