Berdayakan Masyarakat di Tuban Lewat Pelatihan Budi Daya Ikan Air Tawar

Iwan Supriyatna

Minggu, 14 Mei 2023 | 17:59 WIB
Berdayakan Masyarakat di Tuban Lewat Pelatihan Budi Daya Ikan Air Tawar
Pelatihan usaha pembudidayaan ikan air tawar kepada masyarakat di peternakan lele Parikesit Farm, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Suara.com - Sukarelawan yang tergabung dalam Kiyai Muda Jawa Timur Dukung Ganjar berkomitmen terus memberdayakan masyarakat di sekitar mereka dengan menggelar beberapa pelatihan dan keterampilan.

Kali ini, sukarelawan tersebut menghelat pelatihan usaha pembudidayaan ikan air tawar kepada masyarakat di peternakan lele Parikesit Farm, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Koordinator Wilayah Kiyai Muda Jawa Timur Ali Baidlowi mengatakan pihaknya tim riset dari akademisi di salah satu universitas di Malang untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan usaha pembudidayaan ikan air tawar, seperti lele dan udang, kepada warga Tuban.

"Kami mengadakan training budi daya ikan air tawar di Tuban. Di sini masyarakat banyak membudidayakan ikan air tawar. Kami juga menggandeng tim riset dari Universitas Brawijaya Malang untuk memberikan kiat-kiat sukses membudidayakan ikan air tawar. Tidak hanya lele, tetapi juga udang," ungkapnya ditulis Minggu (14/5/2023).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ali tersebut, pihaknya menggelar pelatihan ini untuk membangkitkan ekonomi masyarakat Tuban.

"Untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Tuban agar bisa membuka usaha ternak ikan air tawar seperti lele seperti ini," ujarnya.

Selain itu, Gus Ali mengatakan budi daya ikan air tawar ini juga bisa menjadi pekerjaan alternatif atau sampingan bagi para warga di Kabupaten Tuban karena cukup menguntungkan. Dalam kesempatan itu, pihaknya memberikan sekitar 10 ribu benih lele yang nantinya bisa memberikan keuntungan sekitar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta dalam masa panen nanti.

"Banyak sekali manfaatnya. Ibu-ibu dan bapak-bapak mungkin bisa menerapkan budi daya ini sebagai pekerjaan alternatif mereka yang hasilnya menggiurkan. Nanti tercipta komunitas budi daya ikan air tawar agar hasilnya terus berkesinambungan," katanya.

Gus Ali mengatakan sekitar 300 peserta antusias mengikuti pelatihan budi daya ikan air tawar tersebut.

baca juga

"Antusiasme para peserta sangat luar biasa untuk menyambut pelatihan ini. Mereka juga mengapresiasi sosok Pak Ganjar Pranowo," ucapnya.

Ali mengatakan pihaknya terinspirasi dari sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang selalu memberikan program-program yang bisa mengangkat perekonomian masyarakat.

"Kami juga terinspirasi dari sosok Pak Ganjar. Bapak selalu menebarkan manfaat bagi masyarakatnya di Jawa Tengah," jelasnya.

Ali berharap melalui pelatihan ini masyarakat bisa mandiri membudidayakan ikan air tawar sehingga mampu menjadi pioner untuk bersama-sama menjadi peternak ikan air tawar.

"Harapan kami, acara ini bisa memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Kiyai Muda Dukung Ganjar berharap masyarakat Tuban bisa menyalurkan aspirasi dan dukungan kepada Pak Ganjar pada 2024," katanya.

Setelah kegiatan ini, sukarelawan Kiyai Muda berencana mengumpulkan seluruh kiai se-Jawa Timur untuk menghimpun dukungan agar Ganjar Pranowo terpilih sebagai presiden pada 2024.

Sementara itu, Warsono, peserta pelatihan budi daya ikan air tawar, mengatakan dirinya dan warga lain begitu antusias mengikuti jalannya pelatihan budi daya ikan tersebut. Menurut dia, pelatihan sungguh bermanfaat bagi masyarakat di wilayahnya.

"Saya senang sekali. Harapan saya nanti bisa bermanfaat bagi saya dan semua yang ada di sini," tuturnya.

Setelah mengikuti pelatihan ini, pria berusia 44 tersebut sangat tertarik untuk mencoba usaha budi daya ikan lele.

"Dengan adanya acara seperti ini, saya tergugah untuk membudidayakan ikan air tawar, terutama ikan lele. Saya bersama teman saya sangat tertarik," katanya.

Dia berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar secara berkesinambungan karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat Tuban, Jatim.

"Harapannya, kegiatan semacam ini bisa berkelanjutan mungkin tiga bulan sekali, empat bulan sekali, atau minimal satu tahun sekali yang bisa bermanfaat bagi kami," ungkapnya.

Warsono juga berharap, ketika sudah jadi presiden pada 2024, Ganjar Pranowo makin memperhatikan para peternak ikan air tawar.

"Semoga kami peternak ikan air tawar atau lele makin diperhatikan Pak Ganjar ketika nanti jadi presiden," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gandeng Pemprov Jabar, Pemkab Purwakarta Bakal Kembangkan Potensi Kampung Nila Nirwana

Gandeng Pemprov Jabar, Pemkab Purwakarta Bakal Kembangkan Potensi Kampung Nila Nirwana

Purwasuka | Sabtu, 29 April 2023 | 10:22 WIB

3 Fakta Menarik Ikan Patin, Salah Satunya Bisa Tumbuh Mencapai 3 Meter

3 Fakta Menarik Ikan Patin, Salah Satunya Bisa Tumbuh Mencapai 3 Meter

Your Say | Kamis, 23 Februari 2023 | 10:05 WIB

Tanpa Neng Anne, Kang Dedi Bahagia Ditemani Burung dan Ikan: Ikan Juga Gemuk Ditemani Kang Dedi

Tanpa Neng Anne, Kang Dedi Bahagia Ditemani Burung dan Ikan: Ikan Juga Gemuk Ditemani Kang Dedi

Denpasar | Jum'at, 10 Februari 2023 | 15:15 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:48 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:46 WIB

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:44 WIB

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 09:43 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:40 WIB

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:26 WIB

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:25 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

×