Menantikan Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 13 Juni 2023 | 16:50 WIB
Menantikan Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Analis ICDX, Revandra Aritama, menganggap bahwa sentimen pasar terkait perbandingan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

"Ada banyak laporan yang mengindikasikan potensi The Fed untuk menahan kenaikan suku bunga, mengingat tingkat suku bunga saat ini sudah cukup tinggi dan kondisi ekonomi internal AS yang kabarnya tidak begitu baik. Jika hasil rapat FOMC memang menunjukkan penahanan suku bunga, maka rupiah memiliki peluang untuk menguat cukup besar, mengingat faktor fundamental ekonomi Indonesia yang cukup baik," kata Revandra saat diwawancarai oleh Antara, di Jakarta, pada hari Selasa (13/6/2023).

Sementara, Gubernur BI mengatakan, faktor-faktor yang dapat menyebabkan peluang penguatan rupiah, seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Indonesia, inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang relatif rendah, dan

Sebelumnya, Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra, menyatakan bahwa rupiah mungkin akan menguat terhadap dolar AS hari ini, namun masih dalam fase konsolidasi karena ada kemungkinan besar The Fed akan mengumumkan penundaan kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan Kamis (14/6) dini hari nanti.

"Kenaikan ekspektasi ini karena para pelaku pasar memprediksi bahwa data inflasi konsumen bulan Mei 2023 yang akan dirilis malam ini, akan menunjukkan penurunan menjadi sekitar 4,1 persen dari sebelumnya 4,9 persen. Dengan penurunan inflasi tersebut, tekanan untuk menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah untuk menekan inflasi juga berkurang," ujar Aris.

Hal serupa diungkapkan oleh Analis Mata Uang, Lukman Leong, yang menilai pelemahan rupiah pada hari ini disebabkan oleh kekhawatiran investor dan kecenderungan "wait and see" menjelang data inflasi Amerika Serikat yang penting pada malam ini serta pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) besok, Rabu (13/6/2023).

"Namun, pelemahan rupiah akan terbatas dan mungkin akan rebound di sesi berikutnya, didukung oleh permintaan Surat Berharga Negara (SBN) yang tetap kuat, seperti tercermin dari penurunan imbal hasil obligasi Indonesia," ungkap Lukman.

Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,00 persen atau 0,5 poin menjadi Rp14.863 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.862,5 per dolar AS.

Sepanjang hari ini, rupiah bergerak di kisaran antara Rp14.853 per dolar AS hingga Rp14.879 per dolar AS.

Baca Juga: Dinilai Simbol Keberuntungan, 5 Tips Merawat Tanaman Dolar di Halaman Rumah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI