Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Badai PHK Industri AS, Kini General Motors Pangkas Lagi Karyawan

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 03 Mei 2023 | 08:56 WIB
Badai PHK Industri AS, Kini General Motors Pangkas Lagi Karyawan
Logo General Motors di sebuah gedung di Amerika Serikat. (Shutterstock)

Suara.com - Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kini tengah melanda sejumlah sektor industri di Amerika Serikat (AS). Terbaru perusahaan multinasional otomotif AS General Motors (GM) kembali mengumumkan akan melakukan PHK terhadap ratusan pekerja kontrak penuh waktu, termasuk di pusat tekniknya di pinggiran Detroit, AS.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya terbaru oleh pembuat mobil AS itu untuk merampingkan operasi.

Mengutip Reuters, Rabu (3/5/2023) kontraktor yang kehilangan pekerjaan berada dalam pengembangan produk global di lokasi seperti Warren Tech Center perusahaan.

Pada April lalu, GM mengatakan sekitar 5.000 pekerja bergaji telah memilih untuk keluar dari perusahaan. GM juga melakukan PHK terhadap ratusan karyawannya pada Maret lalu demi penghematan biaya besar-besaran dalam rangka transisi ke kendaraan listrik.

Tidak dijelaskan jumlah persis karyawan yang kena PHK, tetapi pemecatan ini disebut menyasar para pekerja keras putih.

Dalam sebuah memo internal kepada staf, Chief People Officer GM Arden Hoffman menulis PHK akan dilakukan pekan ini kepada sejumlah eksekutif global, serta karyawan yang dirahasiakan.

GM sendiri memiliki 58 ribu staf berbasis gaji standar Amerika Serikat (AS) serta 46 ribu pekerja yang dibayar per jam.

Dalam laporan keuangan 2022, GM berencana memangkas US$2 miliar selama dua tahun ke depan. Namun, saat itu CEO GM Mary Barra mengatakan kepada investor bahwa pihaknya tidak merencanakan PHK.

Sebelumnya, perusahaan bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika Serikat (AS) Morgan Stanley juga dikabarkan bakal melanjutkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di internal perusahaan.

Tak tanggung-tanggung kali ini ada sekitar 3.000 karyawan yang bakal terkena PHK.

"Ini akan menandai putaran kedua PHK dalam enam bulan terakhir di Morgan Stanley. PHK pada kuartal ini karena kondisi pasar yang sulit," kata seorang sumber kepada CNN, dikutip Selasa (2/5/2023).

PHK bakal menyasar seluruh lini perusahaan, kecuali divisi manajemen kekayaan Morgan Stanley yang mencakup penasihat keuangan. Namun, perusahaan menolak berkomentar soal PHK kali ini.

Diketahui pendapatan Morgan Stanley anjlok hampir 2 persen menjadi US$14,5 miliar atau setara Rp213 triliun pada tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Investasi AS Morgan Stanley Bakal PHK 3.000 Karyawannya

Bank Investasi AS Morgan Stanley Bakal PHK 3.000 Karyawannya

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2023 | 13:06 WIB

14 Juta Pekerjaan di Dunia Akan Hilang Dalam 5 Tahun ke Depan

14 Juta Pekerjaan di Dunia Akan Hilang Dalam 5 Tahun ke Depan

Bisnis | Senin, 01 Mei 2023 | 09:54 WIB

Disney Bakal PHK 4.000 Karyawan Pekan Ini

Disney Bakal PHK 4.000 Karyawan Pekan Ini

Bisnis | Selasa, 25 April 2023 | 12:23 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB