Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

3 Alasan Pemanfaatan Energi Geotermal Masih Minim, Padahal Potensinya Besar

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 22 Mei 2025 | 14:12 WIB
3 Alasan Pemanfaatan Energi Geotermal Masih Minim, Padahal Potensinya Besar
Media Gathering The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (lIGCE) 2025 di Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (22/5/2025)/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - Pemanfaatan energi panas bumi atau geotermal di Indonesia masih sangat sedikit. Bahkan, kekinian penggunaan geotermal sebagai energi baru dan terbarukan kurang dari 20 persen.

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (INAGA-API), Julfi Hadi mengungkapkan, secara persentasen pemanfaatan energi panas bumi baru 12 persen. Dia menyebut, potensi energi geotermal mencapai 24 gigawatt.

"Jadi kita baru 12 persen, berarti kita ada 88 persen sisa. Nah, ini kita lihat ini sebagai opportunity," ujarnya dalam Media Gathering The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (lIGCE) 2025 di Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Ilustrasi panas bumi.
Ilustrasi panas bumi.

Menurut Julfi, sebenarnya pemanfaatan energi geotermal di dalam negeri bisa ditingkatkan, kalau semua pihak mau berkolaborasi. Sebab, dari pelaku usaha sendiri telah memiliki model untuk pengembangan energi geotermal tersebut.

"Kalau kita lihat Pak Presiden waktu itu bilang UUD 1945 pasal 33 bahwa masalah di Indonesia bahwa reources Indonesia ini adalah untuk negara. Kalau benar bahwa itu terlalu penting, jadi mustinya sekarang kalau kita bisa membuat komunikasinya clear dengan pemerintah, asosiasi bisa, mudah-mudahan, insya Allah, negara harus membantu untuk membuat ini komersial dan sebagainya," beber dia.

"Karena apa? Karena formulanya tadi sudah 100 persen clear, cukup clear karena kita punya banyak sekali case studies," sambung dia.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) ini mengungkapkan, tiga alasan pemanfaatan energi panas bumi itu belum maksimal. Pertama, mayoritas proyek geotermal mandek di ekplorasi, sebab tidak ada keselarasan antara tarif dengan risiko eksplorasi yang dijalankan.

"Nah itu nomor satu. Kita bisa bilang staging, kita ada ESP pump tadi untuk sumurnya, kalau sumurnya ternyata dapat mengalami low pressure, sekarang bisa dinaikkan pressure-nya," jelas dia.

"Kalau kita punya reservoir yang lebih rendah pressure keluar, pressure-nya juga lebih rendah, jadi mitigation dari itu sudah ada. Itu IPP bisa. Itu IPP bisa kerjain, Insha Allah," tambah Julfi.

Kedua, lanjutnya, dari sisi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang memang harus diturunkan. Menurut Julfi, nilai capex yang dikeluarkan harus sesuai rencana dan model yang dijalankan perusahaan ekplorasi.

"Kita semua IPP punya model, punya general plan model, berapa capex-nya harus diturunkan cukup signifikan," jelas dia.

Terakhir ketiga, Julfi menyebut, insentif pemerintah juga menjadi kendala proyek-proyek geotermal masih berjalan. Dia pun mengharapkan pemerintah bisa memberikan insentif fiskal, agar investasi di proyek geotermal menjadi menarik.

"Nah jadi itu salah satu yang penting lagi, karena kalau kita itu, Insentif itu playing a major portion. Dan yang paling penting terakhir adalah, kita gak bisa lagi melihat projek kita expand sebegitu panjang. Jadi kita harus buat ini semua, panjangin, buat ekosistem yang bisa, supaya 88 persen, bisa menjadi opportunity, win-win untuk semua stakeholder," beber dia.

Gunakan Teknologi

Sebelumnya, PGE juga mengadopsi teknologi baru seperti pompa submersible listrik dan pengukur aliran dua fase untuk meningkatkan efisiensi operasional. Investasi untuk mencapai target ini diperkirakan mencapai USD17-18 miliar, dengan kontribusi signifikan terhadap PDB nasional sebesar USD21-22 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalam IPA Convex, Pertamina Komitmen Penuhi Kebutuhan Gas Bumi Domestik melalui Skema Swap Gas

Dalam IPA Convex, Pertamina Komitmen Penuhi Kebutuhan Gas Bumi Domestik melalui Skema Swap Gas

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 16:38 WIB

Pertamina Mulai Impor Minyak Mentah dari Rusia

Pertamina Mulai Impor Minyak Mentah dari Rusia

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 12:56 WIB

Pertamina Resmikan PLTS Atap Terbesar untuk Perkuat Komitmen Energi Ramah Lingkungan

Pertamina Resmikan PLTS Atap Terbesar untuk Perkuat Komitmen Energi Ramah Lingkungan

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 12:26 WIB

Terkini

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:36 WIB

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB

Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil

Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:54 WIB

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:46 WIB

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:31 WIB

IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi

IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:20 WIB