Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
Ilustrasi Baja impor yang bisa membahayakan proyek Infrastruktur RI.
baca 10 detik
  • Direktur Program INDEF, Esther Sri Astuti, memperingatkan risiko keamanan konstruksi akibat maraknya baja impor murah yang tidak memenuhi standar SNI.
  • Praktik dumping dan manipulasi kode Harmonized System memicu masuknya baja impor ilegal yang mengancam daya saing industri baja nasional.
  • Pemerintah didesak memperketat pengawasan kualitas serta perlindungan industri domestik untuk mencegah penurunan produksi dan potensi kegagalan struktur bangunan.

Suara.com - Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, mengingatkan maraknya baja impor murah di pasar domestik berisiko terhadap keamanan proyek konstruksi karena tidak seluruh produk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Banyak produk baja impor tidak memenuhi standar SNI (Standar Nasional Indonesia), sehingga berisiko bagi keamanan proyek konstruksi," kata Esther kepada Suara.com, Jumat (8/5/2026).

Menurut Esther, persoalan baja impor murah tidak semata soal harga yang menekan produsen lokal, tetapi juga menyangkut aspek keamanan jangka panjang ketika material dengan kualitas di bawah standar digunakan dalam pembangunan.

Ia menilai penggunaan baja berkualitas rendah dapat berdampak serius terhadap ketahanan bangunan maupun proyek infrastruktur, terutama jika pengawasan terhadap barang impor longgar.

Baja ringan untuk kerangka atap (Dok. PT Kencana Maju Bersama)
Ilustrasi Baja impor yang bisa membahayakan proyek Infrastruktur RI

Di tengah masifnya masuk baja murah, Esther juga menyoroti adanya praktik dumping, yakni penjualan produk di bawah harga wajar, yang membuat pasar domestik dibanjiri barang impor berharga rendah.

"Produk impor dengan harga jauh di bawah nilai wajar (dumping) menguasai pasar domestik, menggeser produk lokal," ujarnya.

Selain dumping, Esther menyoroti dugaan manipulasi kode Harmonized System (HS) untuk menghindari tarif bea masuk. Menurut dia, modus semacam ini membuat produk impor semakin mudah masuk dan memperbesar tantangan pengawasan kualitas.

"Modus manipulasi kode Harmonized System (HS) sering digunakan untuk menghindari tarif bea masuk," ucap Esther.

Ia menegaskan, kondisi tersebut dapat menciptakan dua tekanan sekaligus, yakni menghantam daya saing industri baja nasional dan membuka celah beredarnya produk yang mutunya tidak terjamin.

baca juga

Esther mencontohkan tekanan impor murah bahkan telah berdampak pada penurunan kapasitas produksi industri domestik hingga penutupan pabrik seperti yang terjadi pada PT Krakatau Osaka Steel.

Karena itu, Esther meminta pemerintah tidak hanya fokus pada aspek perdagangan, tetapi juga memperketat pengawasan standar kualitas baja impor yang masuk ke pasar Indonesia.

Menurut dia, perlindungan industri nasional perlu berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keamanan publik melalui penegakan standar mutu yang ketat.

"Harus lindungi industri baja dengan subsidi atau dengan kurangi impor," tutur Esther.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:25 WIB

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:32 WIB

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:10 WIB

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:03 WIB

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:37 WIB

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:31 WIB

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:13 WIB