Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161

Profil Pemilik Rupiah Cepat, Pinjol Viral yang Disorot Publik Ternyata Dikuasai Asing

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 20 Mei 2025 | 21:07 WIB
Profil Pemilik Rupiah Cepat, Pinjol Viral yang Disorot Publik Ternyata Dikuasai Asing
Rupiah Cepat (rupiahcepat.co.id)

Suara.com - Akhir-akhir ini, nama Pinjaman online atau pinjol Rupiah Cepat, sebuah platform P2P lending, sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ini bermula dari unggahan seorang warganet di platform X (sebelumnya Twitter) yang mengaku menjadi korban penipuan. Modus yang dilaporkan cukup licik: data pribadi korban disalahgunakan untuk mengajukan pinjaman di Rupiah Cepat.

Setelah dana pinjaman masuk ke rekening korban, oknum yang mengaku sebagai pihak Rupiah Cepat lantas meminta korban mengembalikan uang tersebut, dengan dalih adanya "kesalahan sistem." Merasa curiga, korban pun mendatangi kantor Rupiah Cepat untuk mencari kejelasan.

Namun, alih-alih mendapatkan solusi, korban justru diminta tetap melunasi pinjaman beserta bunga yang nominalnya hampir mencapai dua kali lipat dari pokok pinjaman. Kejadian penipuan ini sontak memicu gelombang pertanyaan dari warganet, salah satunya adalah: siapa sebenarnya pemilik Rupiah Cepat?

Siapa di Balik Rupiah Cepat?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting untuk diketahui bahwa layanan pinjaman online Rupiah Cepat dioperasikan oleh PT Kredit Utama Fintech Indonesia (KUFI). Informasi ini bisa ditemukan di situs resmi Rupiah Cepat dan juga tercatat sebagai perusahaan fintech yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini berarti Rupiah Cepat bukanlah entitas ilegal, melainkan beroperasi dalam koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Struktur Kepemilikan Saham PT KUFI: Dominasi Asing dan Peran Lokal

Dalam struktur kepemilikan PT KUFI, terdapat dua pemegang saham utama yang teridentifikasi:

  • Green Mobile Limited: Perusahaan yang berbasis di Hong Kong ini merupakan pemegang saham mayoritas, menguasai 85 persen saham Rupiah Cepat dengan nilai setara Rp12,75 miliar.
  • Yolanda Sunaryo: Sebagai pemegang saham minoritas, Yolanda Sunaryo memiliki 15 persen saham Rupiah Cepat, senilai Rp2,25 miliar.

Meskipun informasi mengenai Green Mobile Limited sangat terbatas di ranah publik, keberadaan investor asing dalam perusahaan fintech di Indonesia bukanlah hal baru. Ini menunjukkan adanya minat dan kepercayaan investor internasional terhadap potensi pasar fintech di tanah air.

Mengenal Yolanda Sunaryo: Sosok di Balik Layar dengan Latar Belakang Hukum dan Fintech

Yolanda Sunaryo, sebagai pemegang saham minoritas, memiliki profil yang cukup menarik dan relevan di industri fintech. Ia adalah seorang profesional dengan latar belakang yang kuat di bidang hukum.

Yolanda meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Trisakti pada tahun 2013, dan kemudian melanjutkan studi magisternya di Universitas Pelita Harapan, lulus dengan gelar Master of Notary Public pada tahun 2017.

Perjalanan karier Yolanda juga menunjukkan keterlibatannya yang mendalam dalam ekosistem fintech:

  • Asosiasi FinTech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI): Sejak September 2020 hingga Juni 2024, Yolanda menjabat sebagai Deputy Head of Cash Loan Division di AFPI, sebuah organisasi yang menjadi wadah bagi pelaku usaha P2P lending di Indonesia. Perannya di AFPI tentu memberinya wawasan luas tentang regulasi dan praktik terbaik di industri ini.
  • Direktur Rupiah Cepat: Pada November 2020, Yolanda menduduki posisi Direktur di Rupiah Cepat.
  • Pendiri Startup Rahasia: Pada April 2021, ia juga diketahui mendirikan sebuah stealth mode startup company, yang mengindikasikan keterlibatannya dalam inovasi dan pengembangan bisnis baru di ranah teknologi.
  • Perubahan Peran di Rupiah Cepat: Pada Maret 2024, Yolanda beralih dari posisi Direktur menjadi Chief Business Legal and Compliance Officer di Rupiah Cepat. Meskipun demikian, ia tetap menjadi pemegang saham minoritas PT KUFI.

Perpindahan peran ini mengindikasikan fokus Rupiah Cepat pada aspek hukum dan kepatuhan, yang sangat krusial dalam industri fintech yang diatur ketat. Kehadiran Yolanda dengan latar belakang hukumnya menunjukkan komitmen perusahaan untuk beroperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Jajaran Direksi dan Komisaris PT Kredit Utama Fintech Indonesia

Selain pemegang saham, struktur kepemimpinan PT KUFI juga diperkuat oleh jajaran direksi dan komisaris yang memiliki pengalaman relevan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Melaporkan Pinjol yang Memeras dan Mengancam Nasabah

Cara Melaporkan Pinjol yang Memeras dan Mengancam Nasabah

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 20:35 WIB

Stop Pinjol Ilegal! Mending Ajukan Pinjaman ke BRI Ceria, Syaratnya Mudah!

Stop Pinjol Ilegal! Mending Ajukan Pinjaman ke BRI Ceria, Syaratnya Mudah!

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 19:13 WIB

KPPU Curigai Bunga Pinjol, OJK: Bedakan dengan Ilegal

KPPU Curigai Bunga Pinjol, OJK: Bedakan dengan Ilegal

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 13:45 WIB

Pinjol Langsung Cair Tanpa KTP, Awas Risiko dan Tidak Berizin OJK

Pinjol Langsung Cair Tanpa KTP, Awas Risiko dan Tidak Berizin OJK

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 07:22 WIB

Sengaja Kabur dari Pinjaman dan Galbay, Awas Risikonya di Masa Depan

Sengaja Kabur dari Pinjaman dan Galbay, Awas Risikonya di Masa Depan

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 19:21 WIB

Debt Collector Dilarang Teror Penagihan Utang, Ini Aturan Pinjol Terbaru

Debt Collector Dilarang Teror Penagihan Utang, Ini Aturan Pinjol Terbaru

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 07:16 WIB

Terkini

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:51 WIB

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:03 WIB

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:56 WIB

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:24 WIB

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:09 WIB

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:57 WIB

Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin

Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:27 WIB

Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk

Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:08 WIB

Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari

Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:52 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:49 WIB