Indonesia Bisa Jadi Pemain Utama Sawit Dunia Jika Pengembangan Tidak Hanya Fokus Minyak Goreng

M Nurhadi

Senin, 19 September 2022 | 13:59 WIB
Indonesia Bisa Jadi Pemain Utama Sawit Dunia Jika Pengembangan Tidak Hanya Fokus Minyak Goreng
Ratusan mobil antre menjual tandan buah segar kelapa sawit di salah satu pabrik minyak kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Selasa (27/5/2022) ANTARA/Ferri.

Suara.com - Penelitian dan dan inovasi produk hilir kelapa sawit di Indonesia masih sangat menjanjikan. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga.

Bukan tanpa alasan, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mengatakan, merujuk proyeksi volume ekspor pada 2022, produk hilir mencapai 27 juta ton dan produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berjumlah 1,6 juta ton.

Sementara, pasar sawit di dalam negeri atau konsumsi domestik mencapai 20,45 juta ton terdiri atas penggunaan untuk industri makanan/minyak goreng 9,48 juta ton serta pemakaian segmen nonmakanan (oleokimia dan gliserin) dan energi masing-masing 2,1 juta ton dan 8,8 juta ton.

"Agar Indonesia dapat menjadi pemimpin sawit dunia dan menjadi price setter, pengembangan teknologi baru sangat dibutuhkan untuk dapat menciptakan nilai tambah tinggi bagi produk sawit di Indonesia," kata dia.

Sehingga, ia menyebut, investor akan semakin banyak dan sekitar 65 persen produk industri kelapa sawit dapat dikonsumsi di dalam negeri dan sisanya 35 persen diekspor atau mungkin kebalikannya, 41 persen untuk domestik dan sisanya 59 persen untuk ekspor.

Ia menjelaskan,pengembangan sawit harus tepat, yaitu untuk bahan pangan, maka minyak sawit didefinisikan sebagai bahan makanan (trigliserida) yang bernutrisi alami tinggi dan dikembangkan ke arah functional products kepada komponen nutrisi dari sawit.

"Jangan lagi mempertahankan konsep lama yang sudah 100 tahun berlangsung, yaitu terfokus kepada trigliserida, sebagai sumber energi saja," kata dia.

Selain itu, menurut dia, pengembangan inovasi produk lebih ke hilir akan mendapatkan nilai tambah sebanyak enam kali lipat. 

"Semakin ke hilir, maka semakin tinggi nilainya," ujarnya.

baca juga

Sebagai contoh, produk derivatif surfaktan nilai tambah sebesar 300 persen. Selanjutnya, produk specialties antara lain kosmetika, parfum, detergen, dan cat mempunyai nilai tambah mencapai 600 persen.

Menurut dia, pengembangan riset produk hilir dan turunan kelapa sawit belum banyak dilakukan di perguruan tinggi, padahal semakin hilir produk sawit, maka nilai tambah dan profit yang dihasilkan akan semakin tinggi.

Sahat mengatakan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia dapat berkontribusi lebih besar dalam dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah sawit, baik melalui minyaknya dan demikian pula halnya dengan hasil samping biomassa sawit yang berlimpah.

"Pusat riset produk hilir sawit dapat dibangun di sini," ujarnya dalam MIPAtalks Series 9 bertemakan "Inovation in Palm Oil Industry Makes Indonesia Leads in Fulfilling the Worlds Energy Crisis", Kamis (15/9/2022).

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) Dede Djuhana menyambut baik usulan GIMNI dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional melalui sawit, sebab ketahanan pangan menjadi prioritas riset nasional.

Berkaitan pengembangan riset produk sawit lebih ke hilir, FMIPA UI berencana mendirikan Pusat Riset & Inovasi Industri Sawit Nasional untuk mengembangkan riset produk turunan sawit bernilai tambah tinggi yang dapat diaplikasikan bagi masyarakat dan dunia industri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ABG Bawa Anak Buaya saat Tawuran, Ternyata Hewan Peliharaan Sekolah, Ortunya Dipanggil Polisi

ABG Bawa Anak Buaya saat Tawuran, Ternyata Hewan Peliharaan Sekolah, Ortunya Dipanggil Polisi

Dexcon | Senin, 19 September 2022 | 13:02 WIB

Ngeri! Bukan Celurit, Pemuda Ini Malah Bawa Anak Buaya saat Tawuran

Ngeri! Bukan Celurit, Pemuda Ini Malah Bawa Anak Buaya saat Tawuran

Poptren | Senin, 19 September 2022 | 12:37 WIB

11 ABG Ditangkap, Begini Alasan Remaja Bawa Anak Buaya Milik Sekolahnya saat Tawuran di Duren Sawit

11 ABG Ditangkap, Begini Alasan Remaja Bawa Anak Buaya Milik Sekolahnya saat Tawuran di Duren Sawit

Jakarta | Senin, 19 September 2022 | 12:22 WIB

Disbun Kaltim Minta Petani Sawit Swadaya Harus Bermitra: Kalau Tidak Sepakat Jangan Dijual

Disbun Kaltim Minta Petani Sawit Swadaya Harus Bermitra: Kalau Tidak Sepakat Jangan Dijual

Kaltim | Senin, 19 September 2022 | 11:30 WIB

Harga TBS Sawit di Kalbar Mulai Merangkak Naik, Segini Daftar Harga Periode 1 September

Harga TBS Sawit di Kalbar Mulai Merangkak Naik, Segini Daftar Harga Periode 1 September

Kalbar | Senin, 19 September 2022 | 10:56 WIB

Video Viral Pemuda Tawuran di Jakarta Timur Bawa Anak Buaya sebagai Senjata

Video Viral Pemuda Tawuran di Jakarta Timur Bawa Anak Buaya sebagai Senjata

Sumbar | Minggu, 18 September 2022 | 23:08 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×