Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Inflasi AS Kembali Meningkat, Harga Minyak Dunia Loyo

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 14 September 2022 | 08:08 WIB
Inflasi AS Kembali Meningkat, Harga Minyak Dunia Loyo
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia kembali bergerak melemah pada perdagangan hari Selasa, membalikkan penguatan di awal sesi karena inflasi Amerika secara tak terduga kembali meningkat pada bulan Agustus.

Hal tersebut tentunya memberikan dorongan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga yang agresif lagi pekan depan.

Mengutip CNBC, Rabu (14/9/2022) minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman November, patokan internasional, ditutup turun 83 sen atau 0,9 persen menjadi USD93,17 per barel, setelah diperdagangkan antara USD95,53 dan USD91,05.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Oktober, berkurang 47 sen, atau 0,5 persen menjadi USD87,31 per barel, setelah menyentuh posisi tertinggi di USD89,31 dan terendah USD85,06.

Indeks harga konsumen (IHK) naik 0,1 persen bulan lalu setelah tidak berubah pada Juli, tutur Departemen Tenaga Kerja Amerika.

Pejabat Fed akan bertemu Selasa dan Rabu depan, dengan inflasi jauh di atas target 2 persen bank sentral AS itu.

"The Fed mungkin harus menaikkan suku lebih cepat dari ekspektasi yang dapat menyebabkan sentimen 'risk back off' pada minyak mentah dan penguatan lebih lanjut untuk dolar," kata Dennis Kissler, Vice President BOK Financial.

Minyak umumnya dibanderol dalam dolar AS, sehingga penguatan  greenback  membuat komoditas tersebut lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pembatasan Covid-19 yang diperbarui di China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia, juga membebani harga minyak mentah.

Jumlah perjalanan selama liburan Festival Pertengahan Musim Gugur tiga hari di China menyusut, dengan pendapatan pariwisata juga jeblok, data resmi menunjukkan, karena pembatasan terkait Covid membuat orang enggan bepergian.

Sebelumnya, dua kontrak itu melambung lebih dari USD1,50 per barel di awal sesi, didukung kekhawatiran atas persediaan yang lebih ketat.

"Prospek struktural pasar minyak tetap ketat, tetapi untuk saat ini, itu diimbangi oleh tantangan permintaan siklikal," kata Morgan Stanley.

Sementara itu Srategic Petroleum Reserve (SPR) Amerika turun 8,4 juta barel menjadi 434,1 juta barel pekan lalu, terendah sejak Oktober 1984, menurut data pemerintah, Senin. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPH Migas Sebut Digitalisasi Penyaluran BBM Jadi Solusi Subsidi Tepat Sasaran

BPH Migas Sebut Digitalisasi Penyaluran BBM Jadi Solusi Subsidi Tepat Sasaran

| Selasa, 13 September 2022 | 20:41 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Meski Permintaan Diproyeksi Lebih Lesu

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Meski Permintaan Diproyeksi Lebih Lesu

Bisnis | Selasa, 13 September 2022 | 08:53 WIB

Sri Mulyani Sebut Kenaikan Harga BBM Sudah Tepat Meski Harga Minyak Dunia Turun

Sri Mulyani Sebut Kenaikan Harga BBM Sudah Tepat Meski Harga Minyak Dunia Turun

Bisnis | Selasa, 13 September 2022 | 08:38 WIB

Terkini

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:29 WIB

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB