Petani Organik di Jawa Tengah Siap Lawan Gempuran El-Nino dengan Mengandalkan Jaringan Irigasi dan Sumur Resapan

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Kamis, 25 Mei 2023 | 15:30 WIB
Petani Organik di Jawa Tengah Siap Lawan Gempuran El-Nino dengan Mengandalkan Jaringan Irigasi dan Sumur Resapan
Jaringan Irigasi dan Sumur Resapan. (Dok: Kementan)

Suara.com - Berdasarkan prakiraan BMKG, pada tahun ini, Indonesia akan diterjang El-Nino. Fenomena ini berdampak musim kemarau menjadi berkepanjangan, puncak El Nino akan terjadi pada Agustus 2023.

Berdasarkan hal tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian berupaya menyiapkan langkah mitigasi agar bencana kekeringan dapat meminimalisir jumlah gagal panen di tingkat petani. Beragam pelatihan dari penyuluh, serta program asuransi pertanian hingga pembanguan waduk atau embung dan juga perbaikan irigasi hingga kini terus dilakukan.

"Fenomena el nino merupakan ancaman serius terhadap produksi pangan, baik di subsektor tanaman pangan, peternakan dan perkebunan. Oleh karena itu, sekali lagi diperlukan langkah antisipasi dan adaptasi dengan pelatihan petani dan penyuluh,” jelas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Para petani di Kabupaten Semarang sendiri bersiap menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan bakal melanda wilayah Provinsi Jawa Tengah. Fenomena El Nino ini membuat musim kemarau menjadi lebih panjang hingga ancaman kekeringan pun dapat melanda daerah pertanian di Jawa Tengah.

Meski demikian, beberapa kelompok petani mengaku sudah lebih siap menghadapi ancaman kekeringan dibanding tahun - tahun sebelumnya. Seperti yang dijelaskan oleh Musthofa, Ketua Kelompok Tani Albarokah di Semarang. 

"Kita sebenarnya sudah siap. Para petani sudah siapkan untuk keadaan itu. Para petani sudah kami informasikan untuk menyiapkan benih-penih yang bisa ditanam lebih cepat," jelasnya kepada media, Rabu (24/5/2023). 

Kelompok Tani Albarokah merupakan kelompok tani yang sudah puluhan tahun konsisten memproduksi pangan organik. Beragam bantuan serta penyuluhan dari pemerintah memang sering dilakukan sehingga kesiapan mereka menghadapi bencana menjadi lebih baik.

Menurut Musthofa, pada musim kemarau tahun ini, para petani di Semarang diminta untuk menanam benih padi yang berbeda serta jenis tanaman lain seperti kacang-kacangan. 

"Kita terapkan tanam padi untuk umur usia pendek. Alternatif tanaman kacang-kacangan. Kacang merah, kajang hijau, kedelai, dan sebagainya untuk masa tanam pertengahan tahun hingga akhir tahun,” terang Musthofa.

baca juga

Di samping itu, kata Musthofa, kelompok tani yang dia pimpin juga sudah membuat sumur resapan di dekat lahan pertanian mereka, sebagai langkah antisipasi jika terjadi kekeringan di masa depan. 

"Memang di kami sudah menyiapkan jauh-jauh sebelumnya tentang sumur resapan. Sehingga lahan-lahan di sekitar sumber air bisa tercukupi unruk kebutuhan tanam padi," ujar Musthofa menegaskan.

Musthofa mengakui, musim kemarau yang berkepanjangan biasanya mengakibatkan volume produksi di sektor pertanian menurun. Namun, untuk mengantisipasi sampai gagal panen, Kelompok Tani Albarokah mengandalkan keampuhan sumur resapan yang sudah disiagakan mereka. 

"Agar tidak terlalu berkurang, kami sudah siapkan beberapa sumur resapan untuk menghasilkan air. Kearifan lokal selalu kita jaga, karena air itu yang dinantikan-nantikan para petani," tegas Musthofa.

Musthofa menambahkan pada tahun ini, para petani juga diuntungkan dengan adanya bantuan pemerintah berupa jaringan irigasi tersier di Semarang yang mampu menjangkau lebih banyak lahan-lahan pertanian. Menurut Musthofa, jaringan irigasi ini setidaknya mampu membantu pasokan air bagi para petani. "Irigasi baik. Tapi kalau kekeringan panjang itu tidak menjangkau semua," jelas Musthofa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Optimistis Lakukan Penyerapan Pangan Saat Kemarau, Bulog Banyumas Bakal Lakukan Hal Ini

Optimistis Lakukan Penyerapan Pangan Saat Kemarau, Bulog Banyumas Bakal Lakukan Hal Ini

Purwokerto | Rabu, 24 Mei 2023 | 18:46 WIB

DPKP Bandung Barat Antisipasi Dampak Buruk Cuaca Kemarau Ekstrem

DPKP Bandung Barat Antisipasi Dampak Buruk Cuaca Kemarau Ekstrem

Bandungbarat | Rabu, 24 Mei 2023 | 15:02 WIB

Tinjau Panen di Karawang, Wamentan Dorong Pemda Jaga Produktivitas Pertanian

Tinjau Panen di Karawang, Wamentan Dorong Pemda Jaga Produktivitas Pertanian

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2023 | 16:10 WIB

Andalkan Jaringan Irigasi dan Sumur Resapan, Petani Organik di Semarang Siap Lawan Gempuran El-Nino

Andalkan Jaringan Irigasi dan Sumur Resapan, Petani Organik di Semarang Siap Lawan Gempuran El-Nino

Jawa Tengah | Rabu, 24 Mei 2023 | 15:58 WIB

Mentan Beberkan Penyebab Berkurangnya Lahan Pertanian di Jatim

Mentan Beberkan Penyebab Berkurangnya Lahan Pertanian di Jatim

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2023 | 15:56 WIB

Kementan Raih Penghargaan Pengawasan Kearsipan dengan Predikat AA

Kementan Raih Penghargaan Pengawasan Kearsipan dengan Predikat AA

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2023 | 11:05 WIB

Terkini

Jurus Baru Urai Macet Pagi Jakarta, Dishub Sisir Sudirman hingga Area Galian

Jurus Baru Urai Macet Pagi Jakarta, Dishub Sisir Sudirman hingga Area Galian

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.594.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.594.000/Gram

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Ditinggal Pemilik Keliling Jualan, 5 Rumah Kontainer di Kelapa Gading Hangus Dilalap Api

Ditinggal Pemilik Keliling Jualan, 5 Rumah Kontainer di Kelapa Gading Hangus Dilalap Api

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:24 WIB

PSPS Pekanbaru Hajar PSMS Medan 2-1, Detik Terakhir Jadi Penentu

PSPS Pekanbaru Hajar PSMS Medan 2-1, Detik Terakhir Jadi Penentu

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Senin Pagi, Pantau Saham Emas

IHSG Bergerak Dua Arah Senin Pagi, Pantau Saham Emas

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Cara Mengetahui Elemen Shio Berdasarkan Tahun Lahir dan Jam Lahir, Ini Panduannya

Cara Mengetahui Elemen Shio Berdasarkan Tahun Lahir dan Jam Lahir, Ini Panduannya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:02 WIB

OJK: Gen Z dan Milenial Problematik Kelola Uang, Paling Banyak Akses Pinjol

OJK: Gen Z dan Milenial Problematik Kelola Uang, Paling Banyak Akses Pinjol

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Tiba-tiba Keluar Mobil, Pria Asal Cilegon Nekat Terjun ke Laut di Dermaga Eksekutif Bakauheni

Tiba-tiba Keluar Mobil, Pria Asal Cilegon Nekat Terjun ke Laut di Dermaga Eksekutif Bakauheni

Lampung | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Harga Emas Bisa Tembus Rp2,7 Juta Pekan Ini? Ini Analisis Lengkapnya

Harga Emas Bisa Tembus Rp2,7 Juta Pekan Ini? Ini Analisis Lengkapnya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:17 WIB

×