Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Bio Farma Siapkan 120 Juta Dosis Vaksin, Covid-19 Naik Lagi?

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 08 November 2022 | 15:26 WIB
Bio Farma Siapkan 120 Juta Dosis Vaksin, Covid-19 Naik Lagi?
Ilustrasi vaksin. (pixabay/ilustrasi vaksin)

Suara.com - PT Bio Farma (Persero) memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 di tengah kelangkaan pasokan. Perseroan akan menggenjot produksi vaksin IndoVac untuk kebutuhan tahun ini dan tahun depan.

Direktur Transformasi dan Digital, Soleh Ayubi mengatakan, sebanyak 20 juta vaksin IndoVac akan diproduksi untuk mencukupi kebutuhan pada tahun ini.

"Kemudian Tahun depan jika dibutuhkan bisa kami genjot sampai ke 120 juta dosis," ujarnya dalam diskusi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (8/11/2022).

Menurut Soleh, vaksin IndoVac sudah bisa menangkal varian baru Covid-19. Kecuali, varian yang baru muncul akhir-akhir ini yaitu varian omicron XBB.

Dia menjelaskan, varian baru tersebut saat ini masih dikaji oleh Bio Farma. Kajian ini untuk mengetahui, vaksin IndoVac bisa ampuh menangkal virus Covid-19.

"Nanti kalau ada hasil kajian kami, atau hasil study kami atau reserch kami bahwa vaksin terbaru ini akan menangkal varian paling baru akan kami sampaikan kepada publik itu bagian dari kami untuk selalu berinovasi mengikuti perkembangan zaman, mengikuti kebutuhan dari pasien," ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, peluncuran dan penyuntikan perdana Vaksin IndoVac oleh Presiden Joko Widodo merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan kesehatan nasional.

Erick mengklaim vaksin buatan BUMN ini merupakan vaksin yang 100 persen bahan bakunya dari lokal.

"Vaksin IndoVac adalah pemberian nama dari Bapak Presiden, yang hari ini meluncurkan dan mengapresiasi vaksin dengan bahan baku lokal, karya anak bangsa," ujar Erick dalam sambutannya secara virtual, Kamis (13/10/2022).

Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat ketahanan kesehatan selain pangan dan energi. Apalagi setelah dunia dilanda pandemi Covid-19 yang melululantahkan tatanan kehidupan dunia.

"Selain dari ketahanan pangan ketahanan energi ketahanan kesehatan adalah sesuatu yang sangat penting untuk bangsa ini ke depan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Subvarian Omicron XBB Masuk Lampung, Satu Orang Dirawat dengan Gejala Ringan

Subvarian Omicron XBB Masuk Lampung, Satu Orang Dirawat dengan Gejala Ringan

Lampung | Selasa, 08 November 2022 | 14:37 WIB

Kedaruratan Covid-19 Belum Berakhir, Ahli Epidemiologi Imbau Masyarakat Lengkapi Vaksin

Kedaruratan Covid-19 Belum Berakhir, Ahli Epidemiologi Imbau Masyarakat Lengkapi Vaksin

Health | Selasa, 08 November 2022 | 11:53 WIB

Ahli Epidemiologi Sebut Antibodi Covid-19 Masyarakat Indonesia Capai 98,5 Persen

Ahli Epidemiologi Sebut Antibodi Covid-19 Masyarakat Indonesia Capai 98,5 Persen

Sumbar | Selasa, 08 November 2022 | 09:15 WIB

Terkini

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB