Kendaraan Otonom: Mewujudkan Sistem Transportasi Masa Depan yang Lebih Cerdas

Iwan Supriyatna

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 19:36 WIB
Kendaraan Otonom: Mewujudkan Sistem Transportasi Masa Depan  yang Lebih Cerdas
Webinar yang diselenggarakan secara daring ini merupakan hasil kolaborasi antara President University (PresUniv), Kementerian Perhubungan dan PT Jababeka & Co.

“Dalam konteks
Indonesia, masih banyak penduduk yang menggantungkan hidupnya dengan menjadi
pengemudi. Kalau semakin banyak kalangan yang memakai kendaraan otonom, ini berpotensi meningkatkan angka pengangguran,” papar Budi Setiyadi.

Di Indonesia, saat ini kendaraan otonom yang berbasis tenaga listrik telah hadir sejak Mei 2022, namun masih dioperasikan secara terbatas. Kendaraan dengan nama Navya Arma saat ini beroperasi di Q Big BSD City dan kawasan BSD Green Office Park, keduanya di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Proses Adopsi AV Perlu Disiapkan

Sementara, Chairy membahas prospek kendaraan otonom dari perspektif perilaku konsumen. Menurut Chairy, saat ini AV masih menjadi sesuatu yang baru di
masyarakat. Maka, agar kehadirannya bisa diterima, yakni masyarakat mau menggunakannya secara rutin, proses adopsinya perlu dipersiapkan. Apalagi, lanjut
Chairy, AV adalah produk inovasi yang dapat mengubah perilaku konsumen dan sistem transportasi dunia, termasuk Indonesia.

Chairy lalu memaparkan sejumlah riset tentang perilaku konsumen yang terkait AV. Pertama, tentang kontrol. Semakin tinggi keinginan konsumen untuk mengontrol, maka keinginannya untuk menggunakan, atau membeli, justru cenderung semakin kecil.

“Sebab ada aspek lain dari mengemudi. Bagi seseorang yang menikmati mengemudikan kendaraan, ia masih
punya keinginan untuk mengontrol semuanya.” kata Chairy.

Sementara, dengan AV, penumpang hanya perlu duduk manis hingga sampai ke tujuan.

“Hal semacam ini perlu menjadi perhatian,” ucap Chairy.

Kedua, Chairy menemukan masih adanya miskonsepsi tentang AV. Misalnya, ada yang menganggap AV sudah tersedia di pasar. Padahal, kenyataannya belum ada.
Jadi, kalau sekarang ada yang mengoperasikan kendaraan otonom, itu baru sebatas prototipe.

baca juga

“Kalau ada miskonsepsi semacam ini, konsumen justru akan lebih mudah menerima kehadiran AV.” ucapnya.

Ketiga, AV adalah inovasi yang terbilang radikal. Inovasi yang semacam ini, lanjut Chairy, justru menimbulkan akan resistensi dari konsumen.

“Konsumen menjadi tidak yakin dengan keandalan produknya. Misalnya, bagaimana kalau terjadi kegagalan dari sistem IT-nya. Ini akan membuat konsumen ragu-ragu memakai AV,” paparnya.

Maka, saran Chairy, untuk meningkatkan adopsi konsumen terhadap AV, sebaiknya jangan langsung masuk ke level tertinggi dari AV, yakni level 5 yang full
automation.

“Sebaiknya mulai dari level yang paling rendah dulu. Ketika konsumen sudah mulai yakin dan mau menggunakan, perlahan-lahan ditingkatkan ke
level yang lebih tinggi.” katanya.

Sementara, Managing Director PT Jababeka Infrastruktur Dr. Agung Wicaksono memaparkan penggunaan AV atau kendaraan otonom di berbagai negara.

“Ujicoba AV paling cocok dilakukan di lingkungan kampus.” kata Agung.

Ia lalu memaparkan pengalamannya menggunakan AV di Nanyang Technological University, Singapura.

“Di sana suda ada bus otonom yang dipakai untuk mengangkut mahasiswa. Selain bus, ada juga kendaraan otonom lainnya yang mampu berjalan sendiri tanpa pengemudi. Itu menunjukkan kemampuan persepsi, lokalisasi, dan sensor,” papar Agung.

Agung juga memaparkan kesiapan kawasan industri Jababeka untuk menggunakan dan menjadi bagian dari sistem transportasi masa depan.

“Di kawasan Jababeka sudah ada charging untuk electric vehicle (EV). Lalu, di kawasan ini pula sudah ada pabrik baterei dan charging untuk EV,” kata Agung.

Selain itu, ungkap Agung, Jababeka akan menjadi titik temu berbagai jaringan transportasi publik masa depan.

“Akan ada Light Rail Transit (LRT) yang sebentar
lagi beroperasi dengan stasiun di Bekasi Timur. Lalu, tahun depan kereta cepat Jakarta-Bandung juga akan beroperasi. Stasiunnya berada di Karawang, tak jauh dari Jababeka. Kemudian, stasiun terakhir Mass Rapid Transport (MRT) jaringan timurbarat dari Balaraja di Tangerang akan berhenti di Cikarang, Bekasi,” paparnya.

EV Membuat Industri Pariwisata Lebih Futuristik

Peneliti dari PresUniv, Jhanghiz Syahrivar Ph.D., memaparkan hasil risetnya tentang potensi pasar kendaraan otonom. Katanya, saat ini populasi dunia sudah mulai menua.

“Semakin banyak penduduk dunia yang berusia lebih dari 60 tahun,” ucap Jhanghiz.

Di Indonesia, misalnya, jumlahnya mencapai 25 juta atau sekitar 10% dari populasi.

“Ditambah dengan para penyandang difabel, mereka ini menjadi pasar potensial dari kendaraan otonom atau EV,” urainya.

Jhanghiz juga melihat pentingnya penggunaan EV di industri pariwisata.

“Itu akan membuat wajah industri pariwisata menjadi lebih futuristik,” tegasnya.

Selain itu, Jhanghiz juga menyoroti masalah kurangnya tenaga pengemudi di sektor logistik, yang mengoperasikan truk-truk berukuran besar.

“EV bisa menjadi solusi atas masalah ini,” katanya.

Selebihnya, potensi EV juga tercermin dari terus meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi emisi karbon, menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas akibat human error, serta pentingnya efisiensi dalam
berkendara. Meski begitu Jhanghiz juga khawatir dengan masih tingginya risiko gagal sistem.

Dia mengutip sebuah riset yang dilakukan tahun 2015.

“AV diharapkan mampu menurunkan tingkat kecelakaan akibat human error. Faktanya, menurut riset tersebut, tingkat tabrakan (collision) EV masih lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan yang dikemudikan secara manual. Perbandingannya, EV 9,1 per juta mil dan yang manual hanya 4,1 per juta mil.”Papar Jhanghiz.

Jhanghiz juga menyoroti lambatnya perkembangan EV karena tiga masalah utama. Urainya, 80% masalah adalah bagaimana membuat EV bisa tetap mengikuti
garis yang ada di jalan. Lalu, 10%-nya lebih rumit, yakni bagaimana EV saat melintas di persimpangan jalan atau bundaran, serta 10% lainnya adalah bagaimana EV
mampu merespon kondisi-kondisi yang tidak terduga (edge cases).

“Contohnya adalah kalau ada hewan yang tiba-tiba melintas,” kata Jhanghiz.

Itulah sejumlah kendala dari perkembangan dan penerapan EV di Indonesia maupun dunia. Sebagai bagian dari sistem transportasi masa depan, kehadiran EV merupakan keniscayaan. Guna mengatasi berbagai masalah tersebut, pemerintah, dunia industri dan para peneliti di perguruan tinggi perlu berkolaborasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jababeka-Lanal Morotai Kibarkan Bendera di Bawah Laut Bersama Hiu Jinak

Jababeka-Lanal Morotai Kibarkan Bendera di Bawah Laut Bersama Hiu Jinak

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:43 WIB

Andalkan Teknologi 5G dan IoT, Telkomsel Kolaborasi dengan Jababeka

Andalkan Teknologi 5G dan IoT, Telkomsel Kolaborasi dengan Jababeka

Tekno | Senin, 15 Agustus 2022 | 21:43 WIB

BMW Bangun Sirkuit Khusus Uji Coba Mobil Otonom

BMW Bangun Sirkuit Khusus Uji Coba Mobil Otonom

Otomotif | Rabu, 03 Agustus 2022 | 08:16 WIB

Terkini

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 19:17 WIB

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Video | Selasa, 15 September 2026 | 19:15 WIB

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:14 WIB

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:10 WIB

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:08 WIB

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:06 WIB

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:03 WIB

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

×