Berkah, Okupansi Mal Meningkat Selama Ramadan dan Lebaran Kemarin

Rabu, 10 Mei 2023 | 15:54 WIB
Berkah, Okupansi Mal Meningkat Selama Ramadan dan Lebaran Kemarin
Suasana para pengunjung berbelanja di salah satu mal di Jakarta, Sabtu (25/2/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pusat perbelanjaan modern dan ritel selama kuartal I/2023, khususnya selama Ramadan dan Lebaran berhasil meraih kinerja positif. Realisasi kinerja ini dinikmati oleh para pelaku usaha yang ikut mengembangkan berbagai saluran penjualan, baik digital maupun luring.

Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady menilai momen Ramadan dan Lebaran berkontribusi terhadap realisasi kinerja Kuartal I/2023. Menurutnya, daya beli yang membaik serta pelonggaran kebijakan terkait pandemi, telah mengungkit kinerja sektor riil tersebut.

Keputusan pemerintah melonggarkan mobilitas masyarakat dengan mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama pandemi Covid-19 pada akhir Desember tahun lalu, dilanjutkan peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Lebaran tahun ini berhasil membuat perekonomian seperti berlari.

Peningkatan konsumsi masyarakat yang mencerminkan daya beli mulai membaik seiring melandainya angka kasus Covid-19. Momen inilah yang memacu pertumbuhan signifikan bagi sektor ritel maupun pusat perbelanjaan modern.

Lippo Group yang juga memiliki jejaring bisnis ritel seperti Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) hingga pusat-pusat perbelanjaan modern pun ikut ketiban berkah tersebut. “Hal ini pun diakui asosiasi terkait, bahwa kunjungan mal dan kinerja ritel modern memetik pertumbuhan lumayan selama Ramadan dan Lebaran 2023,” kata John.

Lebih jauh, John menjelaskan geliat konsumsi masyarakat ini menggenapi kinerja kuartal pertama sekaligus membuka prospek positif pada tahun ini. Sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), selama kuartal I/2023, pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai 5,03 persen.

“Hal itu cukup positif di tengah situasi perekonomian dunia yang penuh ketidakpastian. Lebih menggembirakan lagi, penopang PDB terbesar lebih dari separuhnya tetap berasal dari konsumsi rumah tangga, artinya permintaan domestik sudah semakin baik,” jelas John dalam keterangnya dikutip Rabu (10/5/2023).

Pada sisi lain, John menyoroti prospek sektor ritel maupun pusat perbelanjaan modern ke depan sangat menjanjikan. Dia mengungkapkan selama momen Libur Lebaran 2023, seperti terjadi “arus balik” kunjungan mal atau pusat perbelanjaan modern.

Arus kunjungan mal di kota-kota besar, khususnya Jakarta malah dipadati masyarakat dari beragam wilayah. Selain itu, peran mal sudah sangat bergeser dan semakin luas sebagai sarana tamasya kaum urban. “Tren ini pun diakui asosiasi ritel dan para pengusaha mal, bahwa kunjungan masyarakat ke mal sudah lintas provinsi, serta multi kebutuhan,” tegasnya.

Baca Juga: Viral Aksi Pemalakan Preman Depan Mal Cipinang Indah, Polisi Buru Pelaku

Salah satu faktor pendorong tren tersebut, lanjut John, tak lain adalah semakin baiknya infrastruktur yang bisa menyambungkan antarprovinsi, bahkan antarpulau. “Maka ke depan, tren mal tidak lagi sekadar menggarap pasar di kota-kota sekitar, melainkan sebagai pusat wisata urban baru yang bisa dilirik pasar lebih luas,” simpulnya.

Sementara terkait sektor ritel, John menjelaskan walau selama momen Ramadan dan Lebaran tingkat pertumbuhan belum sesuai ekspektasi sebagian kalangan pebisnis, secara keseluruhan kuartal pertama tahun ini cukup baik.

Hal itupun, kata John, tampak dari kinerja omzet yang dijaring para pelaku usaha sektor ritel. “Kami MPPA pun mencatatkan pertumbuhan top line yang lumayan baik, tumbuh di atas 5 persen secara tahunan.”

Hanya saja, John menambahkan kinerja yang mengkilap dari sektor ritel itu harus dibarengi dengan penetrasi digital. “Semisal, momen Ramadan dan Lebaran kemarin, masyarakat berbelanja tidak sekadar datang secara offline, melainkan pula berburu produk yang dibutuhkan melalui channel digital,” katanya.

John mengulas hasrat belanja masyarakat umumnya cenderung masih menginginkan adanya interaksi langsung terhadap barang maupun layanan. Di tengah penetrasi teknologi digital yang masif, tentunya sektor ritel pun harus siap melakukan berbagai inovasi guna meningkatkan nilai tambah bagi konsumen.

Menurut John, pasar ritel Indonesia yang sangat besar memang sangat menjanjikan, tetapi dipenuhi dengan kompetisi yang sangat ketat. Karena itu, kunci sukses sektor ritel adalah inovasi yang mengawinkan layanan daring maupun luring atau biasa dikenal sebagai omnichannel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI