Pemerintah Minta BUMN dan Swasta Kebut Pembangunan Jargas Lewat Skema KPBU

Vania Rossa, Achmad Fauzi

Jum'at, 14 Oktober 2022 | 17:20 WIB
Pemerintah Minta BUMN dan Swasta Kebut Pembangunan Jargas Lewat Skema KPBU
Pemasangan jargas di Balikpapan.[Suara.com/Setiawan]

Suara.com - Pemerintah meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta bisa bekerja sama agar bisa mengebut pembangunan jaringan gas bumi (Jargas). Salah satunya, bisa melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji mencatat, jargas yang telah dibangun sejak 2009 hingga 2021 dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mencapai 662.431 Sambungan Rumah (SR) di 17 provinsi dan 57 kabupaten/kota.

Sedangkan total keseluruhan jargas APBN ditambah non APBN mencapai 840.875 SR. Untuk jargas APBN tahun 2022 terbangun sesuai target yaitu 40.777 SR.

"Sebagian besar jargas dibangun dengan dana APBN. Memang ini program Pemerintah di mana pipa gas dibangun dan masuk hingga ke rumah, diberikan kompor juga. Untuk gasnya diupayakan oleh Ditjen Migas dan SKK Migas. Jargas tidak membutuhkan gas dalam jumlah besar. Untuk satu kecamatan, paling dibutuhkan gas nol koma sekian MMSCFD," ujar dalam keterangan di Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Menurut dia, jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) merupakan salah satu program Pemerintah yang manfaatnya langsung dapat dinikmati masyarakat.

Selain murah, jargas lebih bersih, aman, efisien, serta tersedia 24 jam. Jargas juga merupakan salah satu upaya pemerintah menekan subsidi dan impor LPG.

"Masyarakat sangat terbantu dengan adanya jargas. Apalagi kalau bulan Ramadhan, tidak perlu lagi harus keluar malam-malam kehabisan gas karena tersedia 24 jam. Harga gasnya juga lebih murah daripada LPG non subsidi. Kemudahan lainnya, tidak perlu lagi angkat-angkat tabung. Kalau tinggal di rumah susun kan susah juga kalau harus angkat tabung," imbuh dia.

Maka dari itu, pemerintah terus mendorong pembangunan jargas. Namun dalam pelaksanaan pembangunan tersebut pemerintah memiliki keterbatasan anggaran, sebab itu dibuka peluang pembangunan jargas dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

"Mulai tahun mendatang Pemerintah mulai mengembangkan jargas melalui skema KPBU," kata dia.

baca juga

Dengan adanya skema KPBU, pemerintah akan mendorong pihak BUMN dan swasta berinvestasi dalam pembangunan jargas ini.

"Kalau KPBU anggarannya dilelang, jadi nanti ke depan swasta mungkin juga kita buka lebaga internasional," jelas dia.

Tutuka mengungkapkan, tahun ini sedang dilakukan pilot project di dua kota yaitu Palembang dan Batam dari 13 lokasi yang diusulkan oleh Kementerian ESDM. Melalui skema ini, diharapkan jargas dapat dibangun dengan skala besar. Untuk satu SR, dibutuhkan biaya sekitar Rp10 juta.

"Ke depan kita harapkan dapat dibangun 1 juta SR per tahun. Tapi saat ini pilot project dulu ratusan SR," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesangon Belum Dibayar, Mantan Karyawan TMII Kirim Surat ke Menteri BUMN Erick Thohir

Pesangon Belum Dibayar, Mantan Karyawan TMII Kirim Surat ke Menteri BUMN Erick Thohir

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:40 WIB

Konsisten Dorong Transformasi Bisnis, Kinerja Saham Bank Mandiri Menguat

Konsisten Dorong Transformasi Bisnis, Kinerja Saham Bank Mandiri Menguat

News | Kamis, 13 Oktober 2022 | 14:49 WIB

Menteri Erick Thohir soal Research and Development RI: Mesti Diakui Kita Tertinggal dengan Banyak Negara

Menteri Erick Thohir soal Research and Development RI: Mesti Diakui Kita Tertinggal dengan Banyak Negara

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2022 | 13:12 WIB

Terkini

Terbukti Terima Suap Kasus Nikel Rp 4,8 Miliar, Mantan Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun

Terbukti Terima Suap Kasus Nikel Rp 4,8 Miliar, Mantan Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun

News | Kamis, 05 November 2026 | 13:07 WIB

62 Saham Kena Suspensi, Ini Penyebabnya

62 Saham Kena Suspensi, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 13:05 WIB

Resep Gado-Gado dengan Saus Kacang Gurih, Segar dan Mengenyangkan

Resep Gado-Gado dengan Saus Kacang Gurih, Segar dan Mengenyangkan

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 13:05 WIB

Perkuat Industri Otomotif Nasional, Lima Mobil Listrik Wuling Resmi Kantongi TKDN 60 Persen

Perkuat Industri Otomotif Nasional, Lima Mobil Listrik Wuling Resmi Kantongi TKDN 60 Persen

Otomotif | Kamis, 05 November 2026 | 13:05 WIB

Cara Motul Dekatkan Diri dengan Pecinta Otomotif dan Kuliner

Cara Motul Dekatkan Diri dengan Pecinta Otomotif dan Kuliner

Otomotif | Kamis, 05 November 2026 | 13:04 WIB

Lewat Sanggar Belajar, UPNVJ Dampingi Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

Lewat Sanggar Belajar, UPNVJ Dampingi Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 13:01 WIB

Spanduk Anomali di Sidang Roy Suryo Cs, Pendukung PSI: Kami Akan Lawan Terus Jokowi

Spanduk Anomali di Sidang Roy Suryo Cs, Pendukung PSI: Kami Akan Lawan Terus Jokowi

News | Kamis, 05 November 2026 | 13:00 WIB

Ulasan Novel Para Priyayi, Menjadi Terhormat Bukan Sekadar soal Jabatan

Ulasan Novel Para Priyayi, Menjadi Terhormat Bukan Sekadar soal Jabatan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 13:00 WIB

Dua Pejabat KPK Pindah ke BGN, Ditugaskan Awasi Potensi Korupsi Program MBG

Dua Pejabat KPK Pindah ke BGN, Ditugaskan Awasi Potensi Korupsi Program MBG

News | Kamis, 05 November 2026 | 12:57 WIB

Jokowi Hadiri Sidang Ijazah Palsu Pakai Batik Parang, Ternyata Maknanya Sakral!

Jokowi Hadiri Sidang Ijazah Palsu Pakai Batik Parang, Ternyata Maknanya Sakral!

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 12:54 WIB

×