Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.334,476
LQ45 632,546
Srikehati 309,556
JII 380,675
USD/IDR 17.905

PTPN III Launching Produk Unggulan Hasil Kerja Sama Riset Indonesia Plantation dan Forestry Institute

Iwan Supriyatna

Rabu, 21 September 2022 | 19:04 WIB
PTPN III Launching Produk Unggulan Hasil Kerja Sama Riset Indonesia Plantation dan Forestry Institute
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama Perum Perhutani menggelar launching produk unggulan hasil kerja sama riset dengan IPFRI.

Suara.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama Perum Perhutani menggelar launching produk unggulan hasil kerja sama riset dengan Indonesia Plantation & Forestry Research Institute (IPFRI). Acara tersebut dilaksanakan secara hybrid di Gedung Agro Plaza, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sejumlah produk unggulan yang diluncurkan tersebut, yakni dua produk pupuk bernama Glow Green dan Biosilac, serta tiga bahan tanaman bernama Kakao Varietas ICCRI 09, Klon Jati, dan Klon Kayu Putih.

Pupuk Glow Green, Biosilac, dan bahan tanaman Kakao Varietas ICCRI 09, merupakan hasil pengembangan dan riset yang dilakukan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Sementara, Klon Jati, dan Klon Kayu Putih, adalah produk hasil riset Perum Perhutani.

Peluncuran produk unggulan tersebut, dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury, Asisten Deputi Bidang Usaha Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN Rachman Ferry Isfianto, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani, dan Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro.

Selain peninjauan langsung produk yang di-launching, agenda tersebut juga diisi dengan talkshow terkait Policy Brief: Kajian Analisis Ancaman Resesi Global dan Dampak pada PTPN Group, serta talkshow tentang produk bahan tanam dan pupuk unggulan PTPN III dan Perhutani.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, dalam sambutannya mengatakan, saat ini, beberapa tantangan yang harus dihadapi sektor perkebunan dan kehutanan, yakni mahalnya harga pupuk, perubahan cuaca dan iklim yang tidak menentu akibat dari climate change, serta produktivitas beberapa komoditas perkebunan dan kehutanan yang masih rendah.

“Oleh karenanya, peran dari research institute menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya tahan, sekaligus daya saing dari sebuah korporasi,” ujarnya.

“Pada tahun 1911 pertama kelapa sawit dikembangkan sebagai tanaman komersial yang mana sebelumnya hanya dikenal sebagai tanaman hutan. Kemudian pada tahun 1923, varietas POJ 2878 sebagai varietas tebu unggul yang sangat spektakuler, yang mana mampu meningkatkan produksi gula secara drastis, yaitu sekitar 35% dari varietas sebelumnya dan tahan akan penyakit sereh”, ujar Ghani.

Di tahun ini, kata Abdul Ghani, IPFRI telah menghasilkan tiga inovasi unggulan, yakni Pupuk Anorganik Glow Green, Pupuk Hara Mikro BioSilica dan Bahan tanam yaitu Klon Kakao ICCRI 09, Klon Unggul Jati dan Klon Unggul Kayu Putih.

baca juga

Selain itu, untuk mendukung program swasembada gula nasional PTPN melalui lembaga riset yang dimiliki akan segera merilis 6 varietas tebu unggulan yang memiliki potensi produktivitas lebih dari 10 ton gula per ha.

Abdul Ghani mengatakan, Holding Perkebunan Nusantara dan Perhutani, terus berkomitmen untuk menjadikan Indonesia Plantation and Forestry Research Institute (IPFRI) sebagai ujung tombak riset di bidang perkebunan dan kehutanan.

“Kami menjadikan IPFRI sebagai one stop serving bagi kebutuhan teknologi, produk, proses, lingkungan, jasa, dan ekonomi, serta kebijakan di bidang perkebunan dan kehutanan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro, menyampaikan, bahwa sejak dibentuknya IFRI, pihaknya terus berkoordinasi dengan PTPN Group untuk turut berkontribusi aktif mengembangkan inovasi melalui riset terhadap produk-produk kehutanan.

“Kita harapkan dari IFRI muncul tallent-tallent yang bisa berstanbdar internasional dan menghasilkan produk inovasi tinggi,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, Klon Jati, dan Klon Kayu Putih, dikembangkan Perum Perhutani dengan berberapa alasan. Untuk kayu jati, misalnya. Selama ini, masa daur kayu jati relatif panjang dengan rata-rata penambahan lingkar pohon haya 1 cm per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Holding Perkebunan Nusantara Berkomitmen Dampingi Pelaku UMKM Hingga Naik Kelas

Holding Perkebunan Nusantara Berkomitmen Dampingi Pelaku UMKM Hingga Naik Kelas

Bisnis | Minggu, 18 September 2022 | 15:20 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Terus Akselerasikan Transformasi Bisnis di PTPN Group

Holding Perkebunan Nusantara Terus Akselerasikan Transformasi Bisnis di PTPN Group

Bisnis | Selasa, 13 September 2022 | 09:56 WIB

BPCB Jatim Mutakhirkan Data Cagar Budaya Gedung PTPN XI

BPCB Jatim Mutakhirkan Data Cagar Budaya Gedung PTPN XI

Metro | Rabu, 07 September 2022 | 13:23 WIB

Terkini

Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu

Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu

Sulsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:35 WIB

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:00 WIB

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

×