Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Rubel Rusia Merosot, Harga Minyak Kembali Terguncang?

M Nurhadi

Kamis, 29 Desember 2022 | 18:34 WIB
Rubel Rusia Merosot, Harga Minyak Kembali Terguncang?
Rubel. (Shutterstock)

Suara.com - Rubel Rusia merosot ke level terendah delapan bulan terhadap dolar pada awal perdagangan Kamis, tertekan ekspektasi bahwa sanksi terhadap minyak dan gas Rusia dapat membatasi pendapatan ekspor.

Pada pukul 07.17 GMT, rubel melemah 0,9 persen terhadap dolar menjadi diperdagangkan pada 72,83, titik terlemah sejak 27 April.

Mata uang Rusia juga kehilangan 0,7 persen menjadi diperdagangkan pada 76,93 versus euro dan tergelincir 0,6 persen terhadap yuan menjadi diperdagangkan di 10,31.

Mata uang Rusia, Rubel kini semakin kehilangan nilainya usai hilangnya penopang dari periode pajak akhir bulan yang biasanya membuat eksportir mengubah pendapatan mata uang asing menjadi rubel untuk membayar kewajiban domestik, sementara pemulihan impor digabungkan dengan penurunan ekspor juga memberikan tekanan.

"Faktor fundamental berupa perubahan parameter transaksi berjalan, di mana ekspor turun dan impor naik, memberikan tekanan nyata pada posisi rubel," kata Alfa Capital.

Patokan global dalam ekspor utama Rusia, minyak mentah brent, turun 0,9 persen menjadi diperdagangkan pada 82,5 dolar AS per barel.

Presiden Vladimir Putin minggu ini menyampaikan tanggapan Rusia yang telah lama ditunggu-tunggu atas pembatasan harga minyak Barat, menandatangani dekrit yang melarang pasokan minyak mentah dan produk minyak mulai 1 Februari selama lima bulan ke negara-negara yang mematuhinya.

Rubel sekarang telah kehilangan sekitar 15 persen terhadap dolar sejak batas harga mulai berlaku pada 5 Desember.

Perekonomian Rusia juga goyah menuju tahun 2023. Data ekonomi November pada Rabu (28/12/2022) memberikan tanda-tanda bahwa kekurangan tenaga kerja terkait dengan perintah mobilisasi parsial akhir September oleh Putin merusak prospek pertumbuhan.

Indeks saham Rusia beragam. Indeks RTS berdenominasi dolar turun 0,8 persen menjadi diperdagangkan di 926,5 poin. Indeks MOEX Rusia berbasis rubel menguat 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 2.141,5 poin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Anjlok, Tapi BBM Pertamina Naik

Harga Minyak Dunia Anjlok, Tapi BBM Pertamina Naik

Bisnis | Kamis, 29 Desember 2022 | 09:54 WIB

Krisis Energi Masih Hantui Eropa, Jerman Bersiap Hadapi Kenaikan Harga Gas Hingga 2023

Krisis Energi Masih Hantui Eropa, Jerman Bersiap Hadapi Kenaikan Harga Gas Hingga 2023

Bisnis | Kamis, 29 Desember 2022 | 07:47 WIB

Ramalan 2023 Mantan Presiden Rusia: Prancis Perang Lawan Jerman, Uni Eropa Bubar

Ramalan 2023 Mantan Presiden Rusia: Prancis Perang Lawan Jerman, Uni Eropa Bubar

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 10:12 WIB

Bicara dengan Narendra Modi, Zelensky Berharap India Dorong Penghentian Perang

Bicara dengan Narendra Modi, Zelensky Berharap India Dorong Penghentian Perang

News | Selasa, 27 Desember 2022 | 11:24 WIB

Pengakuan Ahli Sihir Rusia, Paling Sulit Serang Umat Muslim, Beda dengan Kristen

Pengakuan Ahli Sihir Rusia, Paling Sulit Serang Umat Muslim, Beda dengan Kristen

Denpasar | Selasa, 27 Desember 2022 | 09:31 WIB

Resep Sate ala Rusia, Ide Menu Malam Tahun Baru Modal Ekonomis, jadi Banyak dan Bikin Kenyang Sekeluarga

Resep Sate ala Rusia, Ide Menu Malam Tahun Baru Modal Ekonomis, jadi Banyak dan Bikin Kenyang Sekeluarga

Bandung | Selasa, 27 Desember 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59 WIB

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:28 WIB

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB