Wall Street Anjlok Usai The Fed Naikkan Suku Bunga Efek 'Buruknya' Laporan Keuangan AS

M Nurhadi Suara.Com
Jum'at, 16 September 2022 | 07:48 WIB
Wall Street Anjlok Usai The Fed Naikkan Suku Bunga Efek 'Buruknya' Laporan Keuangan AS
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.

Suara.com - Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat (16/9/2022) pagi, usai data ekonomi AS yang mengagetkan investor membuat The Fed melakukan pengetatan secara agresif guna menghadapi inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 173,27 poin atau 0,56 persen dan berada di 30.961,82 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 44,66 poin atau 1,13 persen, berakhir di 3.901,35 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 167,32 poin atau 1,43 persen, menjadi ditutup di 11.552,36 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor energi dan utilitas masing-masing merosot 2,54 persen dan 2,53 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan dan keuangan menambah sedikit keuntungan.

Aksi jual juga terjadi jelang akhir sesi, dengan para pemimpin pasar termasuk Microsoft Corp, Apple Inc dan Amazon.com Inc memukul paling keras Nasdaq yang sarat teknologi.

"Ini merupakan tahun yang sulit dan investor waspada," kata Managing Partner di Keator Group, sebuah perusahaan manajemen kekayaan di Lenox, Massachusetts, Matthew Keator.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (15/9/2022) bahwa klaim pengangguran awal negara itu, cara kasar untuk mengukur PHK, turun 5.000 menjadi 213.000 untuk pekan yang berakhir 10 September, menandai level terendah sejak akhir Mei. Ini juga merupakan minggu kelima berturut-turut klaim pengangguran turun.

Penjualan ritel AS naik tak terduga 0,3 persen pada Agustus setelah jatuh 0,4 persen pada Juli, menurut Departemen Perdagangan.

Tak satu pun dari data tampaknya mengubah kalkulus mengenai ekspektasi Fed. Pasar keuangan sekarang telah sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada Rabu (21/9/2022) depan, dengan peluang satu-dalam-lima dari kenaikan berukuran super 100 basis poin, menurut alat FedWatch CME.

Ekuitas AS telah berada di bawah tekanan baru-baru ini karena kekhawatiran atas inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi mencengkeram pasar.

Baca Juga: Ridwan Kamil Bikin Sayembara Arti TPID, Jawaban Netizen Bikin Ngakak: Tempat Penitipan Istri Dua

Laporan indeks harga konsumen AS Agustus yang lebih panas dari perkiraan pada Selasa (13/9/2022) menunjukkan bahwa inflasi mungkin menjadi mengakar dan mendorong kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih agresif dari The Fed.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI