Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Penganekaragaman Pangan Lokal Jadi Kunci Atasi Krisis Pangan Global

Vania Rossa

Sabtu, 24 September 2022 | 07:58 WIB
Penganekaragaman Pangan Lokal Jadi Kunci Atasi Krisis Pangan Global
Ilustrasi pangan lokal. [Istimewa]

Suara.com - Krisis pangan global sudah di depan mata, yang dipicu oleh perubahan iklim, pandemi Covid-19, dan konflik. Perubahan iklim mempengaruhi negara-negara penghasil tanaman utama, dan ditambah pandemi Covid-19 mengganggu rantai pasokan pangan. Kekinian, konflik (perang) Ukraina memparah dampak negatif dari guncangan produksi pangan global tersebut.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis potensi dan kearifan lokal sangat penting sebagai alternatif guna menghadapi krisis pangan global.

"Salah satu alternatif dalam menjamin ketahanan pangan nasional adalah dengan meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan lokal," kata Arief Prasetyo Adi saat memberikan kuliah umum di Balai Senat UGM, Yogyakarta, Jumat (23/9/2022).

Arief mengatakan Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayati sehingga memiliki potensi tinggi untuk melakukan penganekaragaman konsumsi pangan.

Dengan penganekaragaman pangan, kata dia, diharapkan bisa melepas ketergantungan pada satu jenis pangan tertentu.

Menurut dia, penganekaragaman pangan dapat dikembangkan dengan memanfaatkan pangan lokal secara masif dan pengembangan inovasi, serta formulasi rekayasa sosial.

Arief melanjutkan, dalam situasi krisis pangan, beberapa negara produsen pangan di dunia mengambil kebijakan restriksi ekspor terhadap komoditas tertentu, seperti gandum, gula, daging sapi, dan kedelai.

Sejumlah negara seperti negara Rusia, India, dan Ukrania yang membatasi ekspor gandum yang kemudian mengakibatkan naiknya harga komoditas pangan global.

"Oleh karena itu, Indonesia harus menyikapi dengan mengoptimalkan potensi pangan dalam negeri," ujar dia.

baca juga

Stabilisasi dan ketersediaan pangan nasional, menurut Arief, harus ditopang oleh ekosistem pangan yang kuat serta kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) agar tidak menimbulkan tergantungan pada satu komoditas pokok saja.

Berangkat dari kondisi tersebut, Bapanas bekerja sama dengan UGM meluncurkan Gerakan Pangan B2SA Goes to Campus perdana.

Gerakan Pangan B2SA Goes to Campus, kata dia, mencakup kegiatan kampanye, promosi dan edukasi pangan B2SA, pengembangan menu B2SA pada kantin kampus, merdeka belajar melalui pendampingan kegiatan B2SA oleh mahasiswa, peningkatan kapasitas SDM keamanan pangan, dan pengawasan terpadu keamanan pangan segar.

"Diharapkan melalui kerja sama dengan civitas UGM, gerakan B2SA akan semakin masif dan memasyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, yaitu 'gen millennials' dan 'gen z'," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Jurus Mentan Pertahankan Keberlanjutan Produksi Pertanian RI

Tiga Jurus Mentan Pertahankan Keberlanjutan Produksi Pertanian RI

Bisnis | Rabu, 14 September 2022 | 14:07 WIB

Pemprov Sumut Lakukan Ini Hadapi Ancaman Krisis Pangan dan Inflasi

Pemprov Sumut Lakukan Ini Hadapi Ancaman Krisis Pangan dan Inflasi

Sumut | Selasa, 30 Agustus 2022 | 20:04 WIB

Harga Beras Masih Rp 10 Ribuan, Jokowi Minta Hal Ini Disyukuri

Harga Beras Masih Rp 10 Ribuan, Jokowi Minta Hal Ini Disyukuri

Bali | Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:05 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:35 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:04 WIB

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:38 WIB

IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor

IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:19 WIB

×