Presiden Puas dengan Produktivitas Gabah di Ngawi yang Capai 10,5 Ton per Hektare

Fabiola Febrinastri

Minggu, 12 Maret 2023 | 21:10 WIB
Presiden Puas dengan Produktivitas Gabah di Ngawi yang Capai 10,5 Ton per Hektare
Presiden Joko Widodo panen raya di Ngawi, Jawa Timur. (Dok: Kementan)

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengaku puas dengan rata-rata produktivitas gabah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur,  yang mencapai 10,5 ton per hektare (ha). Ia berharap, sawah yang baru saja dipanen segera dilakukan percepatan penanaman.

"Saya mengajak seluruh petani di Tanah Air, karena ini airnya masih ada, masih ada hujan, agar setelah dipanen, jangan diberi jeda. Langsung diolah lagi dan tanam lagi karena ini airnya masih ada," katanya, Jatim, Minggu (12/3/2023).

Presiden juga mengimbau agar Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjaga keseimbangan harga gabah, di saat petani serentak menggelar panen raya nusantara. Langkah ini penting dilakukan agar Badan Urusan Logistik (Bulog) mampu menyerap gabah kering panen (GKP) secara jelas dan wajar.

"Yang paling penting, jangan sampai jatuh di bawah biaya cost produksi yang telah dikeluarkan oleh para petani. Panen raya, kalau tidak dijaga harganya jatuh, baik gabahnya maupun berasnya. Harga gabah harus segera ditentukan, jangan sampai harganya jatuh. Nanti akan diumumkan oleh Badan Pangan (Bapanas), sehingga pembelian Bulog menjadi jelas," ujarnya.

Menurut Presiden, penentuan harga memang sulit dilakukan, mengingat harus menghitung dulu jumlah untung dan rugi dari hasil produksi. Jangan sampai, kata dia, petani, pedagang maupun masyarakat rugi akibat harga di petani rendah namun pembelian di masyarakat tinggi.

"Memang yang sulit itu, menyeimbangkan harga di petani wajar. Artinya petani dapat keuntungan harga dan konsumen atau masyarakat seperti itu juga. Ini tidak gampang," katanya.

Sebagaimana diketahui, produksi padi nasional tahun 2022 mencapai 54,75 juta ton GKG, atau mengalami kenaikan sebanyak 333,68 ribu ton atau 0,61 persen, apabila dibandingkan produksi 2021 yang hanya 54,42 juta ton GKG.

Sedangkan luas panen pada 2022 mencapai 10,45 juta ha, mengalami kenaikan sebanyak 40,87 ribu ha atau naik 0,39 persen apabila dibandingkan dengan luas panen 2021 sebesar 10,41 juta ha.

Ikut mendampingi presiden, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) juga menekankan bahwa penanaman serentak perlu dilakukan mengingat bulan depan sawah-sawah di Indonesia akan menghadapi musim kemarau alias musim kering. SYL ingin masalah cuaca menjadi perhitungan matang untuk melakukan percepatan penanaman.

baca juga

"Saya berharap, panen yang lebih cepat ini kita maksimalkan serentak dilakukan, karena kita menghadapi cuaca kemarau panjang. Walaupun ternyata saat panen ini hujan masih ada, sehingga anomali cuaca ini harus kita perhitungkan," ujarnya.

SYL menyebutkan, produksi padi di Kabupaten Ngawi terbilang tinggi jika dibanding dengan daerah lainnya, yang hanya 6 ton per ha. Padahal lahan di sana bukan sawah irigasi, karena hanya mengandalkan pompa air.

"Oleh karena itu, perintah Bapak Presiden untuk perbanyak dryer, power thrasher, bahkan karena harga gabah lebih tinggi menggunakan combine dibanding sabit, maka kami siap sampai 1.000 unit menggunakan dana KUR. Bahkan penggilingan padi harus dibina dengan baik dan menggunakan KUR untuk meningkatkan kelasnya agar kualitas beras yang dihasilkan juga bagus," ucapnya.

Untuk diketahui, luas panen pada Maret 2023 di Kabupaten Ngawi sendiri 32.676 ha dari luas panen Provinsi Jawa Timur 375.403 ha. Harga gabah saat ini di Kabupaten Ngawi untuk panen secara manual Rp4.700 sampai 4.900 /Kg sementara yang menggunakan combine harvester Rp 5.000 sampai Rp 5.500 /Kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan Sistem Perbenihan Sawit, Ditjenbun Kementan Luncurkan Aplikasi BABE-Bun PSR

Tingkatkan Sistem Perbenihan Sawit, Ditjenbun Kementan Luncurkan Aplikasi BABE-Bun PSR

Bisnis | Sabtu, 11 Maret 2023 | 19:05 WIB

Panen Raya Serempak Kementan, Food Estate Kapuas Hasilkan 5,2 Ton per Hektare

Panen Raya Serempak Kementan, Food Estate Kapuas Hasilkan 5,2 Ton per Hektare

Bisnis | Jum'at, 10 Maret 2023 | 18:13 WIB

Berikut Ini 2 Program Jitu Kementan Atasi Keterbatasan Pupuk Subsidi

Berikut Ini 2 Program Jitu Kementan Atasi Keterbatasan Pupuk Subsidi

News | Rabu, 08 Maret 2023 | 14:42 WIB

Kementan dan Ambu Anne Sidak ke Pasar Leuwipanjang Purwakarta, Ada Apa?

Kementan dan Ambu Anne Sidak ke Pasar Leuwipanjang Purwakarta, Ada Apa?

Purwasuka | Kamis, 02 Maret 2023 | 12:55 WIB

Jamin Ketersediaan Pupuk, Kementan dan Ombudsman Optimalisasi Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Jamin Ketersediaan Pupuk, Kementan dan Ombudsman Optimalisasi Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2023 | 10:28 WIB

Beberapa Wilayah Terancam Banjir dan Gagal Panen, Kementan Siap Berikan Bantuan Mitigasi

Beberapa Wilayah Terancam Banjir dan Gagal Panen, Kementan Siap Berikan Bantuan Mitigasi

Bisnis | Selasa, 28 Februari 2023 | 21:59 WIB

Terkini

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

×