Perpres No 35 Tahun 2022 Diyakini Akan Mendukung Peningkatan Pencapaian Pangan Nasional

Iwan Supriyatna

Selasa, 25 Oktober 2022 | 09:48 WIB
Perpres No 35 Tahun 2022 Diyakini Akan Mendukung Peningkatan Pencapaian Pangan Nasional
ilustrasi pertanian.(pixabay)

Suara.com - Terbitnya Peraturan Presiden No 35 Tahun 2022 tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian yang mengatur penguatan fungsi Penyuluhan Pertanian ini diyakini akan mendukung peningkatkan pencapaian pangan nasional.

"Di antara terobosan-terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian, terbitnya Perpres ini merupakan prestasi Pak Menteri. Masukan-masukan bagus yang diberikan (Syahrul Yasin Limpo) kepada Presiden membuat Perpres ini ada," kata Ketua Harian DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat Entang Sastraatmadja.

Kabinet Indonesia Maju dilantik Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2019. Per hari ini, Kamis (20/10), kabinet persis berusia tiga tahun.

Entang menjelaskan, Perpres yang terbit pada Maret 2022 tersebut memperkuat fungsi Penyuluhan Pertanian melalui penguatan fungsi penyuluhan pertanian dan penguatan sinergi hubungan kerja antara pusat, propinsi, kabupaten/kota dan kecamatan. Entang memberi catatan, tantangan ke depan adalah mengimplementasikan perpres tersebut.

"Jangan sampai peraturan yang ada terbentur teknis pelaksanaan di lapangan," imbuhnya.

Karena itu, menurut Entang, koordinasi antara Menteri Pertanian dengan para pemimpin daerah bisa lebih dimaksimalkan lagi. Misalnya dengan mengadakan pertemuan via zoom tiga bulan sekali.

"Komunikasi dan koordinasi antara Pak Menteri dengan gubernur belum optimal. Dengan zoom biayanya akan lebih murah," tuturnya.

Lebih lanjut, Entang menambahkan, ada dua persoalan besar yang butuh penanganan cukup penting terkait pelestarian swasembada beras dan menjaga keperkasaan pertanian.

Untuk menjaga itu, tantangan pertama berkaitan alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian. Proses alih fungsi lahan, kata dia, harus benar-benar dikendalikan secara penuh dan bertanggung jawab.

baca juga

"Memang ada gesekan dengan kepentingan lain, seperti pemenuhan permukiman dan infrastruktur. Tapi pertanian tetap harus dilestarikan. Pak Menteri bisa berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menyelamatkan lahan pertanian produktif yang tersisa," paparnya.

Masalah kedua terkait dengan regenerasi petani, khususnya petani padi. Menurut Entang, semakin banyak anak muda perdesaan yang hijrah ke kota karena enggan menjadi petani.

"Ironis bila negeri agraris tanpa petani. Kalaupun sekarang ada petani muda, tetapi mereka lebih tertarik usaha tani di luar petani padi. Dan mindset mereka lebih ke pengusaha," keluh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Strategi Jitu Disiapkan Ganjar Pranowo untuk Pemprov Jawa Tengah Hadapi Krisis Pangan 2023

Tiga Strategi Jitu Disiapkan Ganjar Pranowo untuk Pemprov Jawa Tengah Hadapi Krisis Pangan 2023

Jawa Tengah | Senin, 24 Oktober 2022 | 15:00 WIB

Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan 2023, Ganjar Tawarkan Gerakan Menanami Perkarangan

Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan 2023, Ganjar Tawarkan Gerakan Menanami Perkarangan

Jogja | Senin, 24 Oktober 2022 | 14:00 WIB

Pemerintah Kerap Buka Lahan Pertanian Baru, Riset: Tidak Efektif dan Merusak Lingkungan

Pemerintah Kerap Buka Lahan Pertanian Baru, Riset: Tidak Efektif dan Merusak Lingkungan

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2022 | 13:50 WIB

Terkini

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

×