Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.458,496
LQ45 746,470
Srikehati 349,085
JII 516,664

Presiden Jokowi Bangun Optimisme di Tengah Ancaman Gelapnya Ekonomi Dunia

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:38 WIB
Presiden Jokowi Bangun Optimisme di Tengah Ancaman Gelapnya Ekonomi Dunia
Preisden Jokowi saat hadir di Trade Expo Indonesia ke-37 tahun 2022 di ICE, BSD City, Tangerang (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia menjadi titik terang di tengah kesuraman ekonomi dunia. Hal tersebut disampaikannya mengutip keterangan dari Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, bahwa Indonesia adalah titik terang di tengah-tengah kesuraman ekonomi dunia.

Oleh karenanya, Presiden mengajak semua pihak tetap optimistis menghadapi situasi ekonomi pada tahun depan. Meskipun, berbagai lembaga internasional menyampaikan perekonomian pada 2023 akan gelap.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Yusuf Wibisono mengatakan menjaga optimisme memang harus tetap dijaga di tengah situasi ekonomi yang sulit. Ia pun sepakat dengan Jokowi, untuk terus waspada dan hati-hati agar tidak membahayakan ekonomi Indonesia.

“Optimis tentu boleh ya, tetapi kalau nggak waspada menurut saya berbahaya, APBN kita kan terbatas ruang fiskal kita kan terbatas saran saya sih sebaiknya hati-hati sebaiknya di rem segera pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting,” ujar Yusuf.

Menurutnya, di tengah situasi global yang tidak menentu ini, di mana negara lain mengalami krisis sementara Indonesia masih relatif stabil disebabkan oleh 2 hal.

“Pertama adalah kita memiliki mekanisme untuk mensubsidi harga energi yang cukup besar BBM terutama pertalite dan solar kita kan subsidi batu bara juga ya batu bara kita mekanismenya DMO atau Domestik Market Obligation dengan harga yang dipatok fix di 70 dolar per ton,” paparnya.

“Jadi ketika harga batu bara naik di dunia kita kan listrik nggak ikut naik kan itu karena kita punya mekanisme tadi itu dan kita beruntungnya kita juga termasuk yang masih punya sumber daya alam yang melimpah dalam hal ini batu bara,” sambungnya.

Lanjut Yusuf, faktor kedua sebagai penopang pertumbuhan ekonomi tanah air yaitu harga komoditas yang tinggi, Indonesia mendapat pemasukan yang besar dari sektor tersebut.

“Kemudian yang kedua kita dapat pemasukan yang besar dari harga komoditas terutama di batu bara, di sawit, nikel juga tahun lalu itu booming sampai tahun ini juga masih sampai awal tahun ya 2022 juga masih booming ini baru sekarang aja berakhir nih kenaikan harga ini,” jelasnya.

“Jadi dua faktor itu yang membuat APBN Kita kuat untuk menyerap guncangan harga internasional ketika negara lain pontang-panting ya kita relatif terkendali inflasi kita itu yang kemudian membuat stabilitas makro kita cukup baik untuk bertahan,” terangnya.

Namun, Yusuf mengingatkan pemerintah pemerintah harus memperhatikan APBN sebagai bumper dari goncangan ekonomi dunia. Pasalnya harga komoditas tahun depan diprediksi akan iktu melemah yang berdampak terhadap penerimaan negara.

“Kemampuan APBN kita nggak bisa dibandingkan dengan 2 tahun terakhir ini untuk tahun depannya kemampuan APBN tahun depan itu akan jauh lebih menurun terutama tadi bahwa kita penerimaan ekspor kita akan jatuh dari komoditas harga-harga komoditas tahun depan itu akan semakin melemah karena resesi global,” jelasnya.

“Ketika pendapatan padahal di 2021 dan 2022 surplus neraca perdagangan dan juga surplus anggaran kita itu penumpang utamanya harga komoditas dunia dengan harga komoditas yang bagus sekarang berakhir tahun depan itu akan semakin melemah begitu Jadi tidak bisa lagi diharapkan,” imbuh Yusuf.

Selain itu, pemerintah juga harus menekan defisif anggaran di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), sebab APBN tidak bisa lagi ditopang dari hutang.

“Yang kedua adalah batasan utang pemerintah di defisit fiskal Pemerintah tahun depan itu harus balik di bawah maksimal di bawah 3% defisit anggaran itu dari PDB Jadi kalau nggak bisa lagi kita mengandalkan hutang APBN di 2020-2021,” tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Genap Tiga Tahun Masa Pemerintahan Jokowi, Wapres Ma'ruf Amin: Semoga Indonesia Tak Jadi 'Pasien' IMF

Genap Tiga Tahun Masa Pemerintahan Jokowi, Wapres Ma'ruf Amin: Semoga Indonesia Tak Jadi 'Pasien' IMF

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:18 WIB

'Biar Ada yang Takut' Mahfud MD Ungkap Jokowi Sempat Selamatkan Novel Baswedan Usai Didepak KPK

'Biar Ada yang Takut' Mahfud MD Ungkap Jokowi Sempat Selamatkan Novel Baswedan Usai Didepak KPK

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:09 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Reshuffle Kabinet dan Copot Tiga Menteri dari Nasdem?

CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Reshuffle Kabinet dan Copot Tiga Menteri dari Nasdem?

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:06 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:07 WIB

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:53 WIB

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:46 WIB

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:22 WIB

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:12 WIB

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:02 WIB