INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
Ilustrasi Baja impor yang bisa membahayakan proyek Infrastruktur RI.
baca 10 detik
  • Direktur Program INDEF, Esther Sri Astuti, memperingatkan risiko keamanan konstruksi akibat maraknya baja impor murah yang tidak memenuhi standar SNI.
  • Praktik dumping dan manipulasi kode Harmonized System memicu masuknya baja impor ilegal yang mengancam daya saing industri baja nasional.
  • Pemerintah didesak memperketat pengawasan kualitas serta perlindungan industri domestik untuk mencegah penurunan produksi dan potensi kegagalan struktur bangunan.

Suara.com - Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, mengingatkan maraknya baja impor murah di pasar domestik berisiko terhadap keamanan proyek konstruksi karena tidak seluruh produk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Banyak produk baja impor tidak memenuhi standar SNI (Standar Nasional Indonesia), sehingga berisiko bagi keamanan proyek konstruksi," kata Esther kepada Suara.com, Jumat (8/5/2026).

Menurut Esther, persoalan baja impor murah tidak semata soal harga yang menekan produsen lokal, tetapi juga menyangkut aspek keamanan jangka panjang ketika material dengan kualitas di bawah standar digunakan dalam pembangunan.

Ia menilai penggunaan baja berkualitas rendah dapat berdampak serius terhadap ketahanan bangunan maupun proyek infrastruktur, terutama jika pengawasan terhadap barang impor longgar.

Baja ringan untuk kerangka atap (Dok. PT Kencana Maju Bersama)
Ilustrasi Baja impor yang bisa membahayakan proyek Infrastruktur RI

Di tengah masifnya masuk baja murah, Esther juga menyoroti adanya praktik dumping, yakni penjualan produk di bawah harga wajar, yang membuat pasar domestik dibanjiri barang impor berharga rendah.

"Produk impor dengan harga jauh di bawah nilai wajar (dumping) menguasai pasar domestik, menggeser produk lokal," ujarnya.

Selain dumping, Esther menyoroti dugaan manipulasi kode Harmonized System (HS) untuk menghindari tarif bea masuk. Menurut dia, modus semacam ini membuat produk impor semakin mudah masuk dan memperbesar tantangan pengawasan kualitas.

"Modus manipulasi kode Harmonized System (HS) sering digunakan untuk menghindari tarif bea masuk," ucap Esther.

Ia menegaskan, kondisi tersebut dapat menciptakan dua tekanan sekaligus, yakni menghantam daya saing industri baja nasional dan membuka celah beredarnya produk yang mutunya tidak terjamin.

baca juga

Esther mencontohkan tekanan impor murah bahkan telah berdampak pada penurunan kapasitas produksi industri domestik hingga penutupan pabrik seperti yang terjadi pada PT Krakatau Osaka Steel.

Karena itu, Esther meminta pemerintah tidak hanya fokus pada aspek perdagangan, tetapi juga memperketat pengawasan standar kualitas baja impor yang masuk ke pasar Indonesia.

Menurut dia, perlindungan industri nasional perlu berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keamanan publik melalui penegakan standar mutu yang ketat.

"Harus lindungi industri baja dengan subsidi atau dengan kurangi impor," tutur Esther.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

×