Jadi Penopang Saat Krisis Ekonomi, 95% Bisnis di Indonesia Dikuasai Keluarga

Vania Rossa

Selasa, 08 November 2022 | 13:46 WIB
Jadi Penopang Saat Krisis Ekonomi, 95% Bisnis di Indonesia Dikuasai Keluarga
Ilustrasi suami istri sedang mengelola keuangan untuk memeuhi berbagai kebutuhan rumah tangga. (Shutterstock)

Suara.com - Bisnis keluarga merupakan fenomena yang menarik dalam dunia bisnis. Lebih dari 95 persen bisnis di Indonesia merupakan perusahaan yang dimiliki maupun dikendalikan oleh keluarga.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan bisnis keluarga telah memberi sumbangsih besar, bahkan di saat krisis ekonomi bisnis keluarga terus menunjukkan eksistensinya sebagai penopang sekaligus modal kekuatan dalam pemulihan ekonomi nasional.

Praktek filantropi bisnis keluarga merupakan satu bentuk tata kelola perusahaan yang telah bertahan dan sukses selama ribuan tahun, serta telah dilaksanakan jauh sebelum konsep pemberdayaan pemangku kepentingan menjadi populer saat ini.

Memahami besarnya kontribusi bisnis keluarga, Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya dan Nagoya University of Commerce and Business (NUCB) sepakat untuk menguatkan peran bisnis keluarga pada kemajuan Negara.

Kesepakatan ini diwujudkan melalui forum ilmiah internasional bertajuk “The 3rd Family Business Academic Conference and Doctoral Colloquium 2022” sebagai wadah untuk menghadirkan para akademisi dan praktisi di bidang bisnis dan ekonomi.

Di forum yang digelar pada 2-3 November 2022, mereka berdiskusi, berbagi hasil penelitian seputar masalah bisnis dan ekonomi terkait wawasan seputar bisnis keluarga, serta bagaimana solusi untuk tetap eksis menjalankan bisnis tersebut.

Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak, Rektor Universitas Prasetiya Mulya menyebutkan bahwa The 3rd Family Business Academic Conference and Doctoral Colloquium 2022 ini dihadirkan sebagai bentuk kontribusi Universitas Prasetiya Mulya terhadap pengembangan entrepreneurship di Indonesia, termasuk family business.

"Ada banyak tantangan di dunia bisnis dan family business memegang peran penting bagi perekonomian negara bahkan pada level global. Karena itu, kami berupaya memberi pengetahuan sekaligus menyalurkan nilai-nilai dan hal-hal mendasar mengenai bisnis keluarga melalui edukasi perencanaan dan wawasan terkini, baik dari sudut pandang global maupun lokal kepada para pemangku kepentingan," terangnya.

Lebih jauh lagi, sambung Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak, institusinya ingin pula dapat memberikan nilai dan fundamental dari bisnis keluarga, serta memfasilitasi para akademisi dan praktisi untuk melakukan kegiatan networking selama kegiatan berlangsung.

baca juga

Prof. Kenji Yokoyama, Ph.D., Dekan dari NUBC Business School Jepang yang membuka forum bisnis tersebut menjelaskan garis besar materi seputar Family Business Study sekaligus memaparkan bagaimana keunggulan dan kelemahan serta tantangan dan kompleksitas dari model bisnis ini.

Di kesempatan yang sama, Dr. Adrian Teja, Conference Chair dan Pembantu Dekan II Bidang SDM, Administrasi dan Operasional Universitas Prasetiya Mulya mengungkapkan bahwa The 3rd Family Business Academic Conference and Doctoral Colloquium menggabungkan pembahasan dari aspek teoritis dan praktis mengenai perusahaan keluarga.

Itulah mengapa peserta yang hadir di forum tersebut dibekali berbagai hal praktis yang terkait dengan pengelolaan bisnis keluarga secara profesional serta dikaitkan dengan perubahan yang terjadi saat ini.

“Pada perhelatan kali ketiga ini, kami mempertemukan akademisi dan praktisi yang peduli akan isu-isu sustainability dalam bisnis keluarga. Akademisi belajar bagaimana para praktisi memaknai nilai-nilai keluarga yang diadopsi dalam perusahaan dan praktisi memperbaharui pengetahuan yang berkembang berdasarkan hasil penelitian," jelasnya.

Interaksi yang sinergis antara akademisi dan praktisi, sambung Dr. Adrian Teja, diharapkan saling mengisi gap antara teori dan praktis.

Nantinya, pemahaman yang seimbang antara teori dan praktek membantu Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya dan Nagoya University of Commerce and Business (NUCB) untuk mendesain kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan family business saat ini dan dimasa mendatang dengan memanfaatkan kearifan lokal untuk memenuhi kebutuhan global.

"Melalui The 3rd Family Business Academic Conference and Doctoral Colloquium, kami berharap dapat membuka kesempatan bagi peserta untuk mempererat hubungan kekeluargaan sebagai global family, mengadopsi nilai nilai luhur, dan mempelajari ‘rahasia’ keberlanjutan dari perusahaan keluarga di Indonesia dan Jepang, dan bahkan dapat menjadi batu loncatan untuk menyelenggarakan seminar internasional family business berikutnya yang lebih luas,” tutup Dr. Adrian Teja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Ekonomi Eropa Diprediksi Terjadi Berbulan-bulan, Bakal Berdampak ke Indonesia?

Krisis Ekonomi Eropa Diprediksi Terjadi Berbulan-bulan, Bakal Berdampak ke Indonesia?

Bisnis | Selasa, 08 November 2022 | 08:52 WIB

Pedagang Tradisional Naik Kelas, GudangAda Adakan Lokakarya Bisnis Digital di 49 Kota

Pedagang Tradisional Naik Kelas, GudangAda Adakan Lokakarya Bisnis Digital di 49 Kota

Bisnis | Senin, 07 November 2022 | 18:55 WIB

Menelusuri Bisnis Ismail Bolong, Pengepul Batu Bara Ilegal Ngaku Setor Rp6 M ke Polisi

Menelusuri Bisnis Ismail Bolong, Pengepul Batu Bara Ilegal Ngaku Setor Rp6 M ke Polisi

Bisnis | Senin, 07 November 2022 | 13:17 WIB

Terkini

Sudah dari 2025, DPRD Sebut Pramono Anung Lamban Bertindak Soal Pungutan Paksa PMI

Sudah dari 2025, DPRD Sebut Pramono Anung Lamban Bertindak Soal Pungutan Paksa PMI

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Valuasi OKX Tembus US$25 Miliar, Circle hingga Standard Chartered Ikut Tanam Modal

Valuasi OKX Tembus US$25 Miliar, Circle hingga Standard Chartered Ikut Tanam Modal

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Ragamu Bukan Mesin: Seni Melambat di Dunia yang Terlalu Cepat

Ragamu Bukan Mesin: Seni Melambat di Dunia yang Terlalu Cepat

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Novel Ascendance of a Bookworm Bagian 4 Diadaptasi Jadi Anime TV

Novel Ascendance of a Bookworm Bagian 4 Diadaptasi Jadi Anime TV

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Cara Membersihkan Tupperware yang Menguning, Ampuh Bisa Bikin Bening Lagi

Cara Membersihkan Tupperware yang Menguning, Ampuh Bisa Bikin Bening Lagi

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Pilpres 2029, Golkar Usung Prabowo Calon Presiden

Pilpres 2029, Golkar Usung Prabowo Calon Presiden

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Persaingan Usaha Kafe Makin Ketat, CBE 2026 Buka Akses Pengetahuan dan Jejaring Usaha

Persaingan Usaha Kafe Makin Ketat, CBE 2026 Buka Akses Pengetahuan dan Jejaring Usaha

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Pramono Anung Persilakan Murid Korban Kekerasan dan Pelecehan Guru di SMKN 27 Jakarta Lapor Polisi

Pramono Anung Persilakan Murid Korban Kekerasan dan Pelecehan Guru di SMKN 27 Jakarta Lapor Polisi

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Jebakan Urgensi Palsu di Balik Notifikasi: Saatnya Merebut Kembali Kendali atas Waktumu

Jebakan Urgensi Palsu di Balik Notifikasi: Saatnya Merebut Kembali Kendali atas Waktumu

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029

Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×