Aliran Uang Korupsi BUMN Waskita Karya (WSKT)

M Nurhadi

Kamis, 11 Mei 2023 | 15:34 WIB
Aliran Uang Korupsi BUMN Waskita Karya (WSKT)
Dirut Waskita. (ANTARA-HO Puspenkum Kejagung)

Suara.com - BUMN konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk tengah dalam titik nadir, di mana perusahaan tidak sanggup membayar utang obligasi yang sudah jatuh tempo dan meminta penundaan. Perdagangan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga disuspensi.

Bahkan, nasib perusahaan semakin memperihatinkan setelah direktur utamanya, yaitu Destiawan Soewardjono, dijebloskan ke bui akibat dugaan korupsi yang dilakukannya. Destiawan Soewardjono adalah Direktur Utama PT Waskita Karya Periode Juli 2020 hingga 2023 ditetapkan sebagai tersangka pada 27 April 2023.

Saat ini, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menelusuri aliran uang ke mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS). Sebagaimana telah diketahui, bahwa YAS menjadi tersangka proyek subkontraktor fiktif, di mana YAS diperiksa penyidik KPK terkait dugaan perannya memanipulasi data keuangan proyek.

Tidak hanya dugaan mengenai manipulasi data keuangan saja, penyidik juga mendalami aliran uang yang diduga diterima oleh Yuly Ariandi dan empat tersangka lainnya dari sejumlah proyek subkontraktor fiktif di Waskita Karya. Lantas, seperti apa aliran uang korupsi Waskita Karya?

Aliran Uang Korupsi Waskita Karya

Destiawan Soewardjono adalah Direktur Utama PT Waskita Karya Periode Juli 2020 hingga 2023 ditetapkan sebagai tersangka pada 27 April 2023, di mana dirinya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Peran Destiawan Soewardjono dalam perkara ini, adalah secara melawan hukum memerintahkan dan menyetujui pencairan dana "supply chain financing" (SCF) dengan menggunakan dokumen pendukung palsu untuk digunakan sebagai pembayaran utang-utang perusahaan yang diakibatkan pencairan pembayaran proyek-proyek pekerjaan fiktif guna memenuhi permintaan tersangka.

Kasus yang menjerat Destiawan terkait dengan pencairan utang bank adalah melalui skema supply chain financing (SCF) dengan menggunakan dokumen pendukung palsu alias proyek yang dikerjakan tidak benar-benar ada alias fiktif.

Sebenarnya skema pembiayaan proyek menggunana dana SCF itu sudah lazim dilakukan oleh perusahaan konstruksi. Tujuannya adalah agar proyek tetap bisa berjalan meski perusahaan mengalami kesulitan arus kas.

baca juga

Namun SCF bisa jadi celah bagi oknum perusahaan untuk mengambil keuntungan-keuntungan pribadi. Bukannya untuk membiayai proyek, namun dana pinjaman bank justru digunakan untuk kepentingan lainnya.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Korupsi Proyek WC Sultan di Bekasi, KPK: Calon Tersangka Segera Diumumkan

Dugaan Korupsi Proyek WC Sultan di Bekasi, KPK: Calon Tersangka Segera Diumumkan

Bekaci | Kamis, 11 Mei 2023 | 15:21 WIB

Firli Bahuri Harusnya Malu Hilir Mudik Dipanggil Dewas KPK, Kepercayaan Publik pada Lembaga Antirasuah Terkikis

Firli Bahuri Harusnya Malu Hilir Mudik Dipanggil Dewas KPK, Kepercayaan Publik pada Lembaga Antirasuah Terkikis

Linimasa | Kamis, 11 Mei 2023 | 15:07 WIB

Segera Rampung, Kasus KTP Dua Warga Asing segera Disidang di PN Denpasar

Segera Rampung, Kasus KTP Dua Warga Asing segera Disidang di PN Denpasar

Denpasar | Kamis, 11 Mei 2023 | 14:59 WIB

Bantah Terima Uang Dari Rafael Alun, Grace Taher Anak Pendiri Mayapada Grup Beri Isyarat Geleng-Geleng Kepala

Bantah Terima Uang Dari Rafael Alun, Grace Taher Anak Pendiri Mayapada Grup Beri Isyarat Geleng-Geleng Kepala

News | Kamis, 11 Mei 2023 | 14:49 WIB

Ogah Beberkan Perkembangan Kasus Firli Bahuri di Polda Metro Jaya, Irjen Karyoto: Biar Dewas Dulu

Ogah Beberkan Perkembangan Kasus Firli Bahuri di Polda Metro Jaya, Irjen Karyoto: Biar Dewas Dulu

Kotak Suara | Kamis, 11 Mei 2023 | 12:54 WIB

Cek Fakta: Batal Nyapres, Ganjar Resmi Keluar dari PDIP Gara-Gara Kasus Besar Ini, Benarkah?

Cek Fakta: Batal Nyapres, Ganjar Resmi Keluar dari PDIP Gara-Gara Kasus Besar Ini, Benarkah?

Mamagini | Kamis, 11 Mei 2023 | 10:13 WIB

Terkini

4 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Air Hujan agar Kembali Rapi dan On Point Lagi

4 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Air Hujan agar Kembali Rapi dan On Point Lagi

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana, Minta Update Perkembangan Riset

Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana, Minta Update Perkembangan Riset

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Krisis Validasi Emosi Gen Z: Slang Digital Jadi Penyelamat Dinamika Mental

Krisis Validasi Emosi Gen Z: Slang Digital Jadi Penyelamat Dinamika Mental

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Korban Dirawat

Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Korban Dirawat

Jabar | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Terdesak Pakan Mahal, Peternak Gunungkidul 'Jual Sapi Demi Sapi'

Terdesak Pakan Mahal, Peternak Gunungkidul 'Jual Sapi Demi Sapi'

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Mahfud MD: Prabowo Bilang Sudah Selesaikan Ratusan Masalah, Mungkin Juga Menimbulkan Ratusan Masalah

Mahfud MD: Prabowo Bilang Sudah Selesaikan Ratusan Masalah, Mungkin Juga Menimbulkan Ratusan Masalah

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Sensasi Adu Cepat Skutik Premium di Seri Pamungkas MAXi Yamaha Race Boyolali

Sensasi Adu Cepat Skutik Premium di Seri Pamungkas MAXi Yamaha Race Boyolali

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Tiba-Tiba IHSG Anjlok 2 Persen

Tiba-Tiba IHSG Anjlok 2 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Obligasi Belum Jelas, Jakarta Buka Opsi Pinjaman Nirbunga ke PT SMI Demi RAPBD 2027

Obligasi Belum Jelas, Jakarta Buka Opsi Pinjaman Nirbunga ke PT SMI Demi RAPBD 2027

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Angkatan Kerja Capai 155,41 Juta, TPT Indonesia Turun Jadi 4,65% pada 2026

Angkatan Kerja Capai 155,41 Juta, TPT Indonesia Turun Jadi 4,65% pada 2026

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:39 WIB

×