Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

JKN Mengalir di Darah Sang Buah Hati, Peserta dari Gresik Luapkan Rasa Syukur

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Jum'at, 04 November 2022 | 21:18 WIB
JKN Mengalir di Darah Sang Buah Hati, Peserta dari Gresik Luapkan Rasa Syukur
Kartu Indonesia Sehat. (Dok: BPJS Kesehatan)

Suara.com - Langit bagaikan runtuh, kiasan itulah yang mewakili perasaan salah satu peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Devi Rachmawati (39) saat mendengar sang buah hati tercinta dinyatakan mengalami kelainan darah. Batin warga yang bertempat tinggal di Randuagung Kabupaten Gresik ini terguncang. Pasalnya, penyakit yang dikenal dengan nama Talasemia ini menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (Hemoglobin) tidak berfungsi dengan baik sehingga membutuhkan pengobatan sepanjang hidup untuk penderitanya. Namun kegundahan yang ia rasakan seakan sirna saat dokter memberitahunya bahwa ada yang bisa menjamin pengobatan sang buah hati tercinta.

“Anak saya baru diketahui punya kelainan itu saat usia lima tahun. Mulanya, muncul gejala demam tinggi hingga tubuhnya lemas tidak berdaya seperti lumpuh. Diagnosis awal dokter hanya anemia, namun karena gejala serupa muncul berulang hingga beberapa bulan akhirnya dilakukan pemeriksaan lanjutan dan ternyata anak saya dinyatakan Talasemia. Perasaan saya dan suami tidak bisa dibayangkan sedih dan kacaunya pada saat itu, terlebih memikirkan biayanya yang tidak sedikit, harus mencari kemana. Tapi betapa leganya kami saat diberitahu bahwa ada BPJS Kesehatan yang bisa menanggung semua biaya pengobatan anak kami,” ujar Devi.

Tanpa pikir panjang, Devi langsung mendaftarkan dirinya dan keluarganya sebagai peserta Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Baginya, iuran yang dibayarkan sebesar 300 ribu rupiah untuk dirinya, suami dan sang buat hati dalam sebulan tidak sebanding dengan besarnya biaya pengobatan transfusi darah yang harus rutin dijalani hingga mencapai ratusan juta rupiah.  

“Tidak terasa sudah empat tahun anak saya menjalani pengobatan. Tahun pertama, transfusi darah dilakukan tiga bulan sekali kemudian tahun selanjutnya dua bulan sekali dan sekarang sudah satu bulan sekali. Untuk setiap transfusi ini membutuhkan dua kantong darah dan waktu dua hari, jadi selalu rawat inap di rumah sakit. Alhamdulillah jika sebelumnya saya harus mengeluarkan hampir lima juta untuk satu kali pengobatan, dengan jadi peserta Program JKN ini saya tidak perlu tambahan biaya pribadi lagi,” jelasnya.

Ibu satu anak ini lantas menyampaikan rekaman ingatan selama menjalani perawatan kesehatan sang anak semata wayang. Ia mengatakan bahwa tidak merasakan adanya kendala, dan tidak ada pelayanan yang mengecewakan.

“Selama anak saya menjalani pengobatan rutinnya, mulai dari diberi rujukan sesuai indikasi medis dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, layanan rawat inap hingga layanan kontrol setelah transfusi serta obat-obatan tidak ada kendala sedikit pun. Alur pelayanan juga tidak ada yang menyulitkan dan tertata jelas. Setelah ada rujukan dari Puskesmas untuk dibawa ke Poli Anak, dilanjut dengan proses transfusi. Kamar rawat inap yang kami dapatkan juga sesuai dengan hak kami di kelas dua,” kenangnya.

Bagi Devi, pelayanan JKN yang diterima dirasa semakin baik dan memuaskan. Bukan hanya pelayanan administrasi melainkan juga pelayanan yang diberikan petugas medis di fasilitas kesehatan. Tak henti Devi bersyukur dan memberi apresiasi kepada BPJS Kesehatan karena telah menjadi penolong dalam kehidupannya.    

“Terima kasih BPJS Kesehatan telah membangun kembali senyum dan semangat kami menjalani kehidupan, terutama untuk buah hati kami yang dahulu seperti tidak ada harapan dan semangat untuk berobat karena turut memikirkan besarnya biaya, namun dengan hadirnya Program JKN ini sangat membantu kami untuk bisa terus semangat menjalani apa yang menjadi kehendak Tuhan pada keluarga kami. Program JKN juga telah menyelamatkan segala kebutuhan pembiayaan kesehatan di tengah penghasilan kami yang tidak menentu ini. Semoga manfaat Program JKN ini bisa terus dirasakan oleh kami dan seluruh masyarakat Indonesia,” harap Devi.

Sementara itu, sepanjang tahun 2022 di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Gresik terdapat 114 kasus Talasemia dengan total pembiayaan sebanyak 225 juta rupiah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pererat Sinergitas, Semen Gresik Gelar Media Meet Up dengan Jurnalis Rembang

Pererat Sinergitas, Semen Gresik Gelar Media Meet Up dengan Jurnalis Rembang

Jawa Tengah | Jum'at, 04 November 2022 | 16:04 WIB

Operasi Batu Ginjal Puluhan Juta, Luftilah Akui Tidak Keluar Uang Sepeser Pun

Operasi Batu Ginjal Puluhan Juta, Luftilah Akui Tidak Keluar Uang Sepeser Pun

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 15:13 WIB

Kisah Restu Sang Driver Ojek Online Sangat Tertolong JKN

Kisah Restu Sang Driver Ojek Online Sangat Tertolong JKN

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 14:59 WIB

Joko Kendil Kepergok Naik Bus, Kunjungi Makam Sunan Jadi Pusat Perhatian Warga

Joko Kendil Kepergok Naik Bus, Kunjungi Makam Sunan Jadi Pusat Perhatian Warga

Cianjur | Kamis, 03 November 2022 | 19:04 WIB

Perawat Hemodialisis ini Akui Banyak Masyarakat yang Terbantu Berkat Program JKN

Perawat Hemodialisis ini Akui Banyak Masyarakat yang Terbantu Berkat Program JKN

Bisnis | Kamis, 03 November 2022 | 08:34 WIB

Pemkab Klungkung: Kami Terus Berinovasi agar Layanan Kesehatan Semakin Mantap

Pemkab Klungkung: Kami Terus Berinovasi agar Layanan Kesehatan Semakin Mantap

Bisnis | Kamis, 03 November 2022 | 08:21 WIB

Terkini

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:09 WIB

Profil PT Prodia Diagnostic Line: Saham IPO, Benarkah Ada 'Peran' Prajogo Pangestu?

Profil PT Prodia Diagnostic Line: Saham IPO, Benarkah Ada 'Peran' Prajogo Pangestu?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:59 WIB

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:41 WIB

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:28 WIB

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:39 WIB

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:55 WIB

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:38 WIB