Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Produk Inovasi Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Kentang di Karo

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 14 September 2022 | 12:41 WIB
Produk Inovasi Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Kentang di Karo
Produk inovasi Pupuk Indonesia Grup terbukti meningkatkan produktivitas tanaman kentang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Suara.com - Produk inovasi Pupuk Indonesia Grup terbukti meningkatkan produktivitas tanaman kentang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Produk tersebut berupa pupuk non subsidi dengan nama Petro ZA Plus dan Phosgreen yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal mengatakan bahwa pemanfaatan pupuk non subsidi ini dilakukan pada demplot (demonstration plot) pada budidaya bibit kentang. Peningkatan produktivitas ini juga diharapkan berdampak positif bagi para petani khususnya di tengah ketidakpastian harga komoditas di pasar.

“Pupuk Indonesia Grup selalu memberikan inovasi dalam pengembangan produk dan layanan serta berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan salah satunya melalui penyediaan pupuk non subsidi Phosgreen dan ZA Plus yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian khususnya pada tanaman kentang,” demikian ungkap Gusrizal.

Bentuk inovasi Pupuk Indonesia, dikatakan Gusrizal juga tidak terbatas hanya pada pupuk. Perseroan juga memberikan layanan uji tanah secara gratis kepada petani. Tujuannya, agar para petani mengetahui unsur hara tanah dalam menentukan rekomendasi pemupukan yang tepat sesuai spesifikasi lokasi.

Selanjutnya, Pupuk Indonesia Grup juga mengimplementasikan sistem digitalisasi dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap customer atau stakeholder dalam hal ini petani. Sistem digital yang diterapkan BUMN sektor pupuk ini antara lain Retail Management System (RMS) atau aplikasi Rekan, hingga Distribution Planning Center System (DPCS).

“Semoga kegiatan ini menjadi salah satu momentum bagi petani Indonesia untuk meningkatkan daya saing untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo mengungkapkan pupuk non subsidi hasil inovasi ini menjadi alternatif pilihan petani agar tidak melulu bergantung pada pupuk bersubsidi. Pasalnya, pupuk non subsidi Petro ZA Plus dan Phosgreen ini terbukti meningkatkan produktivitas budidaya kentang.

Dari hasil demplot, jumlah rata-rata umbi per tanaman kentang sebanyak 26 umbi, dengan bobot sekitar 1,39 kilogram (kg), sehingga estimasi total panen mencapai 30 ton per hektar. Sedangkan, pada budidaya petani sebelumnya hanya diperoleh rata-rata ubi per tanaman seberat 1 kg atau estimasi total panen sekitar 22 ton per hektar. Artinya ada peningkatan produktivitas sekitar 8 ton per hektar.

“Saya berharap budidaya demplot yang telah kita laksanakan selama 3,5 bulan ini dapat diduplikasi oleh petani kentang lain di Kabupaten Karo, maupun petani di Sumatera Utara sehingga manfaat dari produk terbaik Petrokimia Gresik ini dapat menjangkau lebih luas lagi, dan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian daerah,” kata Dwi Satriyo

Adapun rekomendasi pemupukan pada demplot di lahan seluas 0,2 hektar antara lain Petro ZA Plus (100 kg), Phosgreen (100 kg), NPK Phonska Plus (200 kg), ZK (50 kg) dan Petroganik (400 kg). Petrokimia Gresik dalam demplot ini juga memberikan kawalan untuk pengendalian hama.

Petro ZA Plus memiliki kandungan Nitrogen 21%, Sulfur 24%, dan Zinc 1000 ppm. Keunggulan pupuk ini mampu memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah daun dan menjadikan warna daun tampak lebih hijau. Selain itu juga meningkatkan mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa, dan besar buah/umbi, serta menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama atau penyakit.

Sedangkan Phosgreen, dilahirkan dengan kandungan Fosfat dan Kalsium masing-masing minimal 20%, serta Magnesium minimal 3% yang berfungsi memacu pertumbuhan akar, pembentukan bunga, serta meningkatkan ketahanan hasil panen sehingga mengurangi penyusutan selama penyimpanan. Phosgreen juga diperkaya dengan tambahan unsur hara Sulfur yang dapat meningkatkan mutu hasil panen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aplikasi Rekan Mudahkan Petani Tebus Pupuk di Kios

Aplikasi Rekan Mudahkan Petani Tebus Pupuk di Kios

Bisnis | Selasa, 13 September 2022 | 10:59 WIB

Limbah Batubara Ternyata Bisa Dimanfaatkan untuk Bahan Baku Pupuk

Limbah Batubara Ternyata Bisa Dimanfaatkan untuk Bahan Baku Pupuk

Bisnis | Sabtu, 10 September 2022 | 14:31 WIB

Tingkatkan Kontribusi untuk Negara, Pupuk Indonesia Perkuat Inovasi

Tingkatkan Kontribusi untuk Negara, Pupuk Indonesia Perkuat Inovasi

Bisnis | Jum'at, 09 September 2022 | 15:13 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB