Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Dolar Pulang Kampung, Rupiah Makin Merana

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 04 November 2022 | 15:50 WIB
Dolar Pulang Kampung, Rupiah Makin Merana
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar Rupiah terus bergerak melemah sepanjang perdagangan pada pekan ini. Bahkan, Rupiah sempat dibandrol Rp15.700 per Dolar AS.

Menanggapi hal ini Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut, terus melemahnya mata uang garuda disebabkan makin agresifnya Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve dalam mengkerek naik suku bunga acuannya hingga ke kisaran target 3,75- sampai 4%.

"Kalau Amerika masih naikan suku bunga, pasti dolarnya balik pulang ke Amerika. Dolarnya balik ke Amerika harga dolarnya pasti tambah kuat," kata Suahasil saat dijumpai di Kantornya, Jakarta Jumat (4/11/2022).

Kondisi ini membuat lebih banyak masyarakat untuk tertarik menyimpan uang di perbankan. Dolar yang beredar di seluruh dunia, termasuk negara berkembang akan kembali ke AS.

"Dolar AS di seluruh dunia pengin balik ke Amerika supaya dapat bunga yang tinggi itu. Jadi bergeraklah seluruh dolar dari emerging market pergi pulang kampung," katanya.

Senada, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait terus melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Dia mengemukakan, pelemahan ini tak terlepas dari agresifnya Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve yang mengkerek naik suku bunga acuan demi meredam gejolak inflasi di negara tersebut.

"Tren depresiasi nilai tukar negara berkembang tersebut didorong oleh menguatnya dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif di berbagai negara, terutama AS," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (3/11/2022).

Sepanjang tahun ini, kata Sri Mulyani mata uang Garuda sudah melemah 8,62%, namun pelemahan ini dikatakannya masih jauh lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara lain, seperti India, Malaysia dan Thailand.

baca juga

"Depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya seperti India (10,20%), Malaysia (11,86%), dan Thailand (12,23%), sejalan dengan persepsi terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap positif.

Pada perdagangan akhir pekan ini rupiah ditutup melemah 43 point walaupun sebelumnya sempat melemah 45 point dilevel Rp15.738 dari penutupan sebelumnya di level Rp15.695.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Dolar AS, Bahana TCW Tekankan Pentingnya Diversifikasi Investasi

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Dolar AS, Bahana TCW Tekankan Pentingnya Diversifikasi Investasi

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 13:54 WIB

Harga Emas Anjlok Imbas Melonjaknya Dolar AS dan Imbal Hasil US Treasury

Harga Emas Anjlok Imbas Melonjaknya Dolar AS dan Imbal Hasil US Treasury

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 09:21 WIB

Rupiah Babak Belur Dihajar Dolar AS, Sri Mulyani Bilang Begini

Rupiah Babak Belur Dihajar Dolar AS, Sri Mulyani Bilang Begini

Bisnis | Kamis, 03 November 2022 | 20:18 WIB

Terkini

Harga Emas Pegadaian Naik di Sabtu 4 Juli 2026

Harga Emas Pegadaian Naik di Sabtu 4 Juli 2026

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:44 WIB

Harga Emas Antam Stabil di Sabtu 4 Juli, Tapi

Harga Emas Antam Stabil di Sabtu 4 Juli, Tapi

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:32 WIB

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:44 WIB

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:12 WIB

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:04 WIB

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:35 WIB

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:27 WIB

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:05 WIB

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:51 WIB

×