Rincian 44 Juta Data yang Dibocorkan Hacker Bjorka dari MyPertamina

Data pengguna aplikasi MyPertamina yang di-hack oleh Bjorka meliputi nama, email, nomor induk kependudukan atau NIK, NPWP, nomor telepon, serta pengeluaran pengguna.

M Nurhadi
Jum'at, 11 November 2022 | 18:36 WIB
Rincian 44 Juta Data yang Dibocorkan Hacker Bjorka dari MyPertamina
Sejumlah orang sedang mendaftar secara manual untuk menggunakan aplikasi MyPertamina. [Antara]

Suara.com - Aplikasi MyPertamina menjadi sasaran hacker Bjorka. Lantas data apa saja yang berhasil dibocorkan Bjorka dari aplikasi perusahaan migas tersebut? 

Data aplikasi MyPertamina yang diretas ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi pada lembaga negara. Sebelumnya Bjorka juga melakukan pencurian data terhadap pelanggan Indihome, data pemilih di Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan surat yang ditujukan untuk presiden Indonesia. 

Dalam unggahan di Breached Forum, akun Bjorka menuliskan bahwa dirinya mengantongi 44 juta data dari MyPertamina per Kamis (10/11/2022).

Dalam keterangan yang sama, Bjorka melanjutkan bahwa ukuran data tersebut mencapai 30 GB namun telah terkompres hanya berukuran 6 GB. Peretasan dilakukan sejak awal November lalu. 

Baca Juga:Comeback setelah Vakum, Bjorka Jual Data Pribadi Masyarakat dari MyPertamina: The Day Has Come Baby

Data pengguna aplikasi MyPertamina yang di-hack oleh Bjorka meliputi nama, email, nomor induk kependudukan atau NIK, NPWP, nomor telepon, serta pengeluaran pengguna.

Bjorka juga menyertakan link contoh transaksi yang dilakukan oleh pengguna aplikasi MyPertamina tersebut. Data tersebut kemudian dijual dengan harga USD 25.000 atau sekitar Rp392 juta dengan pembayaran melalui bitcoin.

Bjorka juga menuliskan bahwa dirinya mengantongi 44 juta data pengguna. Data itu disertai keterangan bahwa aplikasi MyPertamina terintegrasi dengan platform dompet digital LinkAja yang digunakan untuk pembayaran di SPBU secara non-tunai.

Padahal, pengguna aplikasi MyPertamina tersebut tercatat baru sekitar 3 juta alias kalah jauh dari yang sudah diretas oleh Bjorka. 

Setelah terungkapnya kasus ini, Pertamina bersama PT Telkom tengah melakukan investigasi terkait keamanan data pengguna aplikasi tersebut. Pengguna aplikasi ini merupakan konsumen BBM bersubsidi Pertamax. Pemerintah memang mengeluarkan kebijakan pendataan agar BBM bersubsidi dengan stok terbatas bisa tepat sasaran. 

Baca Juga:Pertamina Investigasi Dugaan Kebocoran Data 44 Juta Pengguna MyPertamina

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengaku sedang melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran data 44 juta pengguna MyPertamina yang dilakukan hacker Bjorka.

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

BISNIS

TERKINI