Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Tingkatkan Kapasitas Pengelola Bank Sampah, Pupuk Kaltim Gelar Pelatihan Daur Ulang Pembuatan Eco Enzyme dan Maggot

Iwan Supriyatna

Jum'at, 14 Oktober 2022 | 05:33 WIB
Tingkatkan Kapasitas Pengelola Bank Sampah, Pupuk Kaltim Gelar Pelatihan Daur Ulang Pembuatan Eco Enzyme dan Maggot
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah.

Suara.com - Tingkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah bagi pengurus Bank Sampah binaan, di unit TPST Bessai Berinta Kelurahan Bontang Kuala. Kegiatan berlangsung di gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim, Jumat (7/10/2022).

SVP Teknologi Pupuk Kaltim Heri Subagyo, mengungkapkan kegiatan ini sebagai salah satu upaya perusahaan dalam menekan penumpukan sampah di Kota Bontang, yang setiap harinya berpotensi memunculkan pencemaran dan penyakit jika tidak ditangani dengan baik.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, mengingat pengendalian persoalan sampah tidak dapat berjalan maksimal tanpa adanya kolaborasi dan sinergi berbagai pihak dalam membangun kesadaran kolektif.

"Begitu pula dengan masyarakat, memiliki peran penting dalam pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, sehingga bisa didaur ulang dan dimanfaatkan kembali untuk menekan potensi timbunan," ujar Heri.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharap mampu memaksimalkan peran untuk pengelolaan sampah organik maupun anorganik mulai lingkup rumah tangga, dengan melakukan pemilahan jenis sampah hingga daur ulang secara sederhana.

Salah satunya pemanfaatan sampah organik menjadi Eco Enzyme, yang dapat digunakan kembali menjadi pembersih pestisida pada sayuran dan buah-buahan. Disamping manfaat lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

"Selain itu, sisa bahan organik juga bisa dimanfaatkan untuk budidaya black soldier fly dan maggot, yang sangat berpotensi dikembangkan guna mendapatkan manfaat secara ekonomi oleh masyarakat," tambah Heri.

Dirinya menegaskan program ini akan terus dikembangkan Pupuk Kaltim, sebagai komitmen perusahaan untuk senantiasa berperan dalam mendukung penyediaan layanan pengelolaan sampah di Kota Bontang. Baik berupa infrastruktur, peningkatan kapasitas pengelola bank sampah dan masyarakat, hingga pendampingan tata kelola secara kelembagaan.

"Dari upaya ini diharap penumpukan sampah bisa terus ditekan secara maksimal, diikuti kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan mulai lingkup rumah tangga," tandas Heri.

Kepala DLH Bontang Heru Triatmojo, menyampaikan apresiasi atas kesinambungan langkah Pupuk Kaltim dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk turut berperan dalam menekan penumpukan sampah, yang diharap terus ditingkatkan melalui kolaborasi bersama pemerintah dan pihak terkait lainnya.

Menurut dia hal ini sudah sepatutnya digalakkan, mengingat persoalan sampah merupakan tanggungjawab bersama seluruh unsur yang ada di Kota Bontang.

Heru menilai Pupuk Kaltim memiliki komitmen tinggi membantu pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan sampah, melihat kontribusi yang telah direalisasikan mampu memberi dampak signifikan.

Salah satunya dukungan infrastruktur pengelolaan sampah di TPST Bessai Berinta, sekaligus membina Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk pemilahan sampah. Dan program ini pun berhasil direplikasi di Kelurahan Guntung Bontang Utara.

"Dari upaya tersebut, jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sebelumnya mencapai 80-100 ton per hari, kini sudah jauh berkurang dengan rata-rata 74 ton. Ini penurunan yang cukup signifikan dan perlu kita dorong agar terus ditekan," ungkap Heru.

Dari sosialisasi dan pelatihan yang diberikan, Heru berharap para pengurus Bank Sampah dapat semakin memaksimalkan upaya dalam menekan potensi tumpukan mulai hulu, dengan menularkan semangat yang sama ke masyarakat luas untuk pemilahan sampah dari lingkup rumah tangga.

Sehingga sisa bahan organik maupun anorganik yang dihasilkan dapat didaur ulang untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna.

"Hal ini terus didorong Pemkot Bontang, sesuai arah kebijakan strategis daerah dalam mendukung 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan sampah rumah tangga serta sampah sejenis," pungkas Heru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tindaklanjut Agrosolution di Ponorogo, Pupuk Kaltim Edukasi Petani Pembuatan Kompos

Tindaklanjut Agrosolution di Ponorogo, Pupuk Kaltim Edukasi Petani Pembuatan Kompos

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2022 | 05:40 WIB

Gagas Inovasi Berkelanjutan, Pupuk Kaltim Borong Prestasi di APQO 2022

Gagas Inovasi Berkelanjutan, Pupuk Kaltim Borong Prestasi di APQO 2022

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2022 | 05:39 WIB

Gelar Pasar Rakyat dan Bazaar UMKM, Stafsus Menteri BUMN Apresiasi Peran Pupuk Kaltim Bagi Masyarakat

Gelar Pasar Rakyat dan Bazaar UMKM, Stafsus Menteri BUMN Apresiasi Peran Pupuk Kaltim Bagi Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 05:09 WIB

Terkini

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:39 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:44 WIB

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:55 WIB