Panen Raya Serempak Kementan, Food Estate Kapuas Hasilkan 5,2 Ton per Hektare

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 10 Maret 2023 | 18:13 WIB
Panen Raya Serempak Kementan, Food Estate Kapuas Hasilkan 5,2 Ton per Hektare
Panen raya di food estate Kalteng. (Dok: Kementan)

Suara.com - Panen raya dilakukan di berbagai tempat, tak terkecuali di kawasan food estate, Kalimantan Tengah (Kalteng), tepatnya di Blok A5 Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka panen raya serempak 1 juta hektare, Kementerian Pertanian (Kementan). Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, food estate Kalteng merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 guna membangun lumbung pangan nasional. 

“Sesuai arahan dan harapan dari presiden, agar Food Estate di Kalimantan Tengah betul-betul menjadi percontohan, bisa menjadi role model yang ada di Indonesia dalam pengembangan ketahanan pangan kita,” ujar Mentan SYL, Jumat (10/3/2023).

Keberadaan food estate di Bumi Tambun Bungai sebagai percontohan, tentu dibutuhkan kerja keras dan kerja sama serta dukungan semua pihak. Upaya ini dapat menciptakan lapangan kerja di pedesaan, pemberian perlindungan sosial, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional. 

“Kita yakin kalau kita kompak seperti yang kita lihat ini, kita akan dapat produktivitas yang kita harapkan, esok akan menjadi kebanggaan kita sama-sama,” imbuhnya.

Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah ini dilakukan dengan pengembangan budi daya padi melalui kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan secara bertahap seluas 30.000 hektare pada 2020, 30.778 ha (2021), dan 1.677 ha (2022), atau total luasan 62.455 ha.

"Hasil ubinan panen hari ini di blok A5 Dadahup mencapai 5,24 ton/ha GKP, atau produktivitasnya mencapi 4,49 ton /ha GKG," sebut Mentan SYL.

Pengembangan kawasan food estate Kalteng dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif guna meningkatkan produksi dan indeks pertanaman (IP).

Selain itu, kegiatan di food estate melalui pengembangan budidaya multikomoditas, pengembangan mekanisasi, hilirisasi dan penguatan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani.

baca juga

"Pengembangan pertanian dilakukan melalui teknologi modern yang sudah ada. Kawasan pengembangan food estate akan dibangun model bisnis korporasi," jelas Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menerangkan, di kawasan food estate tersebut bisa mencapai hingga 6,4 ton per hektarenya.

“Ada beberapa testimoni dari beberapa petani, provitas hasil panen di lokasi panen sekarang itu antara 5,6 ton sampai 6,4 ton per ha, dari rata-rata 3 ton per ha,” ujar Ali Jamil.

Dia menjelaskan, mengelola lahan rawa di kawasan food estate Kalteng tidak sama seperti mengelola lahan biasa di Jawa. Karena dibutuhkan upaya lebih, kerja keras dan berbagai persiapan yang harus dilakukan, mulai dari tata kelola air, penyiapan infrastruktur lainnya hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. 

"Proses panjang mulai berbuah hasil, pengelolaan lahan rawa tidaklah mudah, tapi semangat dan kerja keras petani dan seluruh pihak menjadikan lahan ini menjadi produktif," ungkapnya.

Menurutnya, kawasan food estate Kalteng merupakan investasi  masa depan untuk menjamin ketersedian pangan nasional secara berkelanjutan. 

"Food estate ini harus kita kawal dan kita jaga, agar petani sejahtera, dan pangan pun tetap terjaga dengan baik," tukas Ali Jamil.

Sementara itu, Direktur Perlindungan dan Penyediaan Lahan Ditjen PSP, Baginda Siagian menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah dan lembaga lainnya yang kompak dalam pengembangan food estate.

"Kita telah berjuang bersama-sama dalam pengembangan food estate ini. Semua permasalahan baik itu pengelolaan air, pupuk, alsintan dan lain-lain dapat kita atasi bersama-sama. Walau memang masih banyak tantangannya, tapi yakinlah bila semua bisa diatasi, maka Kapuas akan bisa jadi lumbung pangan Kalteng, bahkan Indonesia serta dunia," kata Baginda.

Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat menegaskan bahwa program Food Estate di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kapuas berjalan dengan sukses dan berhasil. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya panen padi di A5 Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

Rasa bangga dan gembira pun disampaikan Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat saat panen tersebut, mengingat daerah A5 Desa Bentuk Jaya ini sebelumnya sering banjir sehingga mengakibatkan gagal panen diwaktu-waktu sebelumnya.

“Ini sesuatu yang menggembirakan bagi kita, bahkan saya terkejut hasil panennya bisa mencapai 5,2 ton per ha, biasanya hanya 1-2 ton per hektar,” ucap Bupati Kapuas dua periode itu.

Ia yakin, ke depan hasil panen ini atau produktivitas padi di wilayah Dadahup akan semakin meningkat, seiring dengan pengaturan tata Kelola air yang semakin baik.

“Seluruh Kementerian terkait telah bekerja sama untuk melaksanakan apa yang menjadi program pemerintah untuk ketahanan pangan nasional. Bila saat ini kita penyuplai pangan 51 persen untuk Kalimantan Tengah, kita harapkan wilayah kita dapat menjadi lumbung padi dunia untuk kedepannya. Saya yakin dan percaya dengan kebersamaan kita pasti bisa,” tutur Ben Brahim. 

Sementara itu, anggota DPR RI, Ary Egahni Ben Bahat menegaskan, dirinya mewakili Komisi IV akan memberikan kesaksian bahwa program food estate berhasil. Bahkan dia meyakini Kalimantan Tengah bisa menjadi penyangga pangan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) kelak.

"Kita harus gelorakan rasa bersyukur kita Presiden Jokowi menetapkan Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan Indonesia. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh petani yang telah berusaha mewujudkannya," kata Ary Egahni.

Dia menambahkan, walau masih banyak yang pesimis dengan IKN, dirinya meyakini dengan adanya Kapuas dan Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan, akan meningkatkan kepercayaan diri bahwa IKN akan terwujud.

"Kita harus optimistis, karena terbukti sudah ada 1600 pekerja dalam pembangunan infrastruktur di IKN. Saya percaya Kalimantan Tengah akan bisa menjadi penyangga pangan IKN, Indonesia bahkan dunia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebumen Panen Raya Padi, Produktivitas Meningkat

Kebumen Panen Raya Padi, Produktivitas Meningkat

Purwokerto | Jum'at, 10 Maret 2023 | 14:33 WIB

Kebumen Panen Raya Padi, Potensi Produktivitas Capai 7 - 8 Ton per Hektare

Kebumen Panen Raya Padi, Potensi Produktivitas Capai 7 - 8 Ton per Hektare

Bisnis | Jum'at, 10 Maret 2023 | 13:04 WIB

Senyum Merekah Jokowi, Prabowo, dan Ganjar di Kebumen, Publik: Apakah Ini Kisi-kisi 2024?

Senyum Merekah Jokowi, Prabowo, dan Ganjar di Kebumen, Publik: Apakah Ini Kisi-kisi 2024?

Sumatera | Kamis, 09 Maret 2023 | 17:15 WIB

Sejumlah Kawasan di Sumatera Mulai Panen Raya Padi secara Serentak

Sejumlah Kawasan di Sumatera Mulai Panen Raya Padi secara Serentak

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2023 | 16:43 WIB

Didampingi Menteri Pertanian, Presiden Jokowi Lakukan Panen Raya di Kebumen

Didampingi Menteri Pertanian, Presiden Jokowi Lakukan Panen Raya di Kebumen

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2023 | 16:02 WIB

Usai Panen Bersama Presiden, Mentan SYL Canangkan Percepatan Tanam

Usai Panen Bersama Presiden, Mentan SYL Canangkan Percepatan Tanam

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2023 | 15:55 WIB

Terkini

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

×