CNN PHK Massal Ratusan Karyawan

M Nurhadi | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:09 WIB
CNN PHK Massal Ratusan Karyawan
Ilustrasi CNN. (AFP)

Suara.com - CNN mengumumkan adanya PHK massal karyawan. Dalam pemberitahuan kepada kaeyawan terkait, CNN menyebut PHK diperkirakan akan berdampak pada ratusan staf di jaringan berita global dan menandai pemotongan terdalam untuk organisasi dalam beberapa tahun.

Mengutip CNN, Kamis (1/12/2022) Kepala Eksekutif CNN Chris Licht mengatakan kondisi sulit sudah terjadi sejak bulan Mei lalu dimana perusahaan memberikan sebuah memo kepada seluruh karyawannya untuk melakukan proses PHK.

"Sangat sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada salah satu anggota dari tim CNN, apalagi banyak," kata Chris.

Karyawan di perusahaan dengan cemas bersiap untuk proses PHK sejak Licht memberi tahu mereka.

Licht mengatakan bahwa pada hari Rabu perusahaan akan memberi tahu karyawan mana saja yang akan terkena PHK, tapi sebagian besar merupakan kontributor.

"Perusahaan akan memberi tahu karyawan yang terkena dampak pada hari Kamis. Ini akan menjadi waktu yang sulit bagi semua orang,” kata Licht melalui memonya.

CNN menolak untuk mengatakan pada hari Rabu berapa banyak karyawan yang akan terkena dampak PHK.

PHK terjadi ketika perusahaan media dihantam oleh kondisi ekonomi yang menburuk dan  brutal yang telah memukul sektor periklanan. Licht mencatat pada bulan Oktober, ketika dia mengisyaratkan pemotongan besar akan datang, bahwa ada kekhawatiran luas atas prospek ekonomi global.

"Bahwa CNN "harus memasukkan risiko itu ke dalam perencanaan jangka panjangnya," kata Licht.

Sebelumnya, pemotongan mendalam di AMC Networks menandakan waktu yang bergejolak untuk industri media
Organisasi media lain juga telah memangkas biaya karena mereka bekerja untuk memposisikan diri mereka dengan sebaik-baiknya untuk iklim ekonomi yang bergejolak.

Disney (DIS) mengatakan minggu lalu bahwa perusahaan perlu melakukan restrukturisasi, dan AMC Networks (AMCX) mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan memangkas 20 persen stafnya.

Perusahaan media sosial seperti Facebook (FB) -induk Meta, yang juga mengandalkan pendapatan iklan, juga melakukan PHK dalam beberapa bulan terakhir.

CNN, yang masih membukukan keuntungan ratusan juta dolar, terhindar dari pemotongan yang mendatangkan malapetaka pada industri selama pandemi.

Pada tahun sebelumnya, pemotongan besar terakhir yang terjadi di organisasi terjadi pada tahun 2018 ketika kurang dari 50 orang kehilangan pekerjaan karena perusahaan merestrukturisasi bisnis digitalnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marak Perusahaan Teknologi Lakukan PHK, Karena 'Bakar Uang' Terus?

Marak Perusahaan Teknologi Lakukan PHK, Karena 'Bakar Uang' Terus?

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2022 | 04:18 WIB

Badai PHK Perusahaan Teknologi, Tak Selalu Berefek Negatif

Badai PHK Perusahaan Teknologi, Tak Selalu Berefek Negatif

Tekno | Rabu, 30 November 2022 | 14:46 WIB

Fenomena PHK: Pendiri Ajaib Tidak Terima Gaji Hingga Manajemen Potong Upah

Fenomena PHK: Pendiri Ajaib Tidak Terima Gaji Hingga Manajemen Potong Upah

Bisnis | Rabu, 30 November 2022 | 10:16 WIB

18 Perusahaan Berbasis Online yang Kena Badai PHK di Indonesia

18 Perusahaan Berbasis Online yang Kena Badai PHK di Indonesia

Tekno | Rabu, 30 November 2022 | 08:40 WIB

Induk Ajaib Sekuritas PHK Karyawan, Gaji Manajemen Dipotong

Induk Ajaib Sekuritas PHK Karyawan, Gaji Manajemen Dipotong

Bisnis | Selasa, 29 November 2022 | 16:01 WIB

TikTok Buka 3.000 Lowongan Kerja di Tengah PHK Massal Perusahaan Media Sosial

TikTok Buka 3.000 Lowongan Kerja di Tengah PHK Massal Perusahaan Media Sosial

Tekno | Senin, 28 November 2022 | 14:52 WIB

Terkini

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:12 WIB

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:09 WIB

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:46 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:11 WIB

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:52 WIB

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:42 WIB