Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kunjungi Food Estate Kapuas dan Pulang Pisau, Mentan Puas Produktivitas Padi Capai 5 Ton Per Hektare

Fabiola Febrinastri

Kamis, 16 Februari 2023 | 15:25 WIB
Kunjungi Food Estate Kapuas dan Pulang Pisau, Mentan Puas Produktivitas Padi Capai 5 Ton Per Hektare
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, di Food Estate Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (Dok: Kementan)

Suara.com - Untukmendorong optimalisasi pengembangan food estate dari hulu hingga hilir berbasis kelembagaan korporasi, khususnya percepatan dan peningkatan luas tanam padi di Food Estate Kapuas, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengunjungi Food Estate Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Pengembangan food estate bertujuan untuk  meningkatkan produksi beras, nilai tambah dan kesejahteraan petani. 

"Target luas penanaman padi di Food Estate Dadahup, Kapuas Februari ini 1.020 hektare dan kondisi sekarang yang tertanami 200 hektare, dengan perkiraan produksi di atas 4 ton. Namun kita dorong terus bersama pemerintah Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, TNI dan Polri dalam waktu 1 sampai 2 minggu depan mencapai 500 hektare," ujarnya, saat meninjau bersam Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo dan Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat di Desa Bentuk Jaya (Blok A5), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kamis (16/2/2023).

Mentan menambahkan, untuk mencapai hasil maksimal membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni hingga 4 tahun. Oleh karena itu, Food Estate Kalimantan Tengah tidak bisa dengan hanya melihat dari yang dicapai saat ini, tapi Food Estate adalah konsep yang menembuh masa depan secara nasional, karena pertanian Indonesia tidak bisa bertumpu di Jawa, Sulawesi, Sumatera dan lainnya.

"Lahan yang paling siap dan cukup tersedia luas itu di Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, Bapak Presiden Jokowi menunjuk Food Estate ini untuk mendorong konsep ketahanan pangan nasional ke depan," terangnya.

"Hal terpenting dari pengembangan Food Estate Kalimantan ini adalah jangan dibayangkan disamakan lahanya dengan Pulau Jawa, Sulawesi dan Sumatera. Lahan di Kalimantan adalah lahan rawa, yang memiliki tantangan air 20 sampai 30 cm. Walaupun kita sudah siapkan irigasinya, tapi tiba-tiba hujan tapi nanti tergenang air sehingga tanam di atas air seperti agroponik," ujar SYL.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo, di Food Estate Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (Dok: Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, di Food Estate Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (Dok: Kementan)

Kendati demikian, ia menyebut, pengembangan Food Estate Kapuas dalam 2 tahun terakhir telah memberikan hasil yang bagus. Lahan-lahan transmigrasi sebelumnya di Kalimantan membutuhkan waktu hingga 10 baru membaik endapan tanahnya. 

"Dalam 2 tahun pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah ini, alhamdulillah sudah 47 ribu hektare kita lakukan, sudah ada terisi 22 ribu hektare. Kemudian di tahun 2023 ini, sudah kita sikapi dengan 12 ribu hektare dan di bulan Februari ini, kemampuan kita hanya 200 hektare, tapi kita keroyok targetkan penanaman padi menjadi 500 hektare. Kita tidak boleh menyerah, pasti bisa," ucapnya.

Hal yang sama dikatakan Edy Pratowo. Pengembangan Food Estate Kapuas telah memberikan hasil. Awalnya hanya di bawah 3 bahkan 1 ton, tapi sekarang sudah mencapai 4 ton per hektare. 

baca juga

"Percepatan peningkatan luas tanam padi di Food Estate Kapuas ini harus kita lakukan. Kita akan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, agar target penanaman padi tercapai. Apapun yang dilakukan harus dengan merubah mindset karena mengelola lahan rawa ini sangat berbeda dengan lahan di Pulau Jawa. Kita tidak boleh menyerah, kita pasti bisa capai target luas tanam," tegas Edy.

Sementara itu, Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat menegaskan pengembangan Food Estate Kapuas meski baru beberapa tahun berjalan telah memberikan hasil nyata. Hasil panen padi baru-baru ini mencapai 5,6 ton per hektare.

"Baru-baru ini melakukan panen padi di blok sebelah, hasilnya dari ubinan BPS 5,6 ton. Ini bukan hasil yang biasa bagi kami, tapi sangat tinggi untuk food estate yang baru dibuka dengan kondisi rawa, digenangi air. Dalam waktu dekat ini, kami siap berkontribusi agar luas tanam bertambah lagi. Saya yakin, kita pasti bisa menembus tantangan," ujarnya.

Pada kunjungan ini, Mentan SYL tak hanya meninjau area pertanaman padi, namun juga melakukan peletakan batu pertama Rice Milling Unit (RMU)/penggilingan padi modern, penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 1,8 miliar dan meninjau bengkel alat mesin pertanian (alsintan). Mentan SYL pun menyerahkan KUR kepada petani senilai Rp 1,8 miliar untuk pengembangan komoditas tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan dan pengadaan alsintan.

Bahkan Mentan SYL mengunjungi area tanaman padi di lokasi ekstensifikasi tahun anggaran 2021 seluas 66 ha di Desa Sanggang Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Indeks Pertanaman (IP) padi di lokasi ini sudah 3 kali tanam setahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS: Ekspor Pertanian Januari 2023 Capai Rp5,6 Triliun

BPS: Ekspor Pertanian Januari 2023 Capai Rp5,6 Triliun

Bisnis | Rabu, 15 Februari 2023 | 17:33 WIB

Kementan Bantu Petani Wujudkan Impian Pembangunan Agro Eduwisata di Cianjur

Kementan Bantu Petani Wujudkan Impian Pembangunan Agro Eduwisata di Cianjur

Jakarta | Minggu, 12 Februari 2023 | 18:52 WIB

2 Menteri Jokowi Bantah Program Food Estate Gagal, DPR Tuduh Pakai Data Palsu

2 Menteri Jokowi Bantah Program Food Estate Gagal, DPR Tuduh Pakai Data Palsu

News | Rabu, 25 Januari 2023 | 16:05 WIB

DPR RI Sebut Food Estate Pemerintah Jokowi Bermasalah, Prabowo Pasang Badan

DPR RI Sebut Food Estate Pemerintah Jokowi Bermasalah, Prabowo Pasang Badan

Bisnis | Rabu, 18 Januari 2023 | 18:11 WIB

Pupuk Indonsia Tindak Distributor hingga Kios Yang Jual Harga Pupuk Di Atas HET.

Pupuk Indonsia Tindak Distributor hingga Kios Yang Jual Harga Pupuk Di Atas HET.

Tantrum | Senin, 16 Januari 2023 | 07:37 WIB

Jalan Usaha Tani Mudahkan Petani di Jember Akses Lahan Pertanian

Jalan Usaha Tani Mudahkan Petani di Jember Akses Lahan Pertanian

Video | Kamis, 22 Desember 2022 | 11:35 WIB

Terkini

Perusahaan Alat Berat China XCMG Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia

Perusahaan Alat Berat China XCMG Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 05:49 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

×