Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Capai SDGs Melalui Peningkatan ESG, PKT Diganjar Penghargaan di ASRRAT 2022

Iwan Supriyatna

Rabu, 30 November 2022 | 05:50 WIB
Capai SDGs Melalui Peningkatan ESG, PKT Diganjar Penghargaan di ASRRAT 2022
Pupuk Kaltim meraih predikat tertinggi Platinum Rank, dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2022.

Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih predikat tertinggi Platinum Rank, dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2022, yang diselenggarakan The National Center for Sustainability Reporting (NCSR). Penghargaan diterima SEVP Business Support Pupuk Kaltim Meizar Effendi, dari Ketua NCSR Ali Darwin.

Predikat Platinum Rank ASRRAT 2022 merupakan kelima kalinya diraih Pupuk Kaltim, atas kinerja dan kontribusi perusahaan dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), melalui peningkatan komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat sesuai prinsip Environment, Social dan Governance (ESG).

Diungkapkan Meizar Effendi, hal tersebut menjadi salah satu misi Pupuk Kaltim yang direfleksikan melalui kebijakan dan program strategis dengan beragam pengembangan secara berkesinambungan. Penghargaan ini pun menjadi bukti komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, yang secara konsisten terus diimplementasikan melalui berbagai pengembangan program serta inovasi setiap tahun.

"Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus menjalankan aktivitas bisnis yang bertanggung jawab sesuai konsep keberlanjutan, dengan menitikberatkan pada aspek lingkungan, sosial ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Meizar.

Implementasi komitmen tersebut salah satunya dituangkan Pupuk Kaltim melalui laporan berkelanjutan, untuk mengukur capaian program pada berbagai aspek. Sehingga kontribusi perusahaan semakin memberikan dampak yang lebih signifikan, dengan evaluasi dan peningkatan secara menyeluruh.

Diantaranya program PKT Proaktif, yang diinisiasi untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menyikapi kondisi sosial di masyarakat. Program yang awalnya digagas untuk membantu penanggulangan pandemi Covid-19 ini, terus dikembangkan dengan menyasar seluruh aspek kehidupan. Mulai kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial kemasyarakat hingga pemberdayaan.

Dua tahun terakhir, PKT Proaktif terus menggencarkan realisasi program dengan memberikan dukungan dan kontribusi ke berbagai wilayah Indonesia. Baik berupa bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan UMKM serta pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi.

“Pupuk Kaltim senantiasa mengedepankan prinsip ESG sebagai cerminan kinerja unggul perusahaa dalam menjaga keberlanjutan. Berbagai program yang dijalankan Pupuk Kaltim mencakup tiga pilar ekonomi, sosial dan lingkungan yang diselaraskan dengan indikator SDGs,” terang Meizar.

Pengelolaan lingkungan merupakan aspek utama yang menjadi perhatian serius Pupuk Kaltim. Peningkatan kinerja lingkungan juga dilaksanakan Pupuk Kaltim melalui kebijakan Life Cycle Assessment (LCA) yang mencakup lima aspek lingkungan, yakni efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, pengurangan pencemaran udara, 3R limbah B3, 3R limbah non B3, serta perlindungan keanekaragaman hayati.

"Selain itu untuk mendukung transformasi hijau sesuai konsep ESG, Pupuk Kaltim juga menginisiasi berbagai program dalam mendorong dekarbonisasi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emission di tahun 2060," lanjut Meizar.

Hal ini dilaksanakan Pupuk Kaltim melalui penerapan ekonomi sirkular, dengan memanfaatkan bahan baku dari bahan atau gas buangan produksi yang masih bisa digunakan. Sehingga dengan pemanfaatan gas buang, dapat mengurangi jejak karbon dari proses produksi. Selanjutnya Pupuk Kaltim juga mulai menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di area perkantoran untuk menekan emisi karbon di kawasan perusahaan.

Pupuk Kaltim juga menggagas program Community Forest, berupa aktivitas penanaman pohon dengan target 10 juta pohon hingga 2030. Program ini sudah terselenggara di berbagai daerah, seperti di Sukabumi Jawa Barat bekerjasama dengan Kostrad, Gorontalo serta Maratua Kalimantan Timur. Gagasan ini juga bagian komitmen Pupuk Kaltim untuk mencapai target pengurangan emisi karbon hingga 32,50 persen di tahun 2030.

“Pupuk Kaltim akan terus berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat keberadaan perusahaan bagi masyarakat. Sehingga keseimbangan antara profit, people dan planet sebagai salah satu misi Pupuk Kaltim dapat berjalan lebih maksimal,” tambah Meizar.

Ketua NCSR Ali Darwin, mengungkapkan ASRRAT tahun ini mengangkat ekonomi sirkular sebagai tema utama yang bertajuk “Pathway to Circular Economy”. Hal ini dinilai sangat relevan dengan upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dimana pelaksanaan pembangunan berkelanjutan harus dikomunikasikan kepada publik melalui Laporan Keberlanjutan.

"Sejauh mana suatu entitas berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta pencapaian Kinerja ESG-nya, semuanya dapat dipertanggungjawabkan dalam laporan keberlanjutan,” kata Ali.

Maka dari itu, informasi keberlanjutan tidak hanya tercakup dalam laporan yang berdiri sendiri, namun juga dapat dimasukkan dalam laporan keuangan tahunan atau laporan tahunan perusahaan. Selain itu, framework pelaporan keberlanjutan tidak hanya berdasarkan GRI tetapi juga dari berbagai organisasi, yang terbaru adalah IFRS Sustainability melalui IFRS Foundation.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka NCSR diubah menjadi National Center for Corporate Reporting (NCCR). Artinya kami tidak akan terlibat dengan laporan keberlanjutan saja, tapi lebih dari itu dengan mencakup semua jenis pelaporan perusahaan,” ungkap Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Optimalkan Pendayagunaan Zakat, UPZ Pupuk Kaltim Salurkan Beasiswa Cendekia Senilai Rp 1,2 Miliar

Optimalkan Pendayagunaan Zakat, UPZ Pupuk Kaltim Salurkan Beasiswa Cendekia Senilai Rp 1,2 Miliar

Bisnis | Rabu, 30 November 2022 | 05:43 WIB

Komitmen Terhadap Masyarakat dan Lingkungan, Pupuk Kaltim Borong Penghargaan ISDA 2022

Komitmen Terhadap Masyarakat dan Lingkungan, Pupuk Kaltim Borong Penghargaan ISDA 2022

Bisnis | Selasa, 29 November 2022 | 17:22 WIB

Wujudkan Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat, Pupuk Kaltim Terima Penghargaan dari Kemenkes

Wujudkan Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat, Pupuk Kaltim Terima Penghargaan dari Kemenkes

Bisnis | Senin, 28 November 2022 | 19:15 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB