Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Emiten Baut dan Mur Ini Yakin Raup Pendapatan Rp1,43 Triliun Hingga Akhir Tahun

Erick Tanjung, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 24 November 2022 | 18:43 WIB
Emiten Baut dan Mur Ini Yakin Raup Pendapatan Rp1,43 Triliun Hingga Akhir Tahun
Emiten baut dan mur untuk industri otomotif, PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) menargetkan meraup pendapatan sebesar Rp1,43 triliun sepanjang tahun 2022. [Suara.com/Fadil]

Suara.com - Emiten baut dan mur untuk industri otomotif, PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) menargetkan meraup pendapatan sebesar Rp1,43 triliun sepanjang tahun 2022. Atau naik 21,08 persen dibanding hasil tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp1,181 triliun.

Sekretaris Perusahaan BOLT, Anthony Wijaya mengatakan target pendapatan itu didukung teratasinya pandemi Covid-19 di Indonesia dan adanya kebijakan pemerintah yang memberikan pelonggaran untuk kegiatan aktivitas masyarakat. Sehingga ikut memicu pergerakan ekonomi Indonesia tahun 2022 yang diprediksi dapat mencapai lebih dari 5 persen.

“Kondisi itu tentunya dapat memicu kenaikan permintaan pasar terhadap kendaraan yang juga memberikan dampak positif pada industri otomotif Indonesia,” kata Anthony dalam paparan Publik di Jakarta, Kamis (24/11/2022).

Namun, dia mengakui, bahwa pertumbuhan profitabilitas tahun 2022 terganggu oleh kenaikan harga bahan baku pembuatan mur dan baut yang 100 persen di impor.

“Dengan kenaikan bahan baku, kami menargetkan laba bersih tahun 2022 mencapai Rp70 miliar,” ujar dia.

Lebih lanjut Anthony bilang, dengan kenaikan harga bahan baku, perseroan akan melakukan penyesuiaan harga jual dengan pembeli secara berkala.

“Kami akan evaluasi harga jual produk kami setiap 3 bulanan, sehingga profitabilitas kedepannya akan membaik,” ungkap dia.

Kedepanya, lanjut dia, perseroan telah mendapatkan banyak permintaan atas produk-produk baru oleh pelanggan lama dan juga pelanggan baru yang terdampak oleh intensitas pemerintah dalam menjalankan program peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Banyak pelanggan kami yang akan meningkatkan permintaan produk kami sebagai dampak kebijakan TKDN. Sebagian besar permintaan ini akan terealisasi menjadi penjualan di tahun 2023 dan juga terus di tahun-tahun mendatang,” papar dia.

Sedangkan untuk pasar ekspor, jelas dia, perseroan akan terus meningkatkan porsi ekspor dari sebesar 7,2 persen dari total penjualan menjadi 30 persen di tahun 2025.

“Kami akan fokus ke wilayah wilayah yang padat, seperti benua Amerika. Kami mengikuti pameran Automechanika di Meksiko,“ pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Standar Logam untuk Knalpot Mobil Makin Tinggi, Tahun Depan Bisa Terjadi Defisit Material

Standar Logam untuk Knalpot Mobil Makin Tinggi, Tahun Depan Bisa Terjadi Defisit Material

Otomotif | Selasa, 22 November 2022 | 23:30 WIB

MARK Jadi Salah Satu dari 50 Emiten dengan Kinerja Terbaik Versi Forbes Indonesia

MARK Jadi Salah Satu dari 50 Emiten dengan Kinerja Terbaik Versi Forbes Indonesia

Press Release | Jum'at, 11 November 2022 | 14:38 WIB

Emiten Pendatang Baru Langsung Kasih Cuan Selepas IPO, Kecuali Milik Saratoga

Emiten Pendatang Baru Langsung Kasih Cuan Selepas IPO, Kecuali Milik Saratoga

Bisnis | Kamis, 10 November 2022 | 09:26 WIB

Terkini

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:37 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:54 WIB

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:34 WIB

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:22 WIB

Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ

Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:17 WIB

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:15 WIB

Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran

Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:11 WIB

Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?

Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:26 WIB