Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Kendaraan Otonom: Mewujudkan Sistem Transportasi Masa Depan yang Lebih Cerdas

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 19:36 WIB
Kendaraan Otonom: Mewujudkan Sistem Transportasi Masa Depan  yang Lebih Cerdas
Webinar yang diselenggarakan secara daring ini merupakan hasil kolaborasi antara President University (PresUniv), Kementerian Perhubungan dan PT Jababeka & Co.

Suara.com - Kendaraan tanpa awak atau kendaraan otonom (autonomous vehicle, AV) merupakan moda transportasi masa depan dan akan menjadi bagian dari sistem transportasi cerdas (intelligent transport system atau ITS).

Kendaraan ini memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, tepat waktu, konsumsi bahan bakarnya hemat hingga 15%, mengurangi emisi karbon, mengatasi kemacetan lalu lintas, dan mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi akibat kelalaian manusia (human error) hingga 40%.

Dengan sejumlah keunggulannya tersebut, pemerintah ingin mengoperasikan AV di kawasan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur. Ini sejalan dengan konsep IKN,
yakni green and smart city yang mengutamakan penggunaan energi baru terbarukan dan ramah lingkungan. Jadi, penggunaan kendaraan listrik dan kendaraan otonom sejalan dengan konsep IKN.

Meski begitu masih ada sejumlah tantangan dalam mewujudkan AV sebagai bagian dari sistem transportasi nasional. Di antaranya, kesiapan jalan, kondisi lingkungan, jaringan internet, regulasi teknis yang terkait dengan laik jalan, termasuk pelaksanaan uji kendaraan. Pemerintah saat ini tengah menyusun dan mematangkan regulasi yang terkait dengan kendaraan otonom. Untuk mewujudkan AV menjadi bagian dari sistem transportasi nasional, pemerintah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari banyak pihak, seperti akademisi dan kalangan swasta.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Dr. Budi Karya Sumadi dalam sambutan kuncinya pada webinar Melirik Prospek Kendaraan Otonom di Indonesia:
Peluang serta Tantangannya. Webinar yang diselenggarakan secara daring ini merupakan hasil kolaborasi antara President University (PresUniv),
Kementerian Perhubungan dan PT Jababeka & Co. Lebih dari 500 peserta mengikuti webinar ini. Sebagian mereka adalah mahasiswa, dosen dan perwakilan dari sekitar 60 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Sementara, dalam sambutan pembukanya, Direktur PT Jababeka Tbk. Suteja Sidarta Darmono menegaskan, pihaknya siap mendukung kehadiran kendaraan
otonom di Indonesia. Suteja memaparkan, Jababeka saat ini tengah mengembangkan Jababeka Silicon Valley atau Correctio lewat kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indogen Capital dan PT Bisa Artifisial Indonesia (BISA AI).

Jababeka mengembangkan Correctio dengan dukungan tiga pilar, yakni Industry 4.0, Society 5.0, dan Transit Oriented Development (TOD). Correction hadir untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang ingin migrasi ke Industry 4.0. Untuk mendukung itu, ungkap Suteja, pihaknya tengah membangun jaringan internet 5G di
Jababeka Silicon Valley. AV, lanjut dia, membutuhkan dukungan infrastruktur. Salah satunya adalah koneksi internet yang kuat.

“Dengan adanya jaringan internet dengan sinyal yang kuat, AV dapat digunakan di kawasan ini,” kata Suteja.

Kelebihan dan Kekurangan Kendaraan Otonom

Selain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Suteja Darmono, webinar kendaraan otonom ini juga menghadirkan pembicara Irjen Pol. (Purn.) Drs. Budi
Setiyadi, S.H., M.Si., Staf Utama Menteri Perhubungan bidang Transportasi Darat dan Konektivitas, Rektor PresUniv Prof. Dr. Chairy yang juga pakar perilaku konsumen, Dr. Agung Wicaksono yang Managing Director PT Jababeka Infrastruktur, serta Jhanghiz Syahrivar, Ph.D., pakar pemasaran kontemporer dan peneliti kendaraan otonom dari PresUniv.

Menurut Budi Setiyadi, ada lima elemen yang menentukan perkembangan kendaraan bermotor, yakni persepsi, lokalisasi, perencanaan, kendali kendaraan
(vehicle control/driver control) dan sistem manajemen.

"Persepsi adalah proses untuk merasakan lingkungan di sekitar kendaraan otonom." kata Budi.

Jadi, lanjut dia, persepsi boleh dibilang sebagai “penglihatan” kendaraan dengan menggunakan dukungan teknologi sensor, seperti LiDAR (Light Distance and Ranging), RADAR dan computer vission. Teknologi sensor lainnya yang bisa digunakan adalah front camera dan sensor ultrasonic.

Sementara, lokalisasi berfungsi mengidentifikasi posisi kendaraan, rambu lalu lintas, persimpangan jalan, termasuk kemacetan. Lalu, perencanaan berfungsi untuk menentukan kemudi dan pergerakan kendaraan berdasarkan informasi dari persepsi. Kemudian, kendali kendaraan digunakan saat kendaraan mulai dipergunakan, dan sistem manajemen merupakan proses komunikasi antara manusia dengan mesin
mobil otonom atau biasa disebut Human Machine Interface.

Menurut Budi Setiyadi, selain memiliki beberapa kelebihan, kendaraan otonom juga ada kekurangannya, yakni teknologinya masih mahal. Ini membuat harga
kendaraan otonom menjadi tinggi. Selain itu, lanjut Budi Setiyadi, oleh karena kendaraan ini dikendalikan komputer, ada potensi penyadapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jababeka-Lanal Morotai Kibarkan Bendera di Bawah Laut Bersama Hiu Jinak

Jababeka-Lanal Morotai Kibarkan Bendera di Bawah Laut Bersama Hiu Jinak

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:43 WIB

Andalkan Teknologi 5G dan IoT, Telkomsel Kolaborasi dengan Jababeka

Andalkan Teknologi 5G dan IoT, Telkomsel Kolaborasi dengan Jababeka

Tekno | Senin, 15 Agustus 2022 | 21:43 WIB

BMW Bangun Sirkuit Khusus Uji Coba Mobil Otonom

BMW Bangun Sirkuit Khusus Uji Coba Mobil Otonom

Otomotif | Rabu, 03 Agustus 2022 | 08:16 WIB

Terkini

Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?

Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 12:02 WIB

Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus

Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:59 WIB

Dari Kilang hingga Minyak, Ini Isi Diplomasi Energi Prabowo ke Rusia

Dari Kilang hingga Minyak, Ini Isi Diplomasi Energi Prabowo ke Rusia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:56 WIB

Pentingnya SKU: Cara Mengurus Surat Keterangan Usaha dan Keuntungannya bagi UMKM

Pentingnya SKU: Cara Mengurus Surat Keterangan Usaha dan Keuntungannya bagi UMKM

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:49 WIB

KKP Dorong Nelayan Jualan Online, Peluang Cuan dari E-Commerce Terbuka Lebar

KKP Dorong Nelayan Jualan Online, Peluang Cuan dari E-Commerce Terbuka Lebar

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:42 WIB

Emas Antam Lagi Meroket, Harganya Dibanderol Rp 2,86 Juta per Gram

Emas Antam Lagi Meroket, Harganya Dibanderol Rp 2,86 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:22 WIB

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Semua Melesat, Saham Taipan Prajogo Pangestu Jadi Penyelamat IHSG

Semua Melesat, Saham Taipan Prajogo Pangestu Jadi Penyelamat IHSG

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 10:55 WIB

Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 10:24 WIB

IHSG Meroket, Efek Saham-saham Prajogo Pangestu Diborong Asing?

IHSG Meroket, Efek Saham-saham Prajogo Pangestu Diborong Asing?

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 10:07 WIB