PTPN III Launching Produk Unggulan Hasil Kerja Sama Riset Indonesia Plantation dan Forestry Institute

Iwan Supriyatna

Rabu, 21 September 2022 | 19:04 WIB
PTPN III Launching Produk Unggulan Hasil Kerja Sama Riset Indonesia Plantation dan Forestry Institute
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama Perum Perhutani menggelar launching produk unggulan hasil kerja sama riset dengan IPFRI.

Suara.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama Perum Perhutani menggelar launching produk unggulan hasil kerja sama riset dengan Indonesia Plantation & Forestry Research Institute (IPFRI). Acara tersebut dilaksanakan secara hybrid di Gedung Agro Plaza, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sejumlah produk unggulan yang diluncurkan tersebut, yakni dua produk pupuk bernama Glow Green dan Biosilac, serta tiga bahan tanaman bernama Kakao Varietas ICCRI 09, Klon Jati, dan Klon Kayu Putih.

Pupuk Glow Green, Biosilac, dan bahan tanaman Kakao Varietas ICCRI 09, merupakan hasil pengembangan dan riset yang dilakukan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Sementara, Klon Jati, dan Klon Kayu Putih, adalah produk hasil riset Perum Perhutani.

Peluncuran produk unggulan tersebut, dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury, Asisten Deputi Bidang Usaha Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN Rachman Ferry Isfianto, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani, dan Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro.

Selain peninjauan langsung produk yang di-launching, agenda tersebut juga diisi dengan talkshow terkait Policy Brief: Kajian Analisis Ancaman Resesi Global dan Dampak pada PTPN Group, serta talkshow tentang produk bahan tanam dan pupuk unggulan PTPN III dan Perhutani.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, dalam sambutannya mengatakan, saat ini, beberapa tantangan yang harus dihadapi sektor perkebunan dan kehutanan, yakni mahalnya harga pupuk, perubahan cuaca dan iklim yang tidak menentu akibat dari climate change, serta produktivitas beberapa komoditas perkebunan dan kehutanan yang masih rendah.

“Oleh karenanya, peran dari research institute menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya tahan, sekaligus daya saing dari sebuah korporasi,” ujarnya.

“Pada tahun 1911 pertama kelapa sawit dikembangkan sebagai tanaman komersial yang mana sebelumnya hanya dikenal sebagai tanaman hutan. Kemudian pada tahun 1923, varietas POJ 2878 sebagai varietas tebu unggul yang sangat spektakuler, yang mana mampu meningkatkan produksi gula secara drastis, yaitu sekitar 35% dari varietas sebelumnya dan tahan akan penyakit sereh”, ujar Ghani.

Di tahun ini, kata Abdul Ghani, IPFRI telah menghasilkan tiga inovasi unggulan, yakni Pupuk Anorganik Glow Green, Pupuk Hara Mikro BioSilica dan Bahan tanam yaitu Klon Kakao ICCRI 09, Klon Unggul Jati dan Klon Unggul Kayu Putih.

baca juga

Selain itu, untuk mendukung program swasembada gula nasional PTPN melalui lembaga riset yang dimiliki akan segera merilis 6 varietas tebu unggulan yang memiliki potensi produktivitas lebih dari 10 ton gula per ha.

Abdul Ghani mengatakan, Holding Perkebunan Nusantara dan Perhutani, terus berkomitmen untuk menjadikan Indonesia Plantation and Forestry Research Institute (IPFRI) sebagai ujung tombak riset di bidang perkebunan dan kehutanan.

“Kami menjadikan IPFRI sebagai one stop serving bagi kebutuhan teknologi, produk, proses, lingkungan, jasa, dan ekonomi, serta kebijakan di bidang perkebunan dan kehutanan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro, menyampaikan, bahwa sejak dibentuknya IFRI, pihaknya terus berkoordinasi dengan PTPN Group untuk turut berkontribusi aktif mengembangkan inovasi melalui riset terhadap produk-produk kehutanan.

“Kita harapkan dari IFRI muncul tallent-tallent yang bisa berstanbdar internasional dan menghasilkan produk inovasi tinggi,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, Klon Jati, dan Klon Kayu Putih, dikembangkan Perum Perhutani dengan berberapa alasan. Untuk kayu jati, misalnya. Selama ini, masa daur kayu jati relatif panjang dengan rata-rata penambahan lingkar pohon haya 1 cm per tahun.

“Oleh karena itu, kita sudah riset dan mengembangkan jati yang pertumbuhannya double, dimana dalam 20 tahun lingkarnya sudah bisa mencapai 40 cm,” ujar wahyu.

Pun demikian dengan kayu putih. Saat ini, kata Wahyu, kebutuhan kayu putih sekitar 15 ton per tahun. Sementara, dari sisi produksi baru bisa memenuhi 20 % kebutuhan nasional.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, kami sudah melakukan riset dan pengembangan untuk membuat bibit tanam unggul yang mampu menghasilkan klon 3-4 kali lipat dari yang standar,” ujarnya.

Peluncuran produk unggulan Indonesia Plantation & Forestry Research Institute, mendapat apresiasi dari Kementerian BUMN. Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury, mengatakan, inovasi merupakan salah satu kegiatan yang penting di klaster perkebunan dan kehutanan untuk bisa melakukan pertumbuhan secara profitable dan sustainable.

Saat ini, kata Pahala, tantangan utama bagi Indonesia adalah terkait independensi dalam bidang energi dan food security. Hal itu, mengingat Indonesia masih mengimpor lebih 4 juta ton gula konsumsi dan gula industri per tahunnya.

“Ini tentu sungguh kondisi yang ironis, karena Indonesia punya kekuatan alam yang melimpah dan bisa terus kita optimalkan,” ujarnya.

Dengan adanya IPFRI, maka ke depan BUMN klaster perkebunan dan kehutanan diharapkan bisa menjawab tantangan tersebut.

“Dengan kekuatan yang ada, kita bisa terus meningkatkan produksi gula konsumsi, sehingga 5 tahun mendatang, Indonesia bisa mencapai swasembada gula konsumsi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Holding Perkebunan Nusantara Berkomitmen Dampingi Pelaku UMKM Hingga Naik Kelas

Holding Perkebunan Nusantara Berkomitmen Dampingi Pelaku UMKM Hingga Naik Kelas

Bisnis | Minggu, 18 September 2022 | 15:20 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Terus Akselerasikan Transformasi Bisnis di PTPN Group

Holding Perkebunan Nusantara Terus Akselerasikan Transformasi Bisnis di PTPN Group

Bisnis | Selasa, 13 September 2022 | 09:56 WIB

BPCB Jatim Mutakhirkan Data Cagar Budaya Gedung PTPN XI

BPCB Jatim Mutakhirkan Data Cagar Budaya Gedung PTPN XI

Metro | Rabu, 07 September 2022 | 13:23 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×