Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Kayu Kaliandra Jadi Sumber Energi Biomassa, PLN Sarankan Masyarakat Gelar Budidaya

M Nurhadi

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 17:03 WIB
Kayu Kaliandra Jadi Sumber Energi Biomassa, PLN Sarankan Masyarakat Gelar Budidaya
Ilustrasi PLN (Antara)

Suara.com - GM PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Fintje Lumembang mengklaim, pemanfaatan energi biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok, Kabupaten Kupang, menjadi peluang untuk menumbuhkan ekonomi warga di NTT.

"Bahan baku energi biomassa bersumber dari batang kayu pohon sehingga ini menjadi peluang bagi ekonomi bagi warga sebagai pemasok bahan baku," katanya kepada wartawan saat kegiatan uji coba 100 persen biomassa di PLTU Bolok, Jumat (21/10/2022).

Ia mengatakan, PLTU Bolok yang dikelola PT PLN Nusantara Power berhasil melakukan uji coba 100 persen biomassa sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik yang menggantikan batu bara.

Jumlah bahan baku biomassa dari batang pohon seperti kaliandra merah yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik tersebut mencapai 15 ton per jam.

Dengan demikian, ia menyebut, akan banyak pasokan bahan baku yang dibutuhkan sehingga bisa menjadi peluang usaha ekonomi bagi masyarakat yang berperan sebagai pemasok bahan baku.

Fintje mengajak masyarakat di NTT terutama di Pulau Timor agar membudidayakan pohon kaliandra merah yang memiliki banyak manfaat mulai dari batang pohon sebagai bahan baku biomassa, daunnya untuk pakan ternak, dan bunganya untuk madu.

PLN, kata dia, berkomitmen untuk menyerap hasil bahan baku dari masyarakat. Pasokan yang sekarang berasal dari pihak pengusaha di HIPMI NTT dan Universitas Nusa Cendana dan tidak menutup kemungkinan untuk dipasok masyarakat secara umum.

"Jadi pemanfaatan biomassa ini sangat bermanfaat dan berpeluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di NTT," katanya.

Selain itu, PLN juga sudah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam rangka pembudidayaan pohon kaliandra sehingga diharapkan ke depan lahan masyarakat dapat dioptimalkan. 

Direktur Utama PT PLN Nusantara Power Teguh Widjajanto menambahkan budi daya pohon kaliandra merah pada lahan seluas satu hektare bisa menghasilkan 50 ton bahan baku.

"Kelebihan pohon kaliandra ini juga bisa tumbuh di tanah yang tandus sehingga menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk membudidayakannya," kata dia.

Teguh juga mendorong masyarakat di NTT yang miliki lahan namun selama ini belum produktif agar dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan pohon kaliandra agar bisa memberikan keuntungan secara ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemasangan Balok Gider Perlintasan Kereta Api Proyek Tandai 44 Persen Proyek JLLB Surabaya

Pemasangan Balok Gider Perlintasan Kereta Api Proyek Tandai 44 Persen Proyek JLLB Surabaya

Bisnis | Kamis, 20 Oktober 2022 | 10:16 WIB

PLN Ingin Segera Beralih ke EBT

PLN Ingin Segera Beralih ke EBT

Tantrum | Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:06 WIB

Heboh! Ajukan Penambahan Tiang Listrik Gegara Kabel Kusut PLN Berada di Atas Rumah, Warga Ngeluh Harus Bayar Rp 14 Juta

Heboh! Ajukan Penambahan Tiang Listrik Gegara Kabel Kusut PLN Berada di Atas Rumah, Warga Ngeluh Harus Bayar Rp 14 Juta

Hits | Kamis, 20 Oktober 2022 | 08:02 WIB

Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia, PLN Perbanyak SPKLU dan SPBKLU Sistem Waralaba

Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia, PLN Perbanyak SPKLU dan SPBKLU Sistem Waralaba

Otomotif | Kamis, 20 Oktober 2022 | 06:38 WIB

Menyamar Jadi Pegawai PLN Aksi Pria di Cianjur Kepergok Hingga Kena Bogem Mentah dari Warga

Menyamar Jadi Pegawai PLN Aksi Pria di Cianjur Kepergok Hingga Kena Bogem Mentah dari Warga

Cianjur | Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:42 WIB

Pria di Cianjur Jadi Bulan-bulanan Warga Setelah Mengaku Sebagai Petugas PLN, Ini Penyebabnya

Pria di Cianjur Jadi Bulan-bulanan Warga Setelah Mengaku Sebagai Petugas PLN, Ini Penyebabnya

Bogor | Rabu, 19 Oktober 2022 | 09:06 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB