Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan menjelang akhir pekan ini dibuka bangkit ke level 7.044 dari penutupan perdagangan kemarin yang ditutup anjlok di level 6.966.
Mengutip data RTI, Jumat (11/11/2022) IHSG dibuka melesat 77,6 basis poin atau menguat 1,11 persen ke level 7.044.
Setelah dibuka tepat pukul 09:00 Wib laju IHSG terus merangkak naik hingga level 7.059 atau telah mengalami penguatan sebesar 1,32 persen.
Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka menguat pada awal perdagangan indeks ini naik 13,9 basis poin atau terapresiasi 1,40 persen menuju level 1.005.
Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 1,1 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp758 miliar dan volume transaksi mencapai 39 ribu kali.
Sebanyak 262 saham berhasil menguat, 68 saham bergerak melemah dan 197 saham bergerak stagnan.
CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya melihat pergerakan IHSG berada dalam rentang sideways bahkan memperlihatkan pola tekanan dalam jangka pendek masih cukup kuat.
Di sisi lain, masih tercatatnya capital inflow secara year to date (ytd) menunjukkan minat investasi ke dalam pasar modal Indonesia masih cukup besar.
"Sehingga peluang terjadinya koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat dalam jangka panjang IHSG masih menunjukkan pola uptrend," katanya.
Dirinya pun memprediksi indeks saham bakal bergerak di rentang support 6.954 dan resistance 7.172.
Untuk saham pilihan, William merekomendasikan JSMR, BBNI, ASII, SMGR, UNVR, SMRA, KLBF, dan AKRA.