Prospek Ekonomi Memburuk, Harga Minyak Dunia Suram

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 30 September 2022 | 07:39 WIB
Prospek Ekonomi Memburuk, Harga Minyak Dunia Suram
Ilustrasi harga minyak dunia.

Suara.com - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan hari Kamis, karena para trader mempertimbangkan prospek ekonomi yang memburuk terhadap potensi pengurangan produksi OPEC Plus pekan depan.

Mengutip CNBC, Jumat (30/9/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun 83 sen menjadi USD88,49 per barel, setelah melejit setingginya USD90,12.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman November menetap 92 sen lebih rendah menjadi USD81,23 per barel.

Anggota Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC Plus, memulai diskusi tentang pengurangan produksi minyak pada pertemuan berikutnya, 5 Oktober.

"Saat ini, pasar minyak tertatih-tatih antara kehancuran permintaan yang diinduksi Fed dan pasokan minyak yang ketat," kata Ryan Dusek, Direktur Opportunne LLP.

Pasar saham Wall Street tumbang di tengah kekhawatiran bahwa perjuangan agresif Federal Reserve melawan inflasi dapat melumpuhkan ekonomi Amerika, dan karena investor khawatir tentang gejolak di mata uang global dan pasar utang global.

"Di tengah begitu banyak ketidakpastian, perdagangan yang naik-turun tajam mungkin biasa terjadi selama minggu depan, kecuali kita mendapatkan kejelasan lebih lanjut dari sumber OPEC Plus tentang kemungkinan ukuran penyesuaian dan apa artinya kuota yang terlewatkan sebelumnya," kata Craig Erlam, analis OANDA.

Pasar juga melemah karena ancaman Badai Ian mereda dengan produksi minyak Amerika diperkirakan kembali dalam beberapa hari mendatang setelah sekitar 158.000 bph di Teluk Meksiko terhenti, Rabu, menurut data federal.

Di China, importir minyak mentah terbesar di dunia, perjalanan selama liburan nasional selama seminggu yang akan datang akan mencapai level terendah dalam beberapa tahun karena aturan nol-Covid Beijing membuat orang tetap di rumah, sementara gejolak ekonomi membatasi pengeluaran konsumen.

baca juga

Patokan minyak mentah tetap pada kecepatan untuk mencatat kenaikan mingguan setelah penurunan beruntun empat pekan. Awal pekan ini patokan minyak tersebut rebound dari posisi terendah sembilan bulan, didukung penurunan Indeks Dolar AS (Indeks DXY) dan penarikan persediaan bahan bakar Amerika yang lebih besar dari perkiraan.

Indeks DXY turun lagi pada sesi Kamis, melorot dari level tertinggi 20 tahun, menunjukkan bangkitnya selera risiko dari investor.

Dukungan lebih lanjut untuk harga minyak bisa datang dari Amerika Serikat yang mengumumkan sanksi baru terhadap perusahaan yang memfasilitasi penjualan minyak Iran. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok Menipis, Harga Minyak Dunia Bergejolak Lagi

Stok Menipis, Harga Minyak Dunia Bergejolak Lagi

Bisnis | Kamis, 29 September 2022 | 07:58 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Turun, BBM Kenapa Mahal?

Harga Minyak Dunia Terus Turun, BBM Kenapa Mahal?

Bisnis | Selasa, 27 September 2022 | 08:07 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 5 Persen, Menuju Level Terendah

Harga Minyak Dunia Anjlok 5 Persen, Menuju Level Terendah

Bisnis | Senin, 26 September 2022 | 08:13 WIB

Terkini

TPA Galuga Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Pengiriman Sampah Bogor Lumpuh Seharian

TPA Galuga Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Pengiriman Sampah Bogor Lumpuh Seharian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 05:13 WIB

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

×