Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Gara-gara Judi Piala Dunia, Reli Santa Claus Pada Saham Diprediksi Tak Terjadi

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 21 Desember 2022 | 15:56 WIB
Gara-gara Judi Piala Dunia, Reli Santa Claus Pada Saham Diprediksi Tak Terjadi
Kapten sekaligus pemain depan Argentina Lionel Messi mengangkat Trofi Piala Dunia selama upacara trofi Piala Dunia 2022 Qatar setelah pertandingan final antara Argentina dan Prancis di Stadion Lusail di Lusail, utara Doha, Qatar, Minggu (18/12/2022). [Odd ANDERSEN / AFP]

Suara.com - Hiruk-pikuk hajatan Piala Dunia 2022 Qatar yang baru saja usai diselenggarakan ternyata membawa dampak yang kurang mengenakkan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasalnya IHSG berpotensi tidak mengalami reli Santa Cluas menjelang tutup tahun.

Reli Santa Claus adalah fenomena kenaikan harga-harga saham di akhir Desember karena banyak investor yang menerima bonus akhir tahun yang dialirkan untuk membeli saham dan optimistis menjelang tahun baru.

Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza C. Suryanata mengatakan tidak terjadinya reli Santau Claus dikarenakan sejumlah sentimen negatif, salah satunya gara-gara judi Piala Dunia 2022.

Liza mengatakan setiap ada hajatan sepak bola itu transaksi saham cenderung sepi.

"Nilai taruhan yang bergulir di seluruh dunia mencapai Rp550 triliun. Bisa dibayangkan mungkin duit spekulannya pindah meja ke Piala Dunia,” kata Liza dalam analisanya dikutip Rabu (21/12/2022).

Selain itu kata dia, penurunan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) juga ikut memengaruhi pergerakan IHSG. Liza mengungkapkan 1 persen pergerakan saham GOTO bisa menyumbang 7 poin pada IHSG.

“Keputusan pemegang saham untuk pegang GOTO tidak berlangsung awet, banyak yang memutuskan jual, dan efeknya menyeret turun saham blue chips seperti ASII dan TLKM karena ada investasi mereka di saham GOTO,” ujarnya.

Liza menilai instansi BUMN pun sekarang ketar-ketir sebab keputusan investasinya di GOTO akan dipertanyakan oleh DPR lantaran investasi saham yang turun terus. Menurut analisanya dengan investasi di GOTO, laporan keuangan TLKM kuartal III/2022 mencatat rugi Rp3 triliun pada harga saham GOTO di Rp246.

Sekarang harga saham GOTO berada di level Rp92, maka nilai kerugian TLKM diperkirakan bisa menembus ke Rp7,7 triliun.

baca juga

“Melihat perkembangan saham ini, pemegang saham GOTO, ASII, dan TLKM akan pikir-pikir layak tidaknya menerapkan investasi jangka panjang di GOTO," paparnya.

Ketiga, relaksasi lockdown di China sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu sehingga pertumbuhan ekonominya sempat turun sampai hanya 3,9 persen. Sekarang dengan lockdown yang mulai dilonggarkan, ada harapan perekonomian China akan mulai bergulir sehingga proses impor dan ekspor mulai lancar.

"Saat lockdown dibuka, bursa saham Hong Kong, Hangseng sedang murah-murahnya. Perbandingan sama di Indonesia, pada waktu itu Hangseng PER-nya di 10 kali sedangkan IHSG 14,7 kali. Jadi setelah pengumuman relaksasi itu banyak dana yang masuk ke sana karena lagi murah-murahnya, jadi masuk akal kalau fund manager masuk ke sana," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fantastis, Judi Bola Selama Piala Dunia 2022 Tembus Rp 545 Triliun

Fantastis, Judi Bola Selama Piala Dunia 2022 Tembus Rp 545 Triliun

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2022 | 08:54 WIB

Gigit Jari, Rapper Drake Kalah Judi Bola Rp 15 Miliar di Final Piala Dunia

Gigit Jari, Rapper Drake Kalah Judi Bola Rp 15 Miliar di Final Piala Dunia

Bisnis | Senin, 19 Desember 2022 | 13:49 WIB

Pasang Judi Bola untuk Argentina, Pria Ini Malah Kehilangan Uang Rp15 Miliar

Pasang Judi Bola untuk Argentina, Pria Ini Malah Kehilangan Uang Rp15 Miliar

Bisnis | Senin, 19 Desember 2022 | 08:22 WIB

Terkini

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:43 WIB

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:32 WIB

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:08 WIB

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:05 WIB

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:01 WIB

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:21 WIB

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:16 WIB

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:10 WIB

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:48 WIB

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:31 WIB

×