Publik Kritik Transportasi Umum di Bandung, Begini Kata Kemenhub

M Nurhadi

Senin, 12 Desember 2022 | 10:43 WIB
Publik Kritik Transportasi Umum di Bandung, Begini Kata Kemenhub
Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pemerintah melalui Kemenhub Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengampanyekan Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum dalam rangka meningkatkan minat masyarakat naik angkutan umum.

Sayangnya, kampanye ini mendapatkan respon skeptis dari publik. Pasalnya, tidak semua daerah di Indonesia mendukung hal ini, baik dari aspek sarana prasarana maupun pemerintah setempat.

Salah seorang warganet Twitter, Rail-Boy menyampaikan kritiknya terkait transportasi di Kota Bandung yang tidak memadai. Sementara, Kota Semarang yang merupakan tempat ia merantau diakuinya sudah memiliki aspek transportasi yang cukup baik

"Sebagai orang Bandung juga KTPnya Bandung yg merantau di Semarang dan juga ikut projek transportasi umum di sini (Trans Semarang), saya emang heran sama Bandung. Sama-sama ibu kota provinsi tapi bisa jauh bgt sistem transportasi umumnya. Tiap balik ke Bandung berasa ke jaman batu," kata dia.

Hal itu ia sampaikan setelah salah seorang netizen memberikan pujian sarkas atas trasnprotasi di Bandung.

"Bandung memang gak punya transportasi massal yang memadai. Tapi Bandung punya masjid megah. Buat apa punya transportasi massal yang bagus, tapi gak punya mesjid megah nan mewah? Emang mau sholat dalam bis??" sindir warganet lainnya.

Sementara, menurut Direktur Sarana Transportasi Jalan, Danto Restyawan, perlu intervensi pemerintah untuk mengambil alih risiko penyediaan layanan angkutan umum yang memadai dan memenuhi standar pelayanan minimal, melalui program Subsidi Pembelian Layanan Angkutan Penumpang Umum Perkotaan Buy The Service (BTS).

“Permasalahan kemacetan lalu lintas telah mengemuka menjadi permasalahan sosial yang akut. Untuk mengurangi dampak seperti di atas, maka perlu intervensi pemerintah,” kata Danto pada Minggu (11/12/2022).

Menurutnya, dengan BTS, diharapkan dapat memberikan stimulus pengembangan angkutan penumpang umum perkotaan, meningkatkan minat penggunaan angkutan umum, dan menghadirkan kemudahan mobilitas kawasan perkotaan.

baca juga

Program ini, kata dia, didukung oleh teknologi telematika melalui penggunaan fleet management system, website, executive dashboard, serta aplikasi TEMAN BUS untuk memberikan kemudahan bagi regulator, operator dan pengguna.

Melalui aplikasi TEMAN BUS, masyarakat bisa mendapatkan informasi secara real time rute, jadwal dan posisi bus. Selain itu juga telah digunakan sistem pembayaran digital berbasis chip dan QRIS.

Untuk mensosialisasikan program BTS TEMAN BUS kepada masyarakat luas digunakan dengan 2 cara yakni melalui media sosial dan juga dapat dilakukan melalui pencanangan program Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum (GNKAU).

“Program Sosialisasi GNKAU dimaksudkan untuk mengajak kembali masyarakat umum menggunakan angkutan umum khususnya penggunaan BRT Buy the Service di wilayah Yogyakarta yang juga telah terintegrasi dengan layanan Trans Jogja yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta,” ujarnya.

Menurut dia, GNKAU yang dilaksanakan untuk berbagai komunitas khususnya pecinta transportasi ini adalah sebagai bentuk mempromosikan sekaligus mengajak masyarakat umum melalui media sosial bahwa Teman Bus hadir untuk melayani angkutan umum di wilayah Yogyakarta.

“Dengan GNKAU merupakan perwujudan langkah dalam memberikan layanan inklusif bagi seluruh kalangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Yogyakarta, Ni Made Dwipanti Indrayanti yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa GNKAU yang dilaksanakan pagi ini merupakan bentuk kontribusi bagi masyarakat.

“Kita berharap ke depan dapat mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang humanis, ramah lingkungan, dan nyaman untuk ditinggali,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ciro Alves Ungkap Faktor Comeback Persib Atas Persebaya

Ciro Alves Ungkap Faktor Comeback Persib Atas Persebaya

Surabaya | Senin, 12 Desember 2022 | 10:38 WIB

Persebaya Evaluasi Lini Pertahanan Usai Kalah dari Persib Bandung

Persebaya Evaluasi Lini Pertahanan Usai Kalah dari Persib Bandung

Surabaya | Senin, 12 Desember 2022 | 10:24 WIB

Prakiraan Cuaca Bandung Raya Hari Ini, Simak Berikutnya Disini

Prakiraan Cuaca Bandung Raya Hari Ini, Simak Berikutnya Disini

Purwasuka | Senin, 12 Desember 2022 | 09:26 WIB

Kondisi Terkini Daisuke Sato Usai Cedera Horor di Laga Persib vs Persebaya

Kondisi Terkini Daisuke Sato Usai Cedera Horor di Laga Persib vs Persebaya

Bola | Senin, 12 Desember 2022 | 01:45 WIB

Videonya Viral, Pelaku Pelecehan ke Siswi SMK Bandung di Angkot Ditangkap

Videonya Viral, Pelaku Pelecehan ke Siswi SMK Bandung di Angkot Ditangkap

Moots | Minggu, 11 Desember 2022 | 20:42 WIB

Wow! Winger Shin Tae yong Jadi Rebutan, Persib Bandung Ditikung Klub Eropa, Sosok Rp5,21 Miliar Pilih Mana?

Wow! Winger Shin Tae yong Jadi Rebutan, Persib Bandung Ditikung Klub Eropa, Sosok Rp5,21 Miliar Pilih Mana?

Denpasar | Minggu, 11 Desember 2022 | 19:25 WIB

Terkini

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Jabar | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Sumsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink

Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris

Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:22 WIB

Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh

Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:22 WIB

30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996

30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:21 WIB

3 Rekomendasi Peeling Pad Mengandung AHA BHA: Wajah Halus, Noda Hitam Tersamarkan

3 Rekomendasi Peeling Pad Mengandung AHA BHA: Wajah Halus, Noda Hitam Tersamarkan

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau

Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:15 WIB

×