Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pandemi Covid Mereda, Tapi Gejolak Sektor Keuangan Dunia Meradang

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 16:22 WIB
Pandemi Covid Mereda, Tapi Gejolak Sektor Keuangan Dunia Meradang
Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Jumat (21/10/2022). [Tangkapan layar]

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan saat ini ekonomi dunia sedang mengalami tantangan baru setelah krisis Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Tantangan tersebut, yakni krisis atau risiko di bidang ekonomi dan keuangan akibat kenaikan harga sejumlah komoditas dan menyebabkan melesatnya inflasi.

"Seperti yang saya sampaikan pada periode sebelumnya, krisis atau risiko sekarang beralih dari pandemi ke risiko di bidang ekonomi dan keuangan, terutama lingkungan global yang makin bergejolak," kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita secara virtual, Jumat (21/10/2022).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjabarkan mahalnya harga komoditas membuat kesehatan ekonomi cukup terguncang lantaran volatilitasnya sangat tinggi.

“Mulai dari harga gas yang meningkat kemudian merosot dan naik lagi dan merosot," katanya.

Seperti harga gas misalnya kata dia pergerakannya sangat tidak menentu, pernah di kisaran USD5,68 per MMBtu, lalu sempat naik USD9,40 per MMBtu dan turun kembali ke USD 6,44 per MMBtu.

Begitu juga dengan harga minyak dunia yang mengalami penurunan dari harga yang pernah mencapai USD126 per barrel ke USD90,8 per barrel.

Sedangkan untuk, CPO juga mengalami penurunan yang cukup drastis dalam 1-1,5 bulan terakhir, yaitu pernah dari USD1.676 per ton ke USD720,5 per ton dan naik lagi ke USD817,1 per ton.

Untuk harga gandum juga mengalami penurunan, dari USD1.224 per bushels menjadi USD850,1 per bushels.

“Poinnya adalah bahwa harga komoditas ini masih sangat tidak pasti, cenderung tinggi karena memang faktor yang mempengaruhinya yaitu geopolitik, seperti terjadinya perang yang mengganggu sisi pasokan, mengganggu sisi distribusi, cenderung membuat harga dari komoditas-komoditas ini menjadi tinggi dan mudah sekali bergejolak," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Pasang Target Ekonomi Kuartal III 2022 Tumbuh 5,5 Persen

Sri Mulyani Pasang Target Ekonomi Kuartal III 2022 Tumbuh 5,5 Persen

News | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 15:56 WIB

Sri Mulyani: Belanja Negara untuk Pendidikan Capai Rp612,2 Triliun Demi Peningkatan SDM

Sri Mulyani: Belanja Negara untuk Pendidikan Capai Rp612,2 Triliun Demi Peningkatan SDM

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 10:27 WIB

Menkeu Ungkap Tantangan Tahun 2023: Pasokan Terkendala Akibat Perang, Permintaan Meningkat

Menkeu Ungkap Tantangan Tahun 2023: Pasokan Terkendala Akibat Perang, Permintaan Meningkat

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2022 | 16:39 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB