Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

5 Negara dengan Teknologi Ramalan Cuaca Paling Mutakhir, Bisa Jadi Acuan BMKG dan BRIN

M Nurhadi

Kamis, 29 Desember 2022 | 16:59 WIB
5 Negara dengan Teknologi Ramalan Cuaca Paling Mutakhir, Bisa Jadi Acuan BMKG dan BRIN
Ilustrasi gempa bumi (unsplash/davegoudreau)

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengeluarkan prediksi berbeda soal prakiraan cuaca di wilayah Jabodetabek. Salah satu penyebabnya, Indonesia dinilai belum menjadi negara dengan teknologi ramalan cuaca paling mutakhir. Metode yang digunakan berpotensi memunculkan hasil prediksi yang berbeda. 

Awalnya BRIN mengumumkan wilayah Jabodetabek bakal diterjang badai yang disebabkan oleh fenomena meteorologi, khususnya dari Laut Jawa dan Samudra Hindia. Namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah prediksi BRIN tersebut. BMKG menyatakan tidak ada badai hari ini, namun ada kemungkinan hujan sangat deras di wilayah Jabodetabek hingga 30 Desember.

Perdebatan kedua lembaga riset itu bahkan membuat Presiden Joko Widodo harus turun tangan. Pada Rabu (28/12/2022), Jokowi memastikan bahwa terkait informasi prakiraan cuaca hanya bisa didapat dari data BMKG.

Melihat fenomena perbedaan prakiraan cuaca di Indonesia, apakah hal serupa juga terjadi di luar negeri? Negara dengan teknologi ramalan cuaca paling mutakhir pastinya akan memprakirakan cuaca dengan lebih akurat daripada Indonesia. Berikut negara-negara dengan perkembangan teknologi paling cepat tersebut seperti dilansir dari berbagai sumber. 

1. Jerman 

Negara-negara empat musim terkenal dengan teknologinya yang canggih, termasuk untuk memprediksi cuaca. Di negara tersebut, persiapan musim dingin harus dilakukan jauh-jauh hari, terutama menyediakan cukup energi untuk mengaktifkan penghangat dan aktivitas lain yang kebanyakan berada di rumah. 

Jerman menjadi salah satu negara Eropa dengan teknologi paling canggih. Kendati lebih dikenal sebagai negara penghasil mobil-mobil terbaik, teknologi untuk memprediksi cuaca juga tidak kalah canggih. 

2. Jepang

Di kawasan Asia Timur, Jepang dikenal sebagai negara dengan industri teknologi yang maju. Tak kalah dari Eropa. Sebagai negara kepulauan, Jepang juga fokus dengan pengembangan teknologi cuaca. Di samping itu, Jepang juga negara yang dikenal rawan akan tsunami dan gempa bumi. 

baca juga

3. Amerika Serikat

Baru-baru ini, Amerika Serikat diterjang cuara ekstrem yang menyebabkan lalu-lintas lumpuh. Sekitar 60 persen wilayah Negeri Paman Sam dihantam badai salju yang membuat hari Natal lumpuh. Puluhan orang bahkan dikabarkan meninggal dunia. Peristiwa ini mendorong Amerika Serikat terus mengembangkan teknologi canggih untuk memprediksi cuaca dan memitigasi cuaca ekstrem. 

4. Israel 

Warga Israel banyak merantau ke Amerika Serikat untuk bekerja di bidang teknologi. Mereka kemudian pulang untuk mengembangkan negaranya di sektor yang sama, termasuk teknologi memprediksi cuaca. 

5. Swedia 

Swedia merupakan merupakan negara yang terkenal rajin mengembangkan web dan aplikasi. Tidak hanya Skype dan Spotify yang terkenal secara global, negara ini juga mengembangkan aplikasi pemantau cuaca seperti Sverige Vader. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badai Dahsyat Tak Terbukti, Klarifikasi Kepala BRIN: Itu adalah Pendapat Personal

Badai Dahsyat Tak Terbukti, Klarifikasi Kepala BRIN: Itu adalah Pendapat Personal

News | Kamis, 29 Desember 2022 | 16:34 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Makin Tinggi Hingga 1 Januari 2023

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Makin Tinggi Hingga 1 Januari 2023

Tekno | Kamis, 29 Desember 2022 | 16:54 WIB

Prediksinya Tak Terbukti, BRIN Dibentuk Era Jokowi Dewan Penasihatnya Megawati

Prediksinya Tak Terbukti, BRIN Dibentuk Era Jokowi Dewan Penasihatnya Megawati

Joglo | Kamis, 29 Desember 2022 | 16:09 WIB

Prediksi Hujan Badai Bikin Publik Heboh, Kepala BRIN Klarifikasi: Itu Pendapat Personal Periset

Prediksi Hujan Badai Bikin Publik Heboh, Kepala BRIN Klarifikasi: Itu Pendapat Personal Periset

News | Kamis, 29 Desember 2022 | 16:01 WIB

BRIN Bikin Heboh soal Badai, Wapres: Yang Berwenang Umumkan Cuma BMKG

BRIN Bikin Heboh soal Badai, Wapres: Yang Berwenang Umumkan Cuma BMKG

News | Kamis, 29 Desember 2022 | 15:39 WIB

Peneliti BRIN Jelaskan Istilah Badai Dahsyat Jabodetabek 28 Desember

Peneliti BRIN Jelaskan Istilah Badai Dahsyat Jabodetabek 28 Desember

Tekno | Kamis, 29 Desember 2022 | 16:45 WIB

Terkini

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:12 WIB

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:56 WIB

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:55 WIB

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:37 WIB

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:32 WIB

×